Solo Riding ke Lereng Gunung Salak

Brothers & sisters.., peringatan kemerdekaan yang biasanya meriah, kali ini sepiii.. ya maklum berbarengan dg bulan puasa. Di lingkungan tempat tinggal saya juga praktis tidak ada kegiatan apa-apa. So, daripada bengong di rumah, saya membuat kesibukan sendiri dg solo riding.

Tempat yg saya pilih yg dekat-dekat saja. Kalau ke Puncak sudah sering, ke arah Sukabumi jg sudah. Maka saya pilih daerah Bogor selatan, di daerah lereng gunung Salak. Saya belum pernah pergi ke sana. Konon banyak terdapat curug atau air terjun di daerah sini. Sekalian nanti mampir ke rumah saudara di daerah Bogor.

Rencana berangkat jam 5 pagi jadi molor dikit, mesti mampir dulu ke ATM.. trus mampir pom bensin ngisi tangkinya si Merah. Jadinya ya sekita jam 5:30 baru berangkat. Meninggalkan BSD city saya mengambil arah Puspitek terus lanjut ke arah Parung. Saya mengantisipasi beberapa jalan rusak di sepanjang jalan ini. Eh.., di luar dugaan saya, beberapa ruas jalan yang dulu rusak ternyata sudah diperbaiki. Walau perbaikannya cuma gitu-gitu aja, cukup oke lah. Tapi perbaikan jalan model tambal sulam begitu, biasanya gak tahan lama..

Jalanan masih sepii..mungkin orang-orang belum pada bangun, kan hari libur. Rasanya nikmat banget riding pagi-pagi sepi gini. Udara pagi itu masih terasa dingin, walau saya sudah pake pelindung dada & jaket kulit, hembusan angin dingin masih terasa menusuk. Untuk mengurangi rasa dingin saya riding nyantai aja di kecepatan 70-80 kpj.

Tiba di Parung sudah mulai terang, sang surya sudah mulai menampakkan dirinya. Mantap.. jalanan mulus & sepi membuat tangan ini gatal untuk pelintir gas lebih lagi. Tapi karena angin dingin..ya sudah mending nyante aja di kecepatan 80-90 kpj (sstt…kadang jarum spidometer ngelewatin 100 jg siih..).

Jam 6:30 saya sudah sampe di The Jungle di kawasan Bogor Nirwana. Berhenti dulu duduk-duduk dulu..si Merah juga biar istirahat dulu. Udah sejam jalan kan pas untuk ngedem mesin, dan nglemesin punggung… Saya telpon ponakan yg tinggal tidak jauh dari situ utk nemenin riding ke atas. Siiip..janjian ketemu di jalan utama menuju Ciapus.

Ngadem dulu..

Suasana di Bogor Nirwana masih sepii.. ya iya laah…masih pagi banget pengunjung belum ada yang datang. Plus bulan puasa yang pergi rekreasi juga berkurang..

masih pagi masih sepii..

Jalanan menuju Ciapus dan lanjut ke arah gunung Bunder lumayan mulus. Tidak terlalu luas..dan berliku turun naik khas jalanan di pegunungan. Jalan nyantai menyusuri jalan meliak-liuk, menikmati hijaunya alam sekitar plus segarnya udara pegunungan..hmmm..sungguh menyenangkan. Persinggahan pertama adalah Curug Nangka. Dari jalanan utama dr arah Ciapus berbelok ke kiri tepat di pertigaan Bogor Hotel & Resort (kalo gak salah inget namanya..masih baru niih).

Jalannya kecil dan agak rusak, bayak batu-batu yang sudah terlepas karena aspal yang sudah terkupas. Tempatnya kira-kira hanya 1,5 km (gak sempat ngukur) dari pertigaan. Begitu masuk pintu gerbang dg membayar Rp. 21rb utk 2 orang & 2 motor, kita langsung berada di tengah-tengah rimbunnya hutan pinus. Saat kami datang suasana sepi banget. Ada beberapa motor parkir, tapi entah punya pengunjung atau punya pemilik warung2 di situ. Saat masuk tempat ini saya teringat tempat wisata monyet di dekat Parapat, pinggir danau Toba. Suasana hutannya mirip banget.

Teduh..adem...hijau..!

Saya lihat parit2 di situ kok kering semua..apa memang lagi kering ya air terjunnya..? Kebetulan ada pencari rumput yang turun dari arah curug, tanya dia aja.. Ternyata memang curugnya lagi kering..ada sih ngalir tapi keciiil. Ya deh..gak usah terusin jalan ke atas, wong yg mau dilihat lagi kering. Ngobrol aja di warung kopi, sambil menikmati dinginnya udara gunung.

Jalan menuju Curug Nangka dari tempat parkir..nyaman !

Puas di situ, kami lanjut ke arah curug Luhur.. Curug ini terletak tidak jauh dari curug Nangka. Hanya beberapa menit dengan berkendara santai…tempatnya persis di samping jalan utama. Jd gampang di jangkau.

Kami tidak masuk ke area curug, hanya melihat sekilas dari atas motor dan terus lanjut jalan ke arah gunung Bunder. Perjalanan ke gunung Bunder mungkin lain kesempatan saja.. Masih banyak tempat-tempat wisata di daerah ini yang layak dikunjungi. Saat kembali saya berpapasan dengan banyak mobil pribadi dan bus wisata. Kelihatannya mereka wisatawan yang akan mengunjungi tempat-tempat di sekitar sini.

Saya kembali ke BSD setelah singgah dulu di rumah kakak di daerah Cimanglit, daerah setelah Ciapus arah ke Bogor. Puji Tuhan, berkat pimpinan dan perlindunganNya sekitar jam 12:30 saya sudah sampai di rumah dengan selamat, dan langsung parkir di garasi. Eiit..foto narsis dulu donk..!

Perjalanan singkat yg menyenangkan..siip..!!

About lexyleksono

A man from the country side of Jember - East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog simply I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards, Lexy Leksono Email : lexy.leksono@yahoo.co.id or lexyleksono@gmail.com Phone : 08129668128 or 087877408314
This entry was posted in Travelling, Tujuan Wisata and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Solo Riding ke Lereng Gunung Salak

  1. gary says:

    hahaha…nice oom lexy…sori gak bisa nemenin yah….:D

    Like

  2. gary says:

    siap aja kita mah…hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s