Motorcycle touring – first day in Yogyakarta

Brothers & sisters…., melanjutkan cerita touring sebelumnya ya.. Tgl. 15 Agustus pagi saya bangun jam 5 pagi dengan tujuan bisa meninggalkan hotel jam 6 pagi dan langsung menuju Yogyakarta. Setelah mandi dan berpakaian jam 6 saya sudah siap untuk berangkat, namun perut belum terisi apa-apa selain air putih. Tempat makan di hotel baru buka jam 6 tepat. Jadi saya sempatkan untuk sarapan dulu, toh ini sarapan gratis sayang kupon nya kalau gak dimanfaatkan. Selesai sarapan, jam 6:30 saya dan si Kanijo meninggalkan hotel langsung menuju Jogja. Karena sudah pengalaman nyasar, di persimpangan saya perhatikan betul-betul petunjuk arah ke Solo / Jogja.

Jalanan dalam kota Semarang jam segitu sudah ramai dan baru terasa lengang setelah berada agak di luar kota. Jalanan ke arah Selatan yang saya lalui terus menanjak, si Kanijo enak saja diajak melibas jalanan menanjak, sepertinya tidak terasa ada yg berat, enteng saja dia melibas jalanan. Kira-kira 20 menit perjalanan, saat berhenti di lampu merah saya melihat dari spion sebuah moge di belakang saya. Berboncengan, nampaknya suami istri. Saya pikir kami akan jalan bersama-sama karena dia sempat mendekat. Tetapi setelah beberapa lama jalan mereka semakin jauh tertinggal dan akhirnya tidak terlihat lagi.

Si Kanijo berlari tidak terlalu kencang tetapi memang lebih kencang dari kebanyakan motor dan mobil yg sedang melaju searah. Di depan ada terlihat sebuah motor scutik besar, lagi-lagi berboncengan laki-perempuan. Saya hanya beberapa saat berada di belakangnya, si pengendara moge matik ini memberi isyarat ke saya supaya mendahului. Ya sudah, saya dengan melambaikan tangan saya mendahului mereka, mereka sambut dengan acungan jempol. Apa aku terlalu kencang ya… ah gak juga di spidometer kecepatan hanya 85 – 90 kpj kok.

Tiba di persimpangan Bawen saya mengambil arah ke kanan menuju arah Magelang. Jalanan pertama lebar tetapi kemudian agak menyempit. Melewati jalan berliku saya sangat menikmati nya. Dari spion saya melihat ada motor R15 berboncengan juga, mereka terus menempel di buntut si Kanijo. Saya tetap jalankan si Kanijo di kecepatan sedang 70 – 90 gak pernah lebih. Ini berlangsung terus agak lama juga R15 ada di belakang, sampai masuk kota Magelang. Naah di kota Magelang saya bertemu dengan pengendara Royal Enfield tua, plat nomor Jakarta dan membawa tas seperti halnya saya. Saya memperlambat si Kanijo, si R15 mendahului membunyikan klason dan memberi acungan jempol, saya juga membalas dg acungan jempol. Saya mendekati Royal Enfield yang berjalan lambat di kecepatan 50-an kpj. Si pengendara yg sudah berumur melihat ke saya dan memberi salam dg senyum dan tawa “mau ke Jogja..?” Iya pak. Yuk bareng, katanya. Saya membuntuti dg sabar sampai keluar kota Magelang menuju Jogja. Karena saya sudah janji sampai di Jogja sekita jam 8:30, saya gak mungkin terus menemani Royal Enfield ini. Saya pun pamit untuk duluan..

Sekitar jam 9 saya masuk kota Jogja tepatnya di Malioboro, lupa alamat teman yg saya tuju. Nyari tempat berhenti kok susah di Malioboro, jalan terus sampe muter masuk lagi Malioboro. Akhirnya saya parkir di trotoar di mana banyak motor2 pada parkir dan minum dawet dulu sambil menghubungi teman saya. Puas minum dawet saya langsung menuju rumah teman saya itu yg ternyata di daerah Kuncen gak jauh laah.

Sampai di rumah istirahat dulu sambil bikin rencana riding hari ini. Kami putuskan untuk riding ke selatan menyusuri jalan-jalan di wilayah selatan Yogya. Berdua kami keluar rumah, kini si Kanijo punya teman sebuah motor HD guedhe bener hehe. Mas Bambang sang pengendara HD ini sdh pernah juga riding bareng saya sebelumnya. Waktu ini saya pake si Ninjo.

Kami jalan si HD di depan saya dan si Kanijo mengikuti dari belakang. Kami ke Parangtritis, tapi tidak ke pantainya. Kami mengambil arah ke kiri melewati jalan kecil menanjak. Terus menyusuri jalan ini, enak banget jalannya dan sepi kendaraan. Ada banyak tikungan, turunan dan tanjakan.

20150815_124535a

Saya rupanya masih harus membiasakan diri menikung dengan si Kanijo. Dua kali menikung sampe footstep nggasruk ke aspal, padahal perasaan gak miring-miring amat. Kami akhirnya sampai ke pantai Baron..wuiih rame banget ternyata pengunjungnya. Gak jadi masuk kami lanjut sedikit ke pantai Kukup (kalo gak salah), ternyata antrian mobil yang mau masuk udah panjang.

Ya udah kita cari makan aja ke tempat lain. Perjalanan lanjut agak jauh sedikit ke Semanu.Tadinya pengin makan ikan bakar di dekat pantai, tapi karena rame banget pindah tempat lain saja…

20150815_130537-1a

Naah di sini kami berhenti di warung makan Sego Merah yang uenak pol. Ini dia penampakan warungnya.

20150815_140558_001a

20150815_150227a

Kami memesan es kelapa muda utuh untu minum nya. Makanannya di hidangkan sayur komlit, ayam goreng dan sambel duuh nikmatnya…jian top tenan. Sayur tempe dg lombok diiris kecil-kecil duuh uenake rek..!!

20150815_140957a

Puas menikmati hidangan dan berlama-lama di sini, kami lanjutkan perjalanan kembali menyusuri jalan yang kami lewati tadi. Namun sekarang kami mengarah ke barat untuk menyusuri jalan menuju jalan Daendles. Sore itu memang gak begitu rame, di suatu ruas jalan yang sepi dan lurus HD tiba2 kenceng, terpaksa si Kanijo mengikuti lho kok 120 kpj lebih… waah ini pertama kali nya si Kanijo saya geber sampe begitu cepat. Untung hanya sesaat saja, kemudian kembali ke kecepatan 80-an kpj.

Di jalan Daendles kami hanya foto2 mengabadikan matahari senja yg sudah mau tenggelam.

20150815_172624a

20150815_172026a

Selesai berfoto-foto kami mengarah pulang kembali ke Jogja melalui Wates. Sampai di rumah sekitar jam 7 malam, kami istirahat dan ngobrol2 merencanakan perjalanan besoknya… lanjutan nya besok ya…

About lexyleksono

A man from the country side of Jember - East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog simply I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards, Lexy Leksono Email : lexy.leksono@yahoo.co.id or lexyleksono@gmail.com Phone : 08129668128 or 087877408314
This entry was posted in Jogjakarta, motorcycle touring, traveling and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Motorcycle touring – first day in Yogyakarta

  1. kusnanto says:

    mantab bener…enaknya ya naik motor cc gedhe, beberapa puluh /ratus kilo meter ga terasa, naik-menanjak enteng wae, ga ngebayang jika naik bebek…ditunggu terus ceritanya Om…its my town.

    Like

  2. okil says:

    seru ceritanya,.serasa saya yg turing.hehehe.,.btw kanijo pas di jalanan macet panas mesin nya kaya HD ga om?review bbm nya jg dong?thanks

    Like

  3. wtf170 says:

    asiknyaaa….

    Like

  4. nbsusanto says:

    lah JJLS gunungkidul via parangtritis memang asik om.. sampe jalur daendels pula.. trus lewat bantul via jembatan srandakan bukan? kalo iya berarti lewat deket rumah saya om.. :mrgreen:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s