Kesan bersama Harley Davidson XR1200

Brothers & sisters….,  pecinta roda dua pasti tahu merk motor Harley Davidson atau HD, motor yang asal negari Uncle Sam yang tersohor di seantero bumi ini. Sosok nya besar, gagah dan umumnya bersuara menggelegar. Sekalipun banyak yang tahu, tetapi tidak banyak biker negeri ini yang berkesempatan untuk menunggangi nya apalagi memilikinya. Faktor harga yang sangat mahal untuk yang resmi full paper membuat hanya kalangan tertentu yang mampu memilikinya. Karena itu alangkah beruntungnya saya yang berkesempatan untuk dapat bersama-sama sebuah motor HD walau hanya beberapa hari saja.

Ketika malam-malam diantar oleh mas Dyan Isnomo (pemilik) saya penasaran untuk langsung mencobanya sebelum menyimpan ke garasi. Saya kaget karena terasa banget handling nya kacau. Motor tidak bisa tenang, bagian belakang seperti ngebuang ke kanan dan ke kiri. Saya berpikir, ini motor kok susah banget handling nya, motor kayak gini kok dibeli to mas..mas..! Besok nya saya masih penasaran, saya keluarkan motor dan mulai cek ban belakang. Woooow…lha wong ban nya kurang angin gini pantesan susah. Pelan-pelan meluncur ke pompa bensin dekat rumah, isi full tank dan isi angin. Bener ban belakang tekanan nya cuma tinggal 11, duuuh…. pantes geyal-geyol.

Full tank & full angin saya meluncur di jalanan, sosok HD dengan suara mengguntur membuat semua mata menengok…(bangga jg jadi perhatian, walau bukan motorku haha..). Di jalanan BSD yang luas dan bagus saya berani pelintir gas…waaah sangat ganas, ini mesin 1200cc top banget respon nya. Sadar akan keganasan mesin si XR dan bobot nya yang berat, saya menahan diri. Lebih baik saya santai saja menikmati duduk santai di atas jok si berat.

Ketika tiba dibelokan si XR1200 ternyata bukan lah motor yang enak untuk ditekuk, beda dengan Vulcan saya yang enak aja tekuk sana tekuk sini. XR1200 terlalu berat untuk saya ajak belok, akhirnya ya pelan-pelan saja beloknya. Di pinggiran BSD ada jalan sepi yang akan meliuk, saya mencoba untuk sedikit menekan agar si XR mau miring dikit, waaah… nyerah saya gak berani lanjutkan, berat bak menekuk seekor badak. Dalam hati saya, ini motor bukan untuk saya, ganas tetapi terlalu berat dan terlalu kaku. Atau mungkin karena belum terbiasa..?? mungkin juga siih.

O ya, motor yang saya coba ini sudah mengalami perubahan posisi foot peg nya. Aslinya posisi nya agak ke belakang seperti posisi foot peg motor2 sport naked pada umum nya. Yang ini sudah dipindah posisi nya ke depan layak nya motor-motor cruiser.

Motor HD XR1200 ini termasuk yang tidak banyak populasi nya, karena itu layak untuk dijadikan motor koleksi. Sekalipun umurnya sudah tergolong tua, harga tetap saja mahal dan gengsi nya tetap tinggi.

 

About lexyleksono

A man from the country side of Jember - East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog simply I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards, Lexy Leksono Email : lexy.leksono@yahoo.co.id or lexyleksono@gmail.com Phone : 08129668128 or 087877408314
This entry was posted in motor Harley Davidson, Motor Sport, sport bike, Test Motor Baru and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kesan bersama Harley Davidson XR1200

  1. wah, aku juga pengen kopdaran sama Om Dyan Isnomo Om Lex, mantap review XR-nya 🙂

    Like

  2. Har_leys says:

    manteb… HD emang beda

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s