Banyak nya jumlah sepeda motor menyebabkan kemacetan? Masa siih..?

Brothers & sisters…., muncul pro dan kontra dengan kebijakan pelarangan sepeda motor melintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta. Yang pro dengan larangan itu mungkin pengendara mobil yang sebel dengan kelakuan sebagian pengendara sepeda motor yang tidak tertib, selap-selip, gak sabaran, gak mau antri, dll.. yang “katanya” terus bikin macet. Yang kontra umumnya mereka yang mengandalkan sepeda motor untuk alat transportasi sehari-hari.

Jl. Sudirman

Sebagai pengguna mobil pribadi dan juga penunggang sepeda motor, saya berpendapat rencana pelarangan sepeda motor melintas di beberapa jalan protokol tersebut sebaiknya ditinjau ulang. Studi dan kajian secara mendalam sebaiknya dilakukan terlebih dahulu. Apa sebenarnya penyebab kemacetan di jalan-jalan protokol di Jakarta, apa benar sepeda motor penyebabnya? Apa bukan karena terlalu banyak nya mobil dan kendaraan besar lainnya? Lalu apa dampak nya ke masyarakat banyak jika pelarangan itu diterapkan? Apa sudah ada kendaraan pengganti / kendaraan umum yang layak untuk mereka yang terpaksa memarkir motor nya di tempat lain untuk menuju ke tempat yang ada pelarangan motor masuk? Apa ada tempat parkir yang memadai untuk para pemotor tersebut? Dampak ekonomi masyarakat pemotor yang harus mengeluarkan uang extra untuk ongkos kendaraan umum dan bayar tempat parkir? Apa benar kalau tidak ada motor yang melintas jalanan menjadi lancar..????

Jangan dijawab “itu karena sudah ada perda dan sekarang mau diterapkan” itu bukan jawaban yang baik dan bisa diterima masyarakat.

Di kota-kota kecil di mana mobil tidak terlalu banyak, masyarakat banyak yang memakai sepeda motor. Apakah ada kemacetan di kota-kota itu..?? Di kampungku jalanan kecil-kecil yang punya mobil hanya beberapa rumah saja, tetapi hampir setiap rumah pasti punya motor 1 atau 2 unit. Masyarakat kemana-mana mengandalkan sepeda motor. Apa ada kemacetan..?? babar blas tidak pernah.

Legaaa…

Balik ke Jakarta, lihat itu jalan tol dalam kota atau JORR sama sekali gak ada motor lewat, macet gak..?? Macet juga Om..!! parah malah.

Sebagai penunggang motor saya tahu persis perasaan pengguna motor, bagaimana jalan dipenuhi mobil-mobil yang merayap hingga hanya menyisakan ruang sempit untuk motor bisa lewat. Kadang-kadang malah tidak ada ruang tersisa. Motor cuma butuh 2 meter doang dari puluhan meter lebar jalan Sudirman – Thamrin atau Rasuna Said. Yang 2 meter ini pun kadang tidak didapatkan karena penuh dengan mobil. Maka terpaksa motor selip sana selip sini mencari jalan. Sekarang mau diambil semua..?? Apakah itu kebijakan yang sehat..??

Saya melintas di jalan-jalan sempit dengan mobil dan juga motor, jalan-jalan itupun penuh dengan mobil-mobil pribadi. Kalau sedang naik motor tidak jarang saya dan penunggang motor lain ambil gang sempit yang gak bisa dilewati mobil, tahu gak.. di situ lancar jaya..!! Jadi apakah sepeda motor yang menjadi biang kemacetan..??

Mari dipikirkan jalan yang lebih bijaksana..!!

 

 

About lexyleksono

A man from the country side of Jember - East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog simply I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards, Lexy Leksono Email : lexy.leksono@yahoo.co.id or lexyleksono@gmail.com Phone : 08129668128 or 087877408314
This entry was posted in angkutan masal, Tranportasi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Banyak nya jumlah sepeda motor menyebabkan kemacetan? Masa siih..?

  1. budi says:

    kebijakan yang tidak bijak.

    Like

  2. Bajigur bandrek nikmat says:

    Macet karena kebanyakan mobil lah (Sorry kenyataan. Gue biker dan kadang pake mobil pribadi). Motor juga ngaruh bikin macet kalau gak tertib. Macet juga dikarenakan transportasi umum masal yang gagal menarik perhatian.

    Liked by 1 person

  3. sandal jepit says:

    Cocok bos, aturan dihitung dari volume ruang atau smp kalo nggak salah shg bisa ditetapkan kebijaksanaan, mgk dibuat macam ganjil genap, ganjil utk mobil dan genap utk motor,

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s