Plus minus Solo riding Jakarta – Semarang

Brothers & sisters…, tanggal 19 Juli yang lalu saya melakukan solo riding dari rumah di BSD Tangerang Selatan ke Semarang dengan menggunakan si Kanijo (Vulcan S 650). Ini adalah kali ke dua saya bersama si Kanijo ber-solo riding dari Jakarta ke Semarang. Yang pertama dulu waktu si Kanijo masih gress baru 2 minggu di rumah. Jika yang pertama dulu saya berangkat dari rumah jam 3:30 pagi sampai di hotel di Semarang sekitar 2:30 sore, kali ini lebih cepat berangkat di waktu yang sama dan tiba di hotel Semarang jam 1:30 siang.

Si Kanijo sudah siap untuk berangkat.

Kondisi jalan berkontribusi banyak sehingga saya bisa lebih cepat sampai. Yang terakhir ini kondisi jalan bagus dan lancar di sepanjang perjalanan. Tidak ketemu macet sama sekali sehingga saya bisa memacu si Kanijo tanpa hambatan. Saking lancar dan asyiknya kadang-kadang malah heran sendiri, lho udah sampe sini.. Rencana saya tadinya makan siang di Tegal, ternyata masih belum jam 10 sudah tiba di Tegal. Jadi ya lanjut terus sampai di Gringsing baru berhenti makan siang.

Istirahat, ngopi dan sarapan di daerah Losari.

Saya senang berkendara sendirian alias solo-riding, tetapi juga tidak menolak untuk riding bersama-sama grup rame-rame. Kalau dibandingin lebih suka mana, saya lebih suka riding sendirian atau kalau grup ya grup kecil aja 2 sampai 4 rider. Ada plus & minus nya riding sendirian.

Plus nya:

Pertama: bebas mau cepat atau lambat tidak perlu mikir kawan lain kesal karena terlalu lambat atau stress karena terlalu cepat. Lha wong sendirian yo sak karepku dewe iso banter yo banter, pengin alon-alon yo alon.

Kedua: bebas mau berhenti mampir ke mana saja dan kapan saja. Tiap pengin berhenti foto ya berhenti jeprat-jepret berselfie manis kalau perlu. Pengin lama-lama menikmati pemandangan sawah yang hijau dan merasakan semilirnya angin ya monggo ae. Ketemu bakul dawet pengin minum ya langsung minggir, pengin makan ya tinggal menggok ke warung.

Istirahat makan siang sambil mendinginkan mesin si Kanijo

Ketiga: bisa mengatur waktu dengan leluasa tanpa terhambat oleh kawan-kawan lain. Dari pengalaman riding bersama rombongan biasanya waktu istirahatnya lebih lama dari pada waktu ridingnya. Ada masa tunggu-tungguan, terkadang ada aja yang pengin berlambat-lambat dan berlama-lama. Lha kalau sendirian kan bebas dan kalau saya biasanya istirahat secukupnya tidak berlama-lama.

Tiba di parkiran hotel di Semarang

Dan masih banyak plus-plus yang lain..

Minusnya:

Pertama: gak ada kawan yang diajak ngobrol selama perjalanan. Ya paling-paling ngobrol sama siapa yang ditemui di jalan aja. Gak bisa cerita seru-seruan guyon ledek-ledekan tentang yang dialami di jalan. Jadi ada juga rasa kesepian nya.

Makan siang di daerah Gringsing, sendirian ajaa..

Kedua: kalau ada masalah ya terpaksa harus ditangani sendiri, syukur-syukur ada orang sekitar yang menolong. Tapi masyarakat kita umumnya suka menolong jadi tidak usah terlalu kuatir juga sih.

Ketiga: gak ada yang diminta jaga barang kalau lagi harus meninggalkan motor, misal pengin ke toilet. Gak ada yang diminta fotoin kalau lagi pengin bergaya di depan kamera hehe..

Kalau rame-rame begini ada yang fotoin kita tinggal nggaya

Dan masih ada minus-minus yang lain..

Ya, tergantung masing-masing pribadi sih lebih suka riding bareng-bareng atau sendirian. Ada yang tidak mau / berani kalau riding sendirian, ada yang lebih menikmati kalau sendirian. Ada yang tidak suka sendirian tetapi juga tidak suka kalau bersama rombongan besar. Solusinya ya nyari teman mungkin bisa berdua, bertiga atau berempat.

Hal yang perlu diperhatikan entah riding sendirian atau riding bersama rombongan adalah kesiapan fisik dan kesiapan kendaraan. Riding jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang prima. Pakaian riding sebaiknya yang memadai dan berprotektor. Demikian juga kondisi motor harus prima untuk perjalanan jauh. Cek semua perangkat pengereman, lampu-lampu, kondisi ban dan tekanannya. Saya selalu bawa motor untuk diservice dulu sebelum perjalanan jauh.

Jangan lupa juga surat kendaraan dan SIM. Di daerah Pemalang sempat ada razia semua motor, saya tunjukkan SIM dan STNK, pak polisi memeriksa sambil melihat si Kanijo. “Hati-hati di jalan pak” kata pak polisi sambil mengembalikan SIM dan STNK saya tidak lupa sambil tersenyum.

 

 

 

 

About lexyleksono

A man from the country side of Jember - East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog simply I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards, Lexy Leksono Email : lexy.leksono@yahoo.co.id or lexyleksono@gmail.com Phone : 08129668128 or 087877408314
This entry was posted in cruiser bike, Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, Motor Touring, motorcycle touring, traveling and tagged , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Plus minus Solo riding Jakarta – Semarang

  1. Wilicandra says:

    Sadizz stamina si Om masih bisa Jkt Semarang sekali jalan 12 jam kuranh. Kalau boleh tahu usia skrg brp Om? Malu saya nih hahahahaha….

    Like

  2. Santoso says:

    terakhir jakarta semarang , 5 thn lalu, berangkat pagi jam 6 , sampai simpang lima jam 6 sore , jalan sendiri sambil mendengarkan RRI di earphone 😂 alon alon aee , sekarang pungung dah ngk.kuat faktor umur ngk bisa dibohongi sdh kepala 5 …. , semoga sehat selalu , krn sehat semakin mahal

    Like

  3. wijoyo1985 says:

    Kalau saya juga pingin sekali solo touring begini, selain kalau grup ngumpulnya agak susah, bener tulisan om Lexy di atas. Grup kecil masih oke, lebih fleksibel. Grup kecil saya aja cuma 4 rider itu ngumpulnya susah banget untuk samain jadwal touring, pada kesibukan masing2 😦
    Kumpul riding bareng aja kadang 1 bulan sampai 2 bulan sekali. Akhirnya sy seringnya touring cuma 2-3 motor. Itupun setahun 1-2 kali saja 🙂
    Hanya satu ketakutan saya kalau mogok ini motor susah kalau sendirian (z800), mau dorong ya paling 100m aja udah K.O..hehe. apalagi jalur pegunungan T_T

    Like

  4. Adit says:

    Artikel yg saya tunggu di blog om Lexy, klo baca artikel turing selalu terbawa jadi kayak ikutan turing hehehe…tapi kali ini berasa singkat banget artikelnya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s