Pembatasan motor

Brothers & sisters…, beberapa waktu yg lalu pemprov DKI melontarkan gagasan untuk memberlakukan larangan motor melewati jalan2 protokol Jakarta. Gagasan ini tentu saja mendapatkan tanggapan pro & kontra. Mengapa motor dilarang melewati jalan2 protokol ? Karena motor dianggap sebagai biang kemacetan. Apa benar demikian ? Mari kita lihat gambar dari harian Kompas hari ini.

image

Dari foto di atas, tanpa ada sebiji motor pun jalan layang itu macet. Yg bikin macet apa..? Tidak lain dan tidak bukan adalah mobil..!! Tiap hari kita bisa saksikan jalan Thamrin hingga Sudirman, di jalur cepat tidak ada satu pun motor yg melintas, tetapi jalan itu tiap sore selalu padat merayap alias macet.

Sebagai pengguna motor saya bisa merasakan tidak nyamannya berkendara motor di jalanan Jakarta. Motor2 hanya kebagian ruang kurang dari satu meter di sebelah paling kiri. Itupun msh direbut bus2 kota dan mobil2 yg mepet sampai ke trotoar. Terpaksa, sekali lagi sangat terpaksa motor2 mencari celah di antara mobil2 utk dpt lewat.

Tanpa ada motor Jakarta akan tetap macet, tapi kalau tanpa mobil saya berani bertaruh Jakarta pasti sangat lancar.

Jadi yg harus dibatasi itu jelas jumlah mobil, bukan motor. Gagasan pemprov DKI yg akan menydiakan transportasi masal sangat baik. Tetapi tanpa pembatasan jumlah mobil yg melintas akan sangat sulit mengharapkan Jakarta tidak macet.

About lexyleksono

A man from the country side of Jember - East Java, married and has one daughter. Love to travel, and to explore new things. I love motorcycles and photography. By writing in this blog simply I want to share my life journey with you all (i.e. traveling, photos, motorcycle touring, etc.). Thanks guys for visiting my blog, I hope you like it. Any comment is always welcomed. God bless you all..! Best regards, Lexy Leksono Email : lexy.leksono@yahoo.co.id or lexyleksono@gmail.com Phone : 08129668128 or 087877408314
This entry was posted in Tertib Lalulintas, Tranportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Pembatasan motor

  1. Plat (R) says:

    setuju om, kalo motor dilarang kurir musti pake mobil? trus nyampenya kapan! hahaha..
    Jian..Sobek tenan :mrgreen:
    http://tegean.wordpress.com/2014/04/09/warning-motor-dilarang-lewat-jalan-protokol-ibukota/

    Like

  2. macantua says:

    setuju om lex, 1 mobil cuma isi 1-2 orang dimensinya udah ngabisin jalan sma dengan 4-6 motor (gimana ukuran) dan motor pun kapasitas sama 2 orang…. jakarta udah terlalu sumpek… klo bisa emang angkutan massal yang nyaman dan aman harus segera ada…

    http://macantua.com/2014/04/14/enno-lerian-pun-menginspirasi-alasan-jumpstart-lorenzo/

    Like

  3. Adhitya Ramadian says:

    itu aturan hanya untuk kepentingan para petinggi dan orang-orang yang nyaman dengan mobil, apalagi 1 CAR 1 MAN

    Like

  4. dedisuryana says:

    wacana yg amat sangat keterlaluan kalo memang terealisasikan. 😦 padahal, secara dimensi, 1 mobil ukuran sedan, seperti Toyota Vios sama aja seperti 4 motor bebek.. 1 mobil sedan max 5 orang, 4 motor max 8 orang, lebih efisien motor toh? 😀 imho

    padahal yg sering “teriak” Jakarta macet adalah para pengguna mobil, yg mungkin hanya berisi 1 s/d 3 orang yg Ane liat tiap hari kalo lg nunggu di lampu lalu lintas hehehe

    Like

  5. haryudh4 says:

    Perihal cari celah saya setuju banget om… Misal pemobil kasih celah misal di lajur paling kiri, pemotor juga gak bakalan jalan zig-zag serempet kanan kiri. Tapi ya itu dia, mobil kadang antrinya juga gak rapi sesuai lajur…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s