Menikmati dinginnya udara di Namsan Tower Seoul

Namsan tower terletak di gunung Namsan di wilayah Jung-gu, merupakan dataran tinggi di mana kita bisa menikmati pemandangan kota Seoul dan sekitarnya. Siang itu, setelah menikmati hangat dan nikmatnya soup daging sapi di sebuah retoran di dekat kami menginap, kami langsung menuju Namsan dengan menggunakan taxi.

20190219_140504a

Soup daging sapi khas Korea ini disajikan dalam keadaan sangat panas / mendidih. Rasanya hambar di lidah saya, makan campur kimchi dan saus ebi asin baru terasa nikmatnya

Sebetulnya kami bisa saja naik kereta ke Namsan, tetapi dari stasiun masih harus berjalan menanjak lumayan jauh. Dalam suhu udara yang sangat dingin menusuk tulang, kami pilih taxi walaupun bayarnya lebih mahal dibanding naik kereta. Kami turun di halaman stasiun cable car yang akan membawa kami ke puncak gunung. Untuk naik cable car kami harus membeli tiket dahulu dan kemudian ngantri untuk naik cable car. Tidak pakai lama menunggu cable car pun datang, lumayan besar ternyata, bisa muat sekitar 15 orang mungkin lebih.

DSC03926a

Namsan Tower, saya foto dari dalam cable car yang membawa kami

Dari dalam cable car kita bisa melihat pemandangan di sekitar kita, dinding cable car dibuat dari kaca bening, sehingga pengunjung bisa leluasa menikmati keindahan alam dari dalam.

DSC03927a

DSC03928a

DSC03929ab

Foto-foto di atas aku ambil dari dalam cable car yang sedang berjalan, sayangnya cuaca kurang mendukung lagi kabut dan baru saja turun salju.

Begitu tiba di atas dan keluar dari cable car langsung terasa udara dingin datang menyerbu memaksa diriku bersembunyi lebih dalam di balik pakaian hangat yang ku kenakan. Suhu udara saat itu sedang minus 2 derajat celsius tetapi kami tetap happy menikmati alam dan pemandangan yang belum pernah kami jumpai (lha memang baru pertama kali ke sini). Kami beruntung karena baru saja turun salju sehingga kami bisa menikmati pemandangan salju yang bertebaran di sana sini, dahan dan ranting pohon yang tak berdaun tampak tertutup salju sebagian. Tampak petugas sedang membersihkan salju dari jalan dan halaman yang dilalui pengunjung.

DSC03903a

DSC03905a

DSC03906a

DSC03915a

Di atas sini ternyata banyak gembok-gembok dan tanda hati / cinta kasih sayang yang di cantolin pengunjung, entah berapa jumlahnya yang pasti buanyaak. Ini juga menunjukkan begitu populernya tempat ini. Memang tempatnya sangat indah cocok untuk dinikmati bersama orang-orang terkasih.

DSC03910a

DSC03913a

line_27516705523272a

Kami tidak naik ke tower nya, karena akan percuma juga saat cuaca berkabut seperti ini pandangan mata tidak akan bisa jauh. Kota Seoul pun hanya nampak remang-remang di balik kabut. Aku hanya mengabadikan pemandangan landscape di sekitar bukit yang masih bisa tertangkap lensa kamera kecilku.

DSC03921a

DSC03922a

Pemandangan taman / park yang sedang tertutup salju dengan pohon-pohon yang telah menggugurkan daun nya

Kami juga menyempatkan diri untuk mencoba pakaian tradisional Korea dari jaman kerajaan dulu (nanti di artikel lain ya..). Sempat kami ngopi dulu di Starbuck, kedai kopi yang satu ini banyak di kota2 besar Korea. Ngopi sambil istirahat dan menghangatkan diri. Sebenarnya ada beberapa restoran di sekitar Namsan tower ini, tetapi Starbuck yang paling kami kenal dan udah tahu persis rasanya. Setelah ngopi kami melanjutkan berkeliling taman sambil foto-foto tentunya.

DSC03917a

DSC03920a

Main salju bikin, boneka salju

line_27383566197965a

line_27395825363633a

Biar seperti di film-film itu

Pohon natal dalam foto di atas terbuat dari kumpulan gembok dan tanda hati yang disusun membentuk pohon natal, sungguh luar biasa.

Tidak terasa kami sudah berjam-jam di tempat ini, hari sudah menjelang malam ketika kami menuruni bukit ini dengan cable car kembali. Kami tidak mengambil taxi untuk kembali ke penginapan, kami berjalan menuju stasiun kereta dan memilih MRT untuk melanjutkan berburu kuliner malam itu.

Posted in Daerah wisata, Daerah wisata Korea, landscape photography, nature photography, Pemandangan Alam, south korea, tempat wisata, Tourist destination, traveling, wisata alam | Tagged , , , , | Leave a comment

Suatu pagi di Haeundae

Pagi itu aku terbangun jam 6 pagi, ku intip jendela masih terlihat gelap di luar sana. Udara dingin menyeruak masuk ketika jendela sedikit kubuka, segera kututup kembali agar Udara kamarku tetap hangat. Jam 8 pagi kulihat suhu udara luar melalui aplikasi di HP-ku, yes.. it’s 6 derajat Celsius, cukup hangat dibanding kemarin-kemarin. Akupun semangat untuk pergi ke pantai untuk menikmati hangatnya sinar sang surya.

DSC04065a

Gunam-ro tampak masih belum banyak lalu Lalang orang pagi itu

Aku segera mengenakan pakaian hangat, cukup memakai base layer, kaos oblong dan jaket tebal. Coat yang selalu kupakai beberapa hari ini aku tinggalkan karena suhu udara masih di atas 5 derajat, lagian jaket lebih ringan dan nyaman dipakai.

Aku segera bergegas ke luar hotel menuju Gunam-ro (jl. Gunam), jalan Utama yang selalu aku lewati untuk ke pantai Haeundae.

DSC04149a

Masih pagi, tetapi restoran ini sudah ramai. Ada 3 lantai namun pengunjung masih harus ngantri sampai di luar resto.

Sinar matahari terasa hangat, namun terpaan angin dingin tetap memaksa aku segera memakai kupluk yang menutupi pipi dan telinga. Tampak beberapa anak muda berjalan bergerombol, entah mau ke mana atau dari mana mereka. Haeundae beach terletak sekitar 1 km dari hotel aku menginap, jadi jalan kaki adalah yang paling pas untuk menuju ke sana. Sepanjang jalan aku menikmati pemandangan jalan yang masih relatif sepi. O ya, Gunam-ro merupakan jalan yang mengutamakan pejalan kaki, sebagian besar jalan adalah untuk pejalan kaki, mobil hanya diberi satu lajur saja.

DSC04151a

Pemandangan indah ke arah gunung

Di salah satu gang di jalan ini terdapat tempat-tempat makan yang khusus menyediakan masakan dari ikan. Ada juga toko buah dan kios-kios makanan lain. Kami selalu menyempatkan diri untuk makan di tempat ini, masakan ikan khas Korea, khas Busan tepatnya.

DSC04146a

Di jalan sempit ini terdapat banyak restoran yang menyajikan masakan ikan seperti belut laut, kerapu, kakap, kerrang, dan lain-lain

Aku terus berjalan menyusuri Gunam-ro sambil mengambil foto-foto menggunakan kamera saku. Akhirnya sampailah aku di pantai Haeundae yang cukup terkenal di Busan. Pantai ini cukup luas dan panjang, selalu ramai pengunjung baik pagi, siang, sore maupun malam.

DSC04139a

DSC04141a

Aku berhenti sejenak untuk menikmati hangatnya sinar mentari dan tiupan sepoi angin dingin. Pemandangan pantai yang bersih, orang-orang yang berlalu-lalang, anak-anak yang bermain mengejar burung-burung yang banyak di pantai, membuat aku betah menikmatinya dan mengabadikan dengan kameraku.

DSC04136a

Siluet diriku yang sedang menikmati pemandangan pantai Haeundae. (foto menggunakan self-timer)

Banyaknya burung laut yang sedang bersantai di pasir membuat aku tertarik untuk mengabadikan mereka. Lagian burung-burung itu tampak tenang-tenang saja walau didekati manusia. Ini kesempatan untuk memotret burung-burung itu dari dekat, pikirku.

DSC04085a

DSC04132a

Aku mendekati kelompok burung-burung itu dari jarak sekitar dua meter dan mengambil foto mereka.

DSC04094a

Tampaknya mereka sedang menikmati hangatnya sinar matahari, ada yang terkantuk-kantuk juga..

DSC04128a

Yang satu ini malah dengan santainya duduk di pasir tepat di depanku. Mungkin dia tahu aku hanya ingin memotretnya hingga dia tidak takut sama sekali.

Ketika suhu udara mulai naik, kulihat di HP ku suhunya sudah 8 derajat celcius, sinar matahari pun sudah terasa lebih hangat menerpa wajahku, aku putuskan untuk kembali ke hotel. Aku pun bergegas kembali menyusuri Gunam-ro. Masih sempat ku ambil beberapa foto di jalan ini.

DSC04143a

Jalan yang tadi sepi, sekarang sudah ramai orang berlalu-lalang

Posted in Beach, beautiful scenery, Birds, Busan, Busan tourist destination, Busan travel destination, busan traveling, objek wisata, Pantai, Pemandangan Alam, traveling, Tujuan Wisata | Tagged , , , , | Leave a comment

Pemandangan sore hari di sebelah kampungku

Pemandangan kampung selalu memberi keindahannya tersendiri, terlebih apabila itu adalah kampung kita sendiri dimana kita setidaknya pernah menjadi bagian dari kampung itu. Setiap mengunjungi kampung halaman saya selalu membuat foto dari tempat-tempat yang berbeda. Beberapa foto ini menggambarkan keindahan pemandangan di sisi selatan kampungku.

Pemandangan sore hari saat matahari terbenam, apik tenan to..!

Gerobak pengangkut, digunakan untuk mengangkut segala macam. Sangat berguna bagi para petani di kampung

Seorang bapak sedang mengangkut kayu bakar dengan menggunakan keranjang yang dipasang di sepeda motornya

Pemandangan seperti di atas hanya dijumpai di kampung. Dari puluhan tahun yang lalu ketika saya masih kecil ya seperti itu landscape nya tidak berubah. Bagi yang tinggal di kampung sana tentunya pemandangan seperti itu sudah biasa. Bagi saya yang sudah lama meninggalkan kampung, hal-hal seperti itu membawa nikmat tersendiri.

 

Posted in beautiful scenery, fotografi, landscape photography, nature photography, Pemandangan Alam, Photography | Tagged , , , | 8 Comments

Vulcan Riders Indonesia (VRI) peduli masyarakat terkena tsunami Banten & Lampung

Brothers & sisters…, sebagai bagian dari masyarakat Vulcan Riders Indonesia (VRI) turut merasakan kesengsaraan rakyat Banten dan Lampung yang terkena bencana alam beberapa waktu yang lalu. Karena rasa empati itu VRI menggalang dana dan bantuan untuk disalurkan kepada masyarakat yang terkena dampak tsunami di wilayah Banten.

img-20181229-wa0031

VRI tidak sendirian, beberapa komunitas motor ikut membantu menyumbangkan dana dari para anggota, di antaranya Forkom Kawasaki 650, NSFO, komunitas Z900 dan mendapat dukungan penuh dari dealer motor Kawasaki Super Sukser Motor Tangerang.

20181229_062822

Foto ebelum berangkat ke Banten membawa bantuan yang sudah dimuat di mobil box.

Dana yang terkumpul dari kawan-kawan bikers ini sebagian dibelikan bahan-bahan makanan pokok, tenda, selimut dan lain-lain. Sebagian diserahkan dalam bentuk tunai untuk dipergunakan sesuai dengan keperluan masyarakat.

img-20181229-wa0010

Bawa amplop isi uang tunai untuk diserahkan kepada masyarakat korban bencana. Amaaan.

Ini adalah yang ke dua dalam waktu yang relatif berdekatan VRI dan kawan-kawan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana alam. Sebelumnya VRI juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Sulawesi barat yang terkena bencana gempa bumi.

img-20181229-wa0060

Dalam perjalanan ke Banten, rehat sejenak.

Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi para korban bencana. Terimakasih untuk semua rekan-rekan VRI, Forkom Kawasaki 650, Z900, NSFO, Klan 650 dan Super Sukses Motor atas partisipasinya. Semoga Tuhan mengembalikan berkat belipat kali ganda bagi kita semua.

Posted in Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, Vulcan 650, Vulcan S | Tagged , , | Leave a comment

Photos from a Christmas tree

These photos were taken during Christmas celebration at our church.

IMG_9771aIMG_9775a

IMG_9769a

 

Posted in Christmas time, fotografi, Photography, Uncategorized | Tagged , , , | 2 Comments

Year-end ride bersama Versys 250

A lone rider, itulah saya bersama si Vera pada tanggal 31 Desember 2018. Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2018, beberapa jam lagi tahun akan berganti dari 2018 menjadi 2019. Selagi ada waktu berfoto dengan si Vera di 2018, kita meluncurlah mencari spot foto yang baik.

IMG_9789aIMG_9791aIMG_9792a

Sudah terlihat seperti lagi offroad kan?

 

 

 

 

Posted in kawasaki adventure, landscape photography, motorcycle touring, Uncategorized, versys 250 | Tagged , , , | Leave a comment

Beautiful scenery at Danau Kembar

Danau Kembar is located in Solok, West Sumatera. This is my second visit to this beautiful lake. A bit unfortunate because it was cloudy and heavy rain was coming. So I took some quick shots and here they are:

DSC03288aDSC03293aDSC03310aDSC03313a

 

 

Posted in beautiful scenery, fotografi, Lake, landscape, landscape photography, Pemandangan Alam, Photography | Tagged , , , , | 4 Comments