Beauty in small sizes

Taken using Samsung A8 plus a macro lens.

Posted in fotografi, Macro photography, Nature, nature photography | Tagged , , , | 3 Comments

Versys 250 makin lama makin cinta aja

My Versys 250 gagah dan ganteng

Brothers & sisters…, pagi ini giliran si Versys 250 oranye tua ini yang jadi teman menyusuri jalan jalan sepi di pinggiran BSD City. Sosok nya yang gagah menawan tidak jarang menarik perhatian para pengguna jalan. Ada yang hanya memandangi nya, ada yang mendekati dan bertanya-tanya.. Bisa dimaklumi motor ini memang belum lama beredar di Indonesia, jadi ya lumrah kalau masih banyak yang baru pertama kali melihatnya.

Versys 250 handling nya ringan, posisi riding nyaman

Versys 250 gampang dikendarai bahkan sangat gampang. Sekalipun jangkung dan dimensinya besar tetapi Versys 250 ini handlingnya sangat ringan, gampang untuk bermanuver, untuk berbelokpun nyuus….seerr…mulus. Saat berhenti Versys 250 yang berbobot 170-an kg ini sama sekali tidak terasa berat, bikin aku tetap semangat sekalipun tumitku sedikit terangkat.

Verysy 250 ini anteng saat dikendarai

Versys 250 ini sangat minim getaran nyaris tak terasa. Saat cruising santai dengan Versys 250 saya benar-benar rileks, motor anteng melibas jalan. Kalau lagi cruising santai aku sering duduk tegak dengan tangan kanan memegang setang, tangan kiri rileks di paha.. nyuantai pol pokok’e. Eeeiit….cruising nyantai di jalanan bagus ya… kalau di jalanan rusak ya gak nyantai namanya.

Versys 250 bisa kenceng juga loh..

Versys 250 ini mesin nya 2 silinder 250cc power dan torsinya cukup nendang, bisa lari kenceng tak perlu disangsikan.. tapi believe me, lebih enak dan lebih aman riding nyantai dengan kecepatan normal 60 -80 kpj daripada wass..wuss… di atas 100 kpj.

Lha kok lama-lama aku tambah cocok & cinta sama Versys 250 ini. Yo wis laah kita akan banyak menjelajah jalanan bersama-sama.

 

Posted in Adventure bikes, kawasaki adventure, Motor Touring | Tagged , , , , | 18 Comments

Calm and beautiful 

Feel so happy to be able to photograph these landscapes, so calm and so beautiful.

Posted in fotografi, landscape photography, Pemandangan Alam, Photography | Tagged , , , , | Leave a comment

Calm and beautiful 

Feel so happy to be able to photograph these landscapes, so peaceful and amazingly beautiful.

Posted in fotografi, landscape photography, Pemandangan Alam, Photography | Tagged , , , , , | 4 Comments

Menikmati riding dengan Estralla 250 ke pantai Tanjung Pakis, Karawang

Brothers & sisters…., hari Sabtu 6 Mei 2017 yang lalu saya berkesempatan untuk riding bareng kawan-kawan kantor ke Tanjung Pakis, daerah Karawang Utara. Karena kawan-kawan kantor umumnya menggunakan motor di bawah 250cc, saya memutuskan untuk menggunakan si Jlitheng. Ini juga kesempatan saya untuk merasakan jok tunggal karya kang Dedi Irawan untuk menempuh jarak lebih dari 100 km dengan bermacam kondisi jalan.

Titik kumpul di pom bensin dekat Total Buah segar di Kalimalang jam 6:30 dan akan berangkat bareng jam 7:00. Saya berangkat dari rumah di BSD jam 5:30 harapan saya 1 jam sudah tiba di tikum. Syukur lah jalannya lancar, tidak ada halangan apapun di jalan kecuali saya kelewat waktu harusnya belok kiri di Cawang, saya keterusan. Jadi terpaksa cari putaran. Tiba di tempat sudah jam 6:40, jadi kelewat 10 menit dari yang saya perkirakan. Kawan-kawan semua sudah berkumpul, rupanya saya yang paling terakhir tiba. Setelah isi tangki si Jlitheng dengan pertamax sampai full tank, jam 7:00 tepat kita berangkat, tentunya didahului dengan briefing dan doa.

Wajib selfie sebelum berangkat

Jalan Kalimalang sudah mulai padat, apalagi menjelang Bekasi tambah padat aja jalanan. Kami mengambil arah Summarecon, jalanan lebar dan mulus banget. Ini pertama kalinya saya riding melewati flyover Summarecon. Keluar dari Summarecon kami berhenti dulu di warung bubur ayam. Rata-rata kami belum sarapan, bubur ayam ini tentunya akan membuat kita kuat riding sampai ke pantai Tanjung Pakis.

Usai sarapan bubur ayam

Setelah kenyang semua, kami melanjutkan perjalanan. Beberapa kilometer jalannya banyak yang rusak dan lumayan ramai. Tetapi setelah itu jalannya lumayan bagus dan sepi. Ketika kami berhenti karena bingung mencari arah, ada seorang pengendara CBR yang baik hati. Kebetulan dia sedang riding ke arah sana dan dia sudah sangat hafal jalan ke sana. Dia bersedia jadi penunjuk jalan, jadi kita tinggal mengekor aja.

Rupanya perjalanan lumayan jauh juga, jok tunggal si Jlitheng lumayan nyaman. Ketika kaki dan pantat sudah mulai terasa gak enak saya berdiri saja. Beruntung saya sudah meninggikan stang si Jlitheng dengan memasang stang riser Coriaz dan mengatur kemiringannya sehingga untuk riding sambil berdiri pas banget untuk saya. Bisa berdiri tegak dan tangan tetap memegang stang dengan santai.

Foto dulu di pinggir kali

Sekitar jam 10 pagi kita sudah tiba di tempat penyeberangan dengan perahu. Terima kasih untuk masbro pengendara CBR yang mengantar kita sampai di sini. Motor satu-persatu naik ke perahu dan kita menyeberangi sungai Citarum yang saat itu cukup tinggi airnya. Semua selamat sampai di seberang dan kita melanjutkan perjalanan ke pantai Tanjung Pakis.

Di atas perahu penyeberangan

Jalanan yang sudah dibeton ternyata tidak sampai ke pantai, menjelang pantai kita harus melewati jalanan tanah yang tentu saja kondisinya tidak rata. Untungnya jalannya kering, kalau basah bisa main lumpur kita. Hmmm…. ini tadi harusnya saya pakai motor onta nya.. tapi oke laah kesempatan untuk nyobain si Jlitheng offroad. Kesempatan juga untuk riding sambil berdiri pelan-pelan tapi…jalannya bergelombang gak beraturan. Kasihan yang pakai Vespa pasti gasruk-gasruk tuh bawahnya. Bagi si Jlitheng ternyata enak aja untuk melewati jalanan seperti ini. Suspensi si Jlitheng sangat mumpuni, riding sambil duduk juga oke-oke aja.

Si Jlitheng yang ganteng

Pada akhirnya setelah offroad beberapa km kita sampai juga di pantai Tanjung Pakis. Langsung mencari tempat yang nyaman untuk istirahat menikmati minuman dan makan ikan bakar. Kita pilih warung mas Deni yang tempat nya terlihat bersih dan nyaman.

Pantai Tanjung Pakis ini membentang cukup panjang, pasirnya hitam dan sangat lembut. Air laut di pantai terlihat butek kecoklatan karena memang bercampur dengan pasir lembut. Sayang nya pantai ini kotor dan tidak terawat dengan baik. Pemandangan pantai jadinya juga kurang menarik. Kita lebih banyak duduk2 dan tiduran di warung dari pada pergi ke pantai nya. Ngobrol sambil menikmati minuman dan menunggu ikan bakar siap untuk disantap.

Setelah makan siang dengan menu ikan bakar dan tumis kangkung, kami bergegas untuk kembali. Tapi sebelumnya sholat dulu untuk kawan-kawan yang muslim. Sekitar jam 13:30 kami meninggalkan pantai ini untuk kembali ke Jakarta.

Perjalanan pulang relatif lancar kecuali di sebagian jalan Kalimalang yang aduhai macetnya sungguh luar biasa. Puji Tuhan saya tiba di rumah sekitar jam 18:00 setelah riding diiringi hujan sejak dari jalan Tendean hingga BSD. Berapa jauh saya menunggang si Jlitheng hari ini ? Intip trip meter menunjukkan angka 233.1 km.

masih ada bekas air hujan.. 233.1 km lumayan laah.

 

 

Posted in Beach, Kawasaki Estrella, Motor retro klasik, motorcycle touring, Pantai | Tagged , , , | 10 Comments

Photos of Dragonfly

Brothers & sisters…, these photos were taken on 1st of May 2017 at Tanjung Pasir beach area. There are many dragonflies but look alike to me.

Posted in Capung, fotografi, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , | 10 Comments

Monday morning ride to Tanjung Pasir

Brothers & sisters…., biasanya orang riding itu di hari Sabtu atau Minggu yang sekarang populer dengan istilah Saturday morning ride (Satmori) dan Sunday morning ride (Sunmori). Tetapi berhubung hari Senin yang lalu itu merupakan hari libur nasional ya saya manfaatkan untuk riding jarak dekat ke pantai Tanjung Pasir dan Tanjung Kait.

si Kanijo yang mengantar saya dan istri menikmati riding pagi ini

Duduk-duduk santai di bawah tenda di bawah pohon menikmati segarnya udara pantai

Pantai ini tidak jauh dari Serpong, waktu tempuh dengan motor dengan jalan santai sekitar 1 jam saja. Saya melewati kota Tangerang terus menyusuri jalan samping airport Soekarno-Hatta lanjut terus ke arah Teluknaga, sampai ketemu pertigaan ke arah Tanjung Pasir baru berbelok ke kanan. Terus menyusuri jalan ini sampai masuk ke Tanjung Pasir.

Memasuki perumahan penduduk di sini jalannya rata-rata jelek dan sempit, jadi ya mesti hati-hati dan sabar. Sebelum sampai di area wisata pantai ada beberapa tempat parkir yang umum nya digunakan untuk orang-orang yang mau menyeberang ke pulau seribu. Kalau kita tidak mau menyeberang ya tidak usah masuk ke sana, terus saja sedikit sampai ketemu gerbang TNI angkatan laut / Marinir. Pantai tempat wisata nya ada di wilayah Marinir ini.

Berfoto di pantai sambil menikmati matahari pagi

Setelah masuk tinggal pilih saja mau nongkrong di mana. Di pinggir pantai tersedia banyak tempat untuk duduk-duduk lesehan, tapi mesti bayar kepada pengelola setempat yg umumnya pemilik warung-warung di situ.
Tidak usah takut kelaparan atau haus selama bawa uang tunai, di sana tersedia banyak penjual makanan dan minuman. Mie rebus, mie goreng, lontong sayur, ikan bakar semua tersedia.

Pantai nya sebenarnya cukup lumayan untuk santai-santai menikmati suasana laut, hamparan pasir hitam nya cukup luas. Pasirnya sangat lembut, sayangnya kurang bersih. Walau kondisi sekarang sudah lebih baik daripada dulu tetapi masih banyak sampah-sampah plastik di sana sini. Semoga ke depan akan lebih baik lagi pengelolaannya sehingga pengunjung senang untuk datang dan datang lagi.
Dari pantai Tanjung Pasir kami kemudian meluncur ke Tanjung Kait untuk menikmati ikan & cumi bakar di tepi laut. Tanjung Kait terletak sekitar setengah jam perjalanan ke arah barat dari Tanjung Pasir. Di sana banyak  saung-saung tempat makan sea food, tinggal pilih sesuai selera.

Mampir dulu ke tempat pemeliharaan buaya di daerah Tanjung Pasir

Masakan ikan bakar, cumi bakar dan tumis kangkung sungguh pak nyuus di Tanjung Kait

Setelah makan siang kami kembali ke Serpong dengan melewati jalan raya Mauk dan masuk ke kota Tangerang terus lanjut ke Serpong. Lumayan lah short touring sekedar mengisi waktu luang.

Posted in Beach, Daerah wisata, objek wisata, Pantai | Tagged , , , | 6 Comments