Adding new lights on my bike

Sudah cukup lama sepedah saya tidak dapat sentuhan baru. Sejak beli lebih setahun yg lalu belum pernah diganti apapun. Ban belakang sudah gundul tapi belum sempat ganti sampai sekarang. Lampu-lampu sudah mati karena baterai sudah habis.

Saya membeli lampu depan baru secara online. Lampu depan saya sudah habis baterai nya dan kebetulan ada yang menjual secara online. Lampu yang saya beli ini bisa di-charge jadi gak perlu beli baterai. Begitu barang datang langsung saya charge dulu, setelah itu langsung pasang menggabtikan yang lama.

Modelnya sederhana, tetapi cukup keren. Ada beberapa opsi penyinaran, terang banget, terang dan kedip-kedip. Lampu ini penting karena saya sering sepedahan sore hingga malam. Supaya mudah terlihat lampu depan yang terang akan sangat membantu.

Lampu yang kedua adalah lampu belakang. Lampu ini cukup kecil pas dipasang garbu belakang. Dengan begitu kalau malam orang mudah melihat kita dari belakang. Lampu ini saya beli berpasangan degan lampu depan. Sekalipun kecil bentulnya, lampu ini jg menggunakan rechargeable baterai. Jadi enak gak perlu beli baterai lagi.

Foto-foto yang lain:

Posted in Adventure bikes, Bicycle, fotografi, Sepeda, sport bike, Street bikes | Tagged , , , | Leave a comment

Merubah setingan ECU Kawasaki Versys-X 250 tenaga ngisi sejak putaran rendah

Brothers & sisteres, si Vera, Kawasaki Versys-X 250 milik saya, akhirnya mengalami sedikit sentuhan di ECU nya. Ini adalah kali pertama saya kotak-katik settingan ECU motor milik saya. Lha kenapa kok settingan ECU dari pabrik dikotak-katik? Pada dasarnya pengin mencoba bagaimana kalau settingan bawaan pabrik diubah menjadi lebih galak, terutama di RPM rendah. Kebetulan ada teman pengguna VX 250 yang sudah melakukannya dan memang performa VX 250 nya menjadi lebih yahud.

Tadi pagi saya pun membawa si Vera ke bengkel Chandra Motor Sport di kawasan Curug. Bengkel ini milik bro Iwan Chandra yang banyak menangani moge-mege sport. Bengkelnya terletak di jalan raya PLP Curug, sekitar 21 km dari rumah saya.

Karena janjiannya siang, di atas jam 10, maka saya ditemani om Eddy menuju ke sana setelah jam 10. Tiba di sana saya kaget juga ternyata bengkel ini ramai dengan motor-motor sport kelas mahal. Di situ ada BMW 1200 GS, MV Agusta, Ducati Monster ada beberapa biji, Diavel jg nongkrong, Kawasaki ZX1000, Yamaha R1 ada beberapa biji, KTM, dan ada juga motor Yamaha FJR 1300 milik polisi militer yg juga dedang diservice.

Untung nya saya sudah janjian dan saat itu yang mau re-map ECU cuma VX-250 saya. Untuk re-map ECU ini yang mengerjakan bro Iwan sendiri. Kalau untuk service lain tenaga mekanik lain yang melakukan. ECU si Vera diambil kemudian dilakukan re-map menggunakan program komputer. Beberapa saat kemudian dipasang dan dicoba oleh bro Iwan. Saya kagum dengan “perasaan dan telinga” bro Iwan, dia bisa menilai kurang ini dan itu hanya dengan mendengarkan suara mesin dan mencoba menungganginya. Setelah beberapa kali dilakukan setting dan dipasang, saya disuruh coba. Saya membawa si Vera ke jalan besar dan mulai menggebernya… wuiih cuuus…cuusss… tarikan terasa ringan, tenaganya terasa ngisi lebih dari biasanya. Bagi saya settingan itu sudah OK, tapi kemudian bro Iwan yang test ride.. dan dia belum puas. Sedikit lagi oom.. masih ada yang kurang ngisi. Wow…. saya gak bisa ngrasain, pokoknya yg saya rasa sudah lebih enak ya udah hehehe.. Sekalai lagi ECU dicopot dan dibenerin setting nya. Terus tanpa dicoba lagi, dia serahkan si Vera untuk diajak pulang.

Saya nunggang si Vera dengan senyum-senyum puas.. tenaga si Vera terasa sejak kitiran mesin (RPM) rendah, nggak ngeden lagi, lebih responsif.

Sore-sore om Eddy telpon, nanyain gimana rasanya setelah dire-map ECU nya, saya jawab saya senang sekali dengan hasilnya. Dan om Eddy pun cerita kalau ECU motornya diremap lagi menggunakan settingan yang sama dengan si Vera, lebih galak dan lebih yahuud tarikannya katanya.

Posted in Kawasaki, kawasaki adventure, Modifikasi, motor adventure, Motor Touring, motorcycle touring, versys 250 | Tagged , , , , , , | 4 Comments

Photography – Butterfly on the move

It was after noon time when I saw a butterfly flying around my lime tree. I believe she was trying to lay eggs on the leaves. She is a pretty butterfly and it seemed that she would be around for a while. So I took my camera and started to have some shots.

Here they are the butterfly on the move:

A butterfly is flying around a lime tree to lay her eggs

Posted in animal photography, Butterfly, fotografi, Insect, Kupu-Kupu, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , , , | Leave a comment

Bunglon lokal ini memang mirip Iguana

Bunglon yang sering saya foto ini mempunyai penampakan mirip sekali dengan Iguana dengan barisan duri-duri dipunggungnya. Konon yang tidak mengerti menganggap binatang ini sebagai salah satu jenis Iguana dan mencoba memeliharanya atau menjualnya sebagai Iguana.

Bunglon ini ada yang menyebutnya Londok, ada yang menyebut Bengkarung Surai, mungkin ada juga sebutan lain di tiap daerah. Jenis reptil ini pandai merubah warna kulitnya menjadi mirip dengan warna benda di sekitarnya untuk menyamarkan diri nya agar tidak mudah terlihat oleh hewan pemangsa.

Reptil pemangsa serangga ini senang berada di pepohonan untuk mencari serangga kesukaannya atau untuk berjemur menghangatkan tubuhnya. Biasanya akan muncul di pagi hari saat matahari mulai bersinar hangat.

Ada satu ekor yang selalu terlihat di pohon-pohon di halaman rumah saya, ini yang selalu saya foto. Saat saya duduk di teras pagi-pagi dia biasanya muncul mencari serangga di pohon-pohon bunga. Ulat, kupu-kupu dan bahkan kecoak sering menjadi menu santapannya.

Posted in Bunglon, fotografi, Lizard, Nature, nature photography, Photography, Wild life, wild life photography | Tagged , , , , , | Leave a comment

Menciptakan foto-foto eksotis bunga setelah hujan

Brothers &sisters…, bagi yang menyukai fotografi segala sesuatu yang kelihatan bisa dijadikan target foto yang menarik. Kita sering melihat foto-foto bunga yang cantik dengan warna-warna yang indah. Beberapa hari yang lalu setelah hujan deras saya mencoba memotret bunga-bunga di halaman rumah yang masih basah oleh air hujan.

Bunga adenium terlihat indah dengan sisa-sia air hujan yang menempel. Canon 77D, 70-300 mm lens. ISO 1600, 1/1000 sec, f/5.6, aperture priority setting

Bunga Kamboja Jepang. Canon 77D, Canon 70-300 mm lens, 1/400 sec, ISO 1600, f/5.6 aperture priority setting

Hasilnya lumayan bagus bunga terlihat lebih eksotis dengan sisa-sia air hujan yang menempel. Untuk membuat foto-foto di postingan ini saya menggunakan kamera Canon 77D dengan lensa Canon 70 – 300 mm, menggunakan aperture priority setting.

Kuncup bunga adenium atau kamboja jepang. Camera Canon 77D, lensa Canon 70 – 300 mm, F/5.6, ISO 300, 1/125 detik, aperture priority setting

Saya menyukai aperture priority setting, di mana saya hanya mentukan nilai aperture nya dan ISO nya, kamera akan memilih kecepatan shutter nya sendiri. Saya menggunakan angka aperture yg paling rendah untuk mengkasilkan foto yang bokeh / background nya blur sehingga subject photo terlihat menonjol.

Bunga Soka setelah hujan. ISO 200, f/5, 1/400 detik dengan aperture priority setting

Bunga Anggrek, ISO 1600, F/5, 1/3200 detik, 70 mm, aperture priority

Senang bisa mengabadikan keindahan di sekitar rumah, lebih senang lagi bisa membagikan kepada pembaca blog. Monggo berbagi hasil jepretan nya..

Posted in Bunga, flora, Flowers, fotografi, Lensa kamera, Nature, nature photography, Photography, Photography tips | Tagged , , , , , | Leave a comment

Morning ride bersama Vulcan Riders Indonesia

Brothers & sisters…, sudah lumayan lama tidak riding bareng kawan-kawan Vulcan Riders Indonesia, tentu saja gara-gara PSBB. Kini PSBB sudah mulai diperlunak dan beberapa resto sudah mulai beroperasi kembali. Contoh nya McD Alam Sutera dan juga Lot-9 Bintaro juga sudah mulai beroperasi. Kangen kumpul-kumpul teman-teman dan riding bareng mulai bisa diobati. Pagi ini kawan-kawan VRI mengadakan riding bareng dan kumpul-kumpul melepas rindu setelah sekian lama terkurung karena PSBB.

Seperti biasa kami berkumpul di McD Alam Sutera sebelum berangkat riding bareng di sekitaran Tangerang Selatan. Lumayan rame juga yang datang sekitar 20 motor rata-rata Vulcan, tapi ada juga yang bawa HD, Honda dan Versys. Seperti biasa, canda dan tawa mewarnai setiap pertemuan kami.

Setelah semua kumpul, kami berangkat riding santai menuju restoran Lot-9 Bintaro untuk sarapan di sana. Kami telpon dahulu untuk memastikan resto ini buka dan reserve untuk 20 orang. Menjelang jam 8 pagi kami berangkat riding santai. Dari Alam Sutera ke Bintaro ada jalan yang lebih singkat, tetapi kami memilih untuk berputar agak jauh supaya ridingnya agak lamaan dikit hehe..

Tiba di resto Lot-9 sudah sekitar jam setengah sembilan. Di sana sudah ada beberapa motor dari grup lain yang juga sedang menikmati suasana kumpul-kumpul. Kami segera memesan makanan yang penyajiannya cepat, yaitu nasi goreng dan bubur ayam. Apa yang terjadi..? Ternyata pesanan sangat lama belum terhidang juga. Yang pesan bubur ayam lebih dulu mendapatkan itu pun setelah hampir 1 jam menunggu. Yang nasi goreng… 1 jam lebih belum juga siap. Harap maklum.., ini adalah hari pertama resto buka setelah tutup sekian lama gara-gara covid-19. Staff yang masuk juga belum semua, sedangkan pengunjung membludak di luar perkiraan. Akhirnya setelah lumayan kelaparan, nasi goreng pun hadir..

Pukul sebelas lebih kami baru meninggalkan Lot-9 untuk berpisah kembali ke urusan masing-masing. Senang rasanya bisa kembali bertemu kawan-kawan dalam keadaan sehat semua. Semoga kita semua tetap sehat dan dapat bertemu lagi untuk riding bareng dan bercanda tawa menikmati suasana Fun & Friendship.

Untuk melihat cuplikan video riding silahkan lihat dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

Posted in Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulcan, motorcycle touring, Vulcan 650 | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Photography – Moon photographs

Brothers & sisters…, the weather in the area where I live is not so great lately, it is almost raining every evening. Weeks ago I was hoping to have full moon shots but I was not so lucky, it was very cloudy and eventually raining. Two days ago I got the chance to see the moon, not a full moon yet but I was eager to get some shots. Especially I saw the cloud was about to take over the blue sky. It was just about after sunset, the sky is mostly still bright and blue. I think this is the blue hour I often hear and read some photographers talk about.I grabbed my Canon 77D camera, put the 70-300 mm lens on and started to shoot. I use my favourite aperture priority setting, set the aperture at the lowest number my lens get at the desired focal length. For the above photo I used 300 mm and still did some cropping to get a closer subject. ISO 1600 was used to get a nice bright photograph.

For the above photograph, I wanted to get the cloud appear in my frame, so I used a shorter focal length to cover a wider area. Gladly I still managed to get the nice blue sky and some light cloud approaching the bright shinning golden moon.Well it was fun to be able to get some shots of the moon and the sky, minutes later the cloud completely covered the moon.

Posted in beautiful scenery, fotografi, Photography, Photography tips | Tagged , , , , , | Leave a comment

Photography – afternoon cloud

Posted in beautiful scenery, fotografi, Nature | Tagged , , | Leave a comment

Beautiful Sunset at the end of Ramadan

My black Estrella 250 and the sunset, taken 23 May 2020

Brothers & sisters…, yesterday was the last day of Ramadan month. The weather was so great all day, I decided to have an afternoon ride and if all possible to take some photographs of sunset. I arrived a little early at the spot which I thought could be the best place to photograph the sunset. Not a problem, I took time to have some shots of me & my black bike, the lovely Estrella 250.

This photograph was taken just before sunset, using tripod and timer obviously, ISO 400, f/2.8, 26 mm, 1/250 sec.
While waiting for the sunset I took photo of myself & my black classic bike. ISO 400, f/2.8, 26 mm, 1/250 sec.

Just after I finished taking some shots of myself and my bike, I noticed some Kawasaki W175 riders arrived for photo taking too. Kawasaki W175 is the little brother of my black Estrella 250, which is now called W250.

A group of Kawasaki W175 riders came to enjoy sunset

After a brief chats, I started to take some shots of the beautiful sunset. Using my bike and myself as a foreground, I am happy with the stunning results. Here they are:

All of the above photographs were taken using my Canon D77 DSLR camera with Sigma 17-50mm 1:2.8 lens and a tripod. Camera setting aperture priority, 17 mm focal letgh, ISO 200, f/14. 

Posted in beautiful scenery, fotografi, Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, landscape photography, Motor retro klasik, nature photography, Pemandangan Alam, Photography, travel photography | Tagged , , , , , | Leave a comment

Bird Photography – White-headed Munia (Emprit Bondol)

Brothers & Sisters…, semakin hari saya kok semakin senang dengan fotografy, terutama fotografy alam (nature photography) termasuk di dalamnya foto pemandangan, flora dan fauna. Pagi kemarin saat jalan-jalan pagi bersama anjing kecil saya, sengaja saya membawa kamera. Maksud hati mau memotret matahari yang sedang terbit, tetapi ternyata saya agak kesiangan, keindahan alam di langit timur sana sudah kurang menarik. Tetapi beruntung ada beberapa ekor burung pipit kepala putih yang hinggap di pohon Flamboyan. Maka saya segera ambil beberapa foto sebelum pipit cantik tersebut pergi.

Alam memberikan keindahan nya setiap saat dan setiap waktu, hanya saja kita sering melewatkannya begitu saja. Saat saya bisa mengabadikan alam dalam menggunakan kamera saya, rasanya membawa kenikmatan tersendiri. Untuk memotret burung kecil seperti pipit ini gampang-gampang susah. Burung ini termasuk aktif bergerak, jadi kita mesti atur kamera dengan benar supaya mendapatkan foto yang bagus.

Kamera saya set dengan mode aperture priority, karena masih pagi pencahayaan masih kurang, saya gunakan ISO 1600. Saya set aperture di nilai terendah, saya menggunakan lensa 70-300mm dan karena subject foto (burung pipit) agak jauh saya gunakan lensa terpanjang yaitu 300mm dan aperture terendah adalah f/5.6. Kenapa saya gunakan aperture terendah? Karena saya ingin mendapatkan fokus yang baik pada subject foto (burung saja), sedangkan background & foreground out of focus tidak masalah.

Dengan pengaturan seperti di atas, karena saya menggunakan aperture priority maka shutter speed akan diataur oleh kamera secara otomatis. Saya bisa melihat dari dalam kamera / viewfinder shutter speed nya 1/4000 detik. Sangat cepat dan dapat membekukan gerakan burung / hasilnya tidak akan blur. Menggunkan kecepatan tinggi penting untuk foto burung yang aktif bergerak. Untuk fokus nya saya mengarahkan ke kepala terutama area mata, saya senang kalau hasil foto matanya terlihat fokus.

Posted in animal photography, bird photography, Birds, burung, fauna, Nature, nature photography, Photography tips | Tagged , , , , , | Leave a comment