Vulcan Riders Indonesia (VRI) touring to Cirebon & Kuningan (day 2)

Brothers & sisters…, dingin nya udara pegunungan malam itu membuat tidur terasa enak sekali, apalagi badan lumayan lelah setelah riding sekitar 300 km. Bangun pagi terasa segar. Pagi itu cuaca sangat cerah dan udara terasa sejuk. Di kejauhan terlihat gunung Ceremai kokoh menjulang menggapai langit.

DSC07119ab

IMG-20160523-WA0008aSetelah sarapan kami bersiap-siap untuk berangkat menuju waduk Darma. Waduk ini menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat. Tempatnya tidak terlalu jauh dari kota Kuningan, hanya sekitar 30 menit perjalanan. Sebelum berangkat kami berfoto-foto dulu di halaman hotel tempat kami menginap. Yup, sebagai kenangan untuk anak cucu kelak hehe..

IMG-20160522-WA0161a IMG-20160523-WA0010aPerjalanan menuju waduk Darma kami lakukan dengan santai, kecepatan tidak lebih dari 60 kpj saja. Kami sepakat untuk menikmati udara pagi dengan riding santai. Dalam perjalanan ketemu area persawahan, berhenti dulu untuk foto-foto.. pemandangan begini susah ditemukan di Jakarta.

DSC07147ab DSC07152abSegala macam gaya, foto rame-rame atau foto narsis sendiri monggo aja. Hmm…peserta touring kali ini memang bener-bener hobby foto. Touring kali ini saya ditemani istri tercinta, ini pertama kalinya saya riding jauh berboncengan.

Suasana alam pedesaan yang kami lalui dengan santai membuat riding terasa nikmat, gak terasa kita sudah sampai di waduk Darma. Di sini kita menghabiskan waktu dengan ngopi-ngopi sambil duduk-duduk ngobrol di tepi waduk.

DSC07167ab DSC07176ab IMG-20160522-WA0076ab IMG-20160522-WA0154ab IMG-20160522-WA0158a IMG-20160522-WA0174ab IMG-20160522-WA0204aPuas menikmati pemandangan dan mendungpun sudah mulai berdatangan, kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke Cirebon untuk menikmati nasi Jamblang. Makanan khas Cirebon ini disajikan dengan cukup unik. Piring nya dilapisi daun jati, nasi dan lauk ditaruh di daun jati itu. Terasa nikmat memang, ingat waktu kecil di kampung kalau ibu pulang kondangan pasti bawa makanan yang dibungkus daun jati untuk kita makan rame-rame.

20160522_121220IMG-20160522-WA0248abSelesai makan dan istirahat cukup kami langsung kembali ke Jakarta melalui jalur yang sama ketika kami datang. Touring yang penuh kegembiraan dengan suasana persahabatan yang akrab.

IMG-20160523-WA0187aSemoga VRI tetap solid, makin banyak yang bergabung makin banyak saudara. Moto VRI : Fun & Friendship harus tetap dijaga.

 

Posted in Kawasaki 650cc, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulcan, Kawasaki Vulvan S, Motor Touring, motorcycle touring, Pemandangan Alam, tempat wisata, Tourist destination, traveling | Tagged , , , , , , , , , | 2 Comments

VRI (Vulcan Riders Indonesia) touring to Cirebon & Kuningan (day 1)

Brothers & sisters…, akhirnya VRI jadi pergi touring ke Cirebon dan Kuningan. Touring ini merupakan touring yang ke-2 bagi VRI. Touring pertama dilakukan beberapa bulan yang lalu ke waduk Cirata, yang ceritanya bisa dibaca di sini.

IMG-20160521-WA0031aCirebon dan Kuningan menjadi tujuan touring VRI karena tempat-tempat ini sekarang sedang menjadi tujuan wisata masyarakat Jakarta selain Puncak dan Bandung. Cirebon menawarkan berbagai tempat kuliner top, empal gentong maupun nasi jamblang yang merupakan makanan khas Cirebon. Kuningan menawarkan suasana pegunungan yang sejuk, kuliner yang nikmat, pemandian air panas, pemandangan alam yang bagus. Jarak ke dua tempat ini juga tidak terlalu jauh untuk touring motor.

Sama seperti saat ke waduk Cirata, kali ini VRI juga ditemani oleh beberapa brothers non-VRI. Sesuai dengan moto VRI yaitu Fun & Friendship, VRI welcome kalau ada kawan non-VRI yang mau gabung riding. Yang penting kita bisa bersenang-senang menikmati riding dengan suasana yang akrab dan penuh persahabatan.

IMG-20160521-WA0146aDisepakati bersama tikum adalah di Masjid Al-Ashar di jalan Inspeksi Kali Malang hari Sabtu jam 4:30 pagi. Kawan-kawan yang muslim akan sholat subuh dulu, kemudian kita langsung berangkat. Kita semua sudah berkumpul kecuali 1 orang bro Dimaz Bowo yang ternyata bakal telat. Kami sepakat untuk berangkat dan nanti menunggu bro Dimaz Bowo di Cikampek. Kita memang mengejar waktu untuk menghindari macet atau keramaian di jalan-jalan Cikarang & Karawang.

IMG-20160521-WA0156aPerjalanan dari start sampai dengan Cikampek termasuk lancar, ada bagian-bagian jalan yang masih dalam perbaikan, ada yang berlubang sana sini, tetapi rata-rata cukup bagus. Di pom bensin di daerah Cikampek kami berhenti untuk isi bensin, ke toilet, ngopi-ngopi, ngecek kondisi motor, ada juga yang ngemie sambil menunggu bro Dimaz. Setelah bro Dimaz datang dan cukup istirahat kami lanjut lagi. Perhentian berikut di restoran Pesona Laut di daerah Patrol. Di sini kita foto-foto dan hanya minum-minum untuk menghilangkan rasa haus. Penginnya order makanan, tapi ternyata pesanan baru buka jam 10. Dampak tol Cipali niih.. dulu sebelum ada tol Cipali restoran ini selalu rame dari pagi. Sekarang memang sepi, maklum mobil-mobil yang lewat pantura juga jauh berkurang jumlahnya.

IMG-20160521-WA0230aAkhirnya kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan langsung ke Cirebon dan makan di sana. Jalan pantura setelah restoran ini rata-rata mulus, apalagi setelah Lohbener menuju Jatibarang jalanan rata-rata mulus. Di sini kecepatan bisa di atas 100 kpj. Kami sempat terhambat macet di pasar Tegal Gubug, hari Sabtu hari pasaran. Macetnya sangat parah. Vulcan terpaksa lewat pinggir-pinggir jalan keluar dari aspal, tapi syukurlah lolos juga akhirnya. Langsung gas pol ke arah Cirebon.

IMG-20160521-WA0242a IMG-20160521-WA0245aBegitu memasuki wilayah Cirebon ada razia yang dilakukan pak polantas. Tapi hanya ada 3 – 4 orang polisi. Kami ternyata tidak diberhentikan disuruh jalan terus, ya sudah kasih tanda hormat dan kami terus jalan. Kota Cirebon di hari Sabtu sudah lumayan macet, sangat rame kendaraan bus pariwisata dan kendaraan pribadi yang umumnya berplat nomor B. Empal gentong H. Apud itu lah yang kami tuju. Kami tiba sekitar jam 11 lewat, ternyata tempat ini penuh sekali. Walau banyak meja kursi, semua terisi penuh. Untungnya kami sudah reserve tempat nya.

IMG-20160521-WA0140aMakan empal gentong, sate kambing dan minum es jeruk..waah rasanya oke banget. Sayang terlalu penuh tempatnya, jadi gak bisa santai-santai. Puas makan minum, kami langsung lanjutkan perjalanan ke Kuningan dan langsung menuju hotel untuk istirahat. Sekitar jam 2 siang kami sudah santai-santai di hotel menikmati minuman segar, udara sejuk dan pemandangan gunung Ceremai.

DSC07117a

 

 

 

 

 

Posted in Kawasaki 650cc, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulcan, Kawasaki Vulvan S, Motor Touring, motorcycle touring, traveling, Tujuan Wisata | Tagged , , , , , | 2 Comments

Beautiful photos at Papuma beach, Jember.

Brothers & sisters…, here are some photos I captured yesterday while visiting Papuma beach, Jember.

image

image

image

image

image

Located at the South of Jember this beach can be reached by bus, car or motorcycle. I do not see any public transportation available. In the future it would be good if the local authority provide public transportation for visitors.

Posted in Beach, beautiful scenery, fotografi, objek wisata, Pantai, Pemandangan Alam, Photography, traveling, Tujuan Wisata | Tagged , , , | 2 Comments

Foto-foto Estrella 250 saat morning ride

Brothers & sisters…, saya hanya ingin share saja foto-foto saat Saturday morning ride bersama si Jlitheng. BSD merupakan daerah yang sedang berkembang pesat, naah di pinggir-pinggir wilayah BSD kita bisa menemukan tempat-tempat yang cocok untuk foto-foto.
image

Ada pemandangan landscape yang luas dan masih kosong. Ada situ-situ kecil yang bisa dijadikan background menarik. Ada jalanan yang masih kosong melompong, kesannya seperti di luar kota banget.
image
Jalan-jalan nya sudah masih baru dan belum banyak dilalui kendaraan. Sepertinya juga belum banyak yang tahu ada jalan-jalan baru tersebut, jadi yang lewat hanya satu dua kendaraan masyarakat kampung sekitar. Karena jalanan kosong, utk pertama kalinya saya geber si Jlitheng di atas 100 kpj.
image

image

image

Hmm…sudah lama juga gak majang foto-foto si Jlitheng di blog.

Posted in fotografi, Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Motor retro klasik, Photography | Tagged , , , | 9 Comments

Kawasaki W800 resmi dijual KMI, penggemar big retro akan bersukaria

Brothers & sisters…., sudah lama penggemar motor model retro klasik menantikan kedatangan motor model klasik dengan kapasitas mesin gede atau sebut saja big retro bike. Believe it or not, motor model jadul ternyata banyak penggemarnya. Terbukti penjualan Kawasaki Estrella 250 ternyata cukup laris manis. Tapi jangan dibandingin dengan penjualan motor2 sejuta umat ya..

W800_6Naah, di kalangan pengguna Estrella sendiri sudah lama bisik-bisik pengin motor klasik yang lebih gede. Lirikan mata tentunya tertuju kepada sang kakak dari Estrella 250, yaitu si W800. Model W800 mirip-mirip juga dengan Estrella 250, sangat klasik dan menawan hati para classic lovers. Kawasaki W800 akan menjawab kehausan sebagian penggemar motor klasik akan tunggangan yang jadul modelnya tetapi tenaga dan torsinya mumpuni.

W800_5Seperti halnya Estrella 250 sekalipun modelnya klasik jadul banget tetapi sejatinya dia adalah motor baru dengan mesin yang modern. Memiliki motor yang masih baru tentunya banyak positifnya, garansi pasti, perawatan mudah, tidak takut mogok, mau diajak ke mana aja hayuuk. Berbeda dengan motor yang memang lahir di jaman dulu alias sudah tua. Perawatan motor tua mahal, part nya susah, gampang mogok jadinya gak bebas untuk diajak jalan-jalan jauh.

W800_1Kembali ke W800, kalau motor ini resmi dijual oleh KMI maka pasti akan mendapat sambutan hangat para pecinta klasik. Kalau yang menjual KMI kan pasti terjamin after sales service dan spare part nya. Pemilik gak perlu ragu untuk meminang nya asalkan dana nya tersedia. Konon motor ini juga bukan motor yang murah, lihat saja Estrella 250 cc yang single silinder mahal. W800 bisa jadi harganya akan tidak jauh dari Z800 yang sudah di atas 200 jt.

Mari kita tunggu semoga tidak lama lagi W800 meluncur di tanah air.

Posted in Classic bike, Classic bikes, Kawasaki retro klasik | Tagged , , , | 11 Comments

Kawasaki Vulcan S, tenaga dan torsi terdongkrak dengan hanya ganti knalpot after market

Brothers & sisters…., si Kanijo (Vulcan Ijo) saya sudah sejak beli menggunakan knalpot standard bawaan pabrik. Semua kawan-kawannya sudah pada berganti knalpot after market, si Kanijo masih setia dengan knalpot standar. Beberapa waktu lalu saya ditelpon oleh seorang bapak dari Jogja, beliau rupanya baca-baca blog sederhana ini. Ngobrol-ngobrol beliau punya Vulcan dan sedang cari-cari aksesoris. Karena dilihat si Kanijo sudah pake aksesoris macam-macam beliau cari informasi ke saya. Singkat cerita obrolan menyinggung knalpot, beliau punya knalpot nganggur yang dibawa dari negeri kanguru alias Australia. Hanya sempat dipakai sebentar dicopot lagi karena beliau lebih suka knalpot satu lagi yg juga dibawa dari sana. Kalau ada yang mau monggo, daripada nganggur di gudang.

si Kanijo dengan knalpot barunya

si Kanijo dengan knalpot barunya

Akhirnya knalpot dikirim ke rumah, cocok bayarin gak cocok balikin hehe. Ya oke lah, jadilah si knalpot after market ini nempel di tubuh si Kanijo. Pasang di rumah aja, semuanya pas, tinggal pasang dan kencengin bautnya. Di body knalpot ada tulisan kecil-kecil (hampir tak terlihat) dalam bahasa Inggris, menerangkan bahwa knalpot ini tidak memenuhi standar ambang batas suara knalpot yang diperbolehkan di negara Australia. Maka penggunaannya menjadi tanggung jawab si pengguna, produsen tidak bertanggung jawab. Begitulah kira-kira arti tulisan itu.

si Kanijo sedang menjalani dyno test

si Kanijo sedang menjalani dyno test

Begitu dihidupkan suara nya ngeblar, kurang bulat bagi selera telinga saya.. yo wis dicoba dulu. Karena belum diseting dg baik, hari Sabtu lalu saya bawa si Kanijo ke Kawansakti, bengkel & juga dealer resmi Kawasaki di Bintaro. Pertama hanya ingin setel aja supaya aliran bensin & udara sesuai dg knalpot baru nya. Karena saya lihat ada mesin dyno di sana, saya jadi penasaran pengin tahu berapa tenaga maksimum dan torsi maksimum si Kanijo setelah terpasang knalpot after market. Mengetahui ini bagi saya penting, karena dengan mengetahui di mana tenaga maksimum dan torsi maksimum, saya bisa gunakan untuk pedoman saat nunggang si Kanijo.

Si Kanijo dinaikan ke mesin dyno, roda depan diikat rapat agar nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat test, sedangkan roda belakang menapak tepat di bagian yg berputar dari mesin dyno. Sang tester naik diatas jok dan mulai mengendarai. Mulai dengan gear rendah dan rpm rendah terus naik, sampai gear 6 dan gas diplintir sampai red line. Saya lihat spido menunjukkan angka 210 kpj (sayang gak sempat foto). Pengukuran pun dilakukan beberapa kali. Dari test ini didapat hasil yang ternyata lumayan juga, tenaga maksimum 68.1 hp @ 7265 rpm dan torsi maks ada di angka 69.92 Nm @ 5201 rpm.

Hasil dyno test si Kanijo setelah menggunakan knalpot after market

Hasil dyno test si Kanijo setelah menggunakan knalpot after market

Apakah ada kenaikan tenaga dan torsi setelah ganti knalpot after market ? Saya tidak punya data sendiri untuk hasil dyno test Vulcan S standard, kita gunakan saja spesifikasi dari pabriknya. Data spek pabrikan untuk Vulcan S adalah: tenaga maks 63 Hp @ 7500 rpm dan torsi maks nya 64 Nm @ 6500 rpm. Jadi memang ada kenaikan (terlepas dari perbedaan alat / metode yang dipakai untuk mengukur). Naah sekarang bandingkan rasanya..

Bagaimana rasa nya saat riding apa ada perbedaan. Yup…!! Mas Leopold sudah pernah membandingkan motor saya yang dg knalpot standard dengan motor bro Rudy yang sudah memakai knalpot after market. Motor bro Rudy terasa lebih responsif. Yang mas Leo rasakan sama dengan yang saya rasakan, si Kanijo terasa lebih ringan (dari sisi bobot memang berkurang sekitar 6 kg sih), lebih responsif dan terasa lebih lepas bebas. Sebelumnya seperti ada penahannya, sekarang penahan itu seperti terlepas jadi nya terasa ringan larinya. Apa ada efek ke pemakaian BBM ? Belum ngukur, tapi kemungkinan menjadi lebih boros.

 

Posted in Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, Test Motor Baru, Vulcan 650, Vulcan S, Vulcan S Accessories | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Yamaha Vmax 1200, sudah tua tetapi tetap sangar

Brothers & sisters…, perkenalan singkat saya dengan Yamaha Vmax 1200 produksi 1993 cukup membawa kesan tersendiri bagi saya. Tidak seperti motor-motor besar lain yang pernah saya temui, kesan saya ketika pertama melihat motor ini adalah sangar, garang, powerful & agresif.

image

Begitu menatap yang terlihat adalah mesin yang besar mendominasi body si Vmax. Terlihat begitu berotot dan perkasa. Apalagi dengan warna yang serba hitam dengan warna krom sebagai pemanisnya. Kesan gagah dan sangar semakin terasa.

image

Kenyataan nya Yamaha Vmax memang tidak hanya tampilannya yang garang. Menurut data yang ada motor ini sanggup lari dg top speed 155 mph, tenaga max 145 bhp dan torsi 118 lb ft atau 160 Nm. Lha apa gak bener2 joss bin beringas. Bobot motor ini 262kg lumayan berat, tetapi ketika duduk di joknya saya bisa menapak dengan baik.

image

Dengan posisi duduk yang nyaman, kaki menjangkau tanah dengan baik, rasa pede untuk menunggangi nya pun timbul. Saya diwanti-wanti, ini motor sangat responsive, plintir sedikit gas sudah melesat, kalau tidak hati-hati bisa celaka. Dan memang sudah ada yang kebanting motor ini gara-gara gak bisa mengendalikan.

image

Yo wis, saya tidak mau celaka tidak juga ingin lari kenceng, hanya ingin merasakan naik motor macho ini. Lihat tampang dan baca spek nya sudah bisa tahu motor ini bisa menjadi liar. Jadi dengan penuh kontrol saya pelintir gas nya, dan si Vmax melaju tenang. Bawa berputar-putar dengan santai, mendengar deru mesin dan knalpot nya rasanya beda aja.

Posted in Motor cruiser, Motor Sport, Motorcycle test, Test Motor Baru, Yamaha | Tagged , , | 7 Comments