Test top speed Kawasaki Versys 250 setelah upgrade mesin menjadi 300cc

Brothers and sisters… saking keasyikan belajar yang lain saya sampai lupa belum menyajikan tulisan hasil test top speed Kawasaki Versys 250 setelah mesinnya di-upgrade menjadi 300cc. Tulisan tentang memperbesar kapasitas mesin si Vera (Versys 250 saya) dapat dibaca di sini. Bagi yang tertarik untuk meng-upgrade mesin motor Versys 250, Ninja 250, monggo silahkan diklik saja link nya.

Bagaimana performa setelah upgrade mesin si Vera? Ini tentu menjadi pertanyaan saya plus rasa penasaran waktu upgrade mesin si Vera. Sebelum upgrade mesin ini, saya juga sudah pernah melakukan sedikit operasi terhadap motor adventure kecil ini. Yang saya lakukan waktu itu adalah membuka limiter ECU yang membuat Versys 250 menjadi lemot di awal-awal start atau di putaran bawah. Tulisan tentang ini (termasuk bengkel yang mengerjakan) bisa dibaca di sini.

OK, sekarang saya akan sajikan hasil test top speed yang saya lakukan sendiri di kawasan BSD. Kok gak di circuit test nya? Ini hanya test kecil dan di BSD juga banyak jalanan mulus dan kosong. Jadi sambil menikmati morning ride, bisa sambil test top speed.

Untuk gigi pertama (gigi 1) saya lalukan mulai dari berhenti kemudian langsung gas pol. Suara raungan mesin Kawasaki Versys ini terdengar kenceng banget, sampai pada 15000 rpm, jarum sudah mentok, kecepatan yang diraih adalah 64 kpj. O ya, ini hanya menggunakan speedometer ya, dan speedometer Kawasaki Versys 250 sudah digital. Tetapi mungkin ada variance kalau diukur dengan alat lain.

Pindah ke gigi 2 langsung plintir gas sampai mentok 15000 rpm, hasilnya di spedometer menunjukkan angka 93 kpj. Setelah gigi 2 ini saya langsung ke gigi 4 karena posisi saat itu pas melaju dengan gigi 4 ada kesempatan untuk plintir gas.. wuuush… di 15000 rpm kecepatan di speedometer menunjukkan angka 133 kpj. Nah pada saat ini angin terasa kencang dari samping sampai motor terasa goyang. Jalan pelan-pelan lagi hingga ada kesempatan plintir gas di gigi 3, tarik gas hingga mentok di 15000 rpm dan kecepatan di speedometer menunjukkan 119 kpj.

Saya kemudian riding santai seperti biasanya, tidak melanjutkan ke gigi 5 dan 6. Kalau gigi 4 sudah sampai di 133 kpj, gigi 5 dan 6 tentunya lebih kenceng lagi. Bagi saya tidak perlu saya membuktikan di jalanan umum, apalagi ini motor kan bukan jenis untuk kebut-kebutan. Tentunya tidak bisa dibandingkan dengan motor-motor sport seperti Ninja 250, CBR 250 atau R25 yang tentunya lebih kencang lagi. Kawasaki Versys 250 sesuai modelnya lebih diperuntukkan menikmati jalan di mana saja, asal bukan yang extreme off-road Versys 250 masih hayuuk aja.

Lha terus untuk apa di-upgrade mesin nya? Tentunya supaya lebih powerful baik itu tenaga maupun torsinya meningkat. Ini memang terasa sekali, sekarang ini tarikan ringan dan tenaga ngisi terus. Akibatnya jadi makin senang ngajak jalan-jalan si Vera. Yang pasti sekarang sejak start awal gigi rendah tarikan sudah enak terasa smooth.

Hasil dyno test di bengkel SSK Motor Sport sesaat setelah selesai upgrade mesin. Ada yang sedikit aneh, power maupun torsi ngedrop di 7000 an RPM kemudian naik lagi mencapai puncak di 11000 an RPM. Yang saya suka saat ini torsi sudah tinggi sejak RPM rendah, ini sangat perlu untuk motor jenis ini saat melewati jalanan jelek.

Posted in Adventure bikes, Kawasaki, kawasaki adventure, Motor Touring, versys 250 | Tagged , , , , | Leave a comment

Foto Bulan Sabit (the Crescent Moon)

Sangat menyenangkan bisa memotret Bulan saat masih awal-awal, ketika ukurannya masih kecil seperti sebuah sabit. Ini mungkin yang pertama saya posting foto Bulan Sabit di blog, biasanya yang sering itu foto bulan purnama atau foto bulan ketika sudah terlihat besar / separuh.

Bulan ini bulan istimewa bagi sahabat-sahabat umat muslim karena bulan sabit pada saat ini juga menandakan memasuki bulan puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga membawa berkah.

Posted in fotografi, nature photography, Photography | Tagged , , , | Leave a comment

Enjoy riding my Versys during the holiday

Video riding saat hari libur di sekita BSD

Hari libur Jum’at Agung biasanya saya gunakan untuk pulang kampung dan merayakan Jum’at Agung serta Paskah di kampung halaman. Tetapi karena saat ini sedang musim covid-19 kita harus membatasi untuk berpergian jauh yang biasanya saya lakukan dengan naik pesawat. Karena pertimbangan kesehatan dan membantu pemerintah mengatasi penyebaran Covid-19, maka yang terbaik adalah diam di rumah.

Untuk mengisi libur kali ini saya menggunakannya untuk riding bersama Versys 250 saya. Tidak jauh-jauh sih, hanya sekitaran BSD. Dan dalam kesempatan ini saya mencoba untuk merekan perjalanan saya menggunakan kamera Gopro saya. Ini adalah postingan pertama saya untuk video yang sudah saya upload ke YouTube.

Monggo di”click”untuk menonton nya. Silahkan klik “Subscribe” ya dan mohon masukan pembaca blog untuk memperbaiki video-vedeo yang akan datang. Maklum saya baru belajar merekam vedeo dan share menggukanan YouTube.

Selamat menikmati dan terimakasih.

Posted in kawasaki adventure, Motor, motor adventure, Motor Touring, versys 250 | Tagged , , , , | 2 Comments

Memperbesar kapasitas mesin untuk meningkatkan performa Kawasaki Versys 250

Brothers & sisters…., mengutak-atik motor-motor miliknya merupakan salah satu hal yang wajar dilakukan oleh para penghobby motor. Entah itu sekedar menambahkan aksesoris yang fungsional terhadap motornya, merubah tampilan motor atau mengganti bagian dari motornya agar lebih OK. Saya termasuk yang suka menambahkan aksesoris di motor-motor saya, aksesoris yang saya tambahkan biasanya tidak hanya untuk meng-upgrade tampilan tetapi juga menambah fungsi agar motor lebih enak dipakai. Kali ini saya agak lebih ke dalam lagi, yaitu mengotak-atik mesin, tepatnya meng-upgrade mesin, yang belum pernah saya lakukan. Yang menjadi sasaran adalah si Vera (Versys 250).

Kenapa saya mengutak-atik mesin si Vera? Yup, dia sudah pernah menjalani ubahan settingan ECU nya (bisa dibaca di sini). Dengan merubah setting ECU nya si Vera sudah sangat enak dipakai, tidak tersendat lagi di awal-awal jalan, menjadi lebih smooth enak dipakainya. Larinya nya pun lebih kenceng dari sebelum ECU nya di-remap (monggo di baca di sini). Saya sebenarnya sudah sangat senang dengan performa si Vera setelah remap ECU nya, dipakainya sangat enak tenaga ngisi sejak putaran bawah hingga putaran tinggi. Tidak tersedak lagi di gigi 1 & 2 tetapi bisa lebih mulus terus dengan cepat. Tetapi ada tantangan baru dari bro O’ong pemilik bengkel Surya Sakti Kencana atau SSK motor sport. Beliau menawarkan untuk meng-upgrade kapasitas mesin si Vera dari 250cc menjadi 300cc dengan mengganti beberapa part mesin si Vera dengan part asli Kawasaki Versys 300. Tidak ada ubahan macem-macem, istilahnya tinggal plug & play.

Seperti kita ketahui bahwa Versys “kecil” ini ada 2 macam, yang beredar di Indonesia bermesin 250cc sedang yang beredar di Amerika (misalnya) bermesin 300cc. Kalau tidak salah di Indonesia awalnya juga sempat ada yang 300cc, tetapi kemudian berubah ke 250cc, termasuk si Vera yang saya beli.

Nah, terus apa manfaat ubahan mesin ini sehingga saya bersedia si Vera dibongkar mesinnya dan diganti beberapa parts nya? Yang pasti dengan kapasitas mesin lebih besar sedikit dan tentunya tenaga dan torsinya juga akan meningkat. Saat ini saya belum tahu tenaga dan torsi si Vera nantinya akan menjadi berapa, karena memang sedang dalam proses. Tetapi dari data motor-motor Versys 250cc yang telah dioperasi oleh bengkel Surya Sakti Motor, power on wheel tertinggi bisa sampai 39,5 HP pada putaran mesin 10829 rpm, dan torsi tertinggi di 26.54 Nm di kitiran mesin rendah 4984 rpm. Ini sangat bagus karena tenaga lumayan besar (on wheel lho ya) dan bisa dapat torsi gede di putaran mesin rendah. Artinya motor bakalan enak untuk mblasak di tanjakan atau jalanan kurang mulus tanpa harus bejeg gas diputaran tinggi seperti versi standard nya.

Bagaimana hasilnya dengan si Vera? Ya kita tunggu saja ya beberapa hari lagi setelah selesai baru nanti bisa saya test ride. Mohon ditunggu artikel berikutnya..

Posted in Kawasaki, kawasaki adventure, motor adventure, versys 250 | Tagged , , , | 5 Comments

Ngetes ban baru Shinko di Estrella

Brothers & sisters…., di tulisan saya sebelumnya (silahkan klik di sini), saya pamer tampilan si Jlitheng Estrella 250 yang sudah ganti ban dan pasang skid board. Lha sekarang saya mau cerita sedikit tentang bagaimana rasanya naik si Jlitheng dengan ban baru nya.

Sejak pasang ban baru saya sudah pakai si Jlitheng keliling-keliling BSD dan sekitarnya, rute favorit saya itu BSD – Gading Serpong – Alam Sutera – Bintaro terus balik BSD lagi. Lumayan itu muter saja sudah dapat beberapa puluh kilometer, tentunya sambil nyari sarapan dan foto-foto, biasanya narsis juga. Dari keliling-keliling ini, saat pertama kok saya merasa motor gak stabil di kecepatan rendah / baru jalan, agak lari ke kiri gitu. Tetapi saat motor sudah melaju gelaja limbung itu hilang dan motor terasa nyaman. Apa karena ban masih baru atau ada yang perlu disetel, saya kurang tahu. Nanti saja kalau pas service saya tanyakan. Secara keseluruhan sih tidak masalah, motor tetap nyaman melahap jalanan.

Oke, sekarang bicara soal ban baru si Jlitheng, yang pertama adalah ukuran ban. Seperti saya singgung di artikel saya sebelumnya ukuran ban depan ukurannya naik menjadi 100/90-18 lebih besar sedikit dari ukuran standarnya 90/90-18. Ban belakang naik menjadi 120/80-17 ini juga naik dari ukuran standarnya 110/80-17. Naiknya hanya sedikit ya, tetapi ini sudah mampu mengubah tampilan si Jlitheng tampak menjadi lebih gagah dengan kaki-kaki kokoh. Tetapi karena ban lebih besar, ada sedikit adjustment yang dilakukan terhadap spakbor depan agar tidak terlalu mepet ke ban. Kalau untuk belakang sih tidak masalah, masih banyak ruang untuk roda belakang.

Ban yang saya pilih juga memiliki karakter yang cocok tidak hanya untuk muter-muter dalam kota, tetapi juga sangat cocok untuk touring jarak jauh. Type ban nya adalah Shinko Tour Master, memiliki kembangan yang oke untuk jalan aspal dan gravel. Untuk offroad ringan masih bisa lah, tapi kalau offroad berat ya gak cocok. Saya pilih ini karena selama ini ya pakainya lebih banyak di jalanan aspal dan saya juga bukan tipe yang senang main offroad berat. Jadi saya pilih ban yang sesuai dengan peruntukannya.

Roda si Jlitheng ini sekarang juga sudah tidak memakai ban dalam, saya memang minta kepada kang Dedi Irawan (bengkel DJM Custom Garage) untuk diakali agar tidak usah pakai ban dalam. Memakai ban dalam sebenarnya juga tidak masalah, hanya saja kalau kena paku repotnya minta ampun. Estrella itu motor berat, kalau mesti dorong pas ban bocor benar-benar berat dan saya sudah mengalami beberapa kali. Ban tubeless lebih enak kalau kena paku biasanya tidak langsung kempes habis dan tambalnya juga tidak sulit.

Sebenarnya pengin ngajak si Jltheng jalan-jalan agak jauh, tapi kondisi masih belum nyaman untuk touring. Nanti saja kalau covid-19 sudah bisa dilenyapkan atau minimal sudah ada obatnya, kita bisa touring lebih leluasa.

Posted in Aksesoris motor, Classic motorcycles, Motor retro klasik, Motor Touring, motorcycle touring, Vintage bikes, Yamaha Vixion | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Sentuhan Dikit Pada Motor Old-Style, Tambah Ganteng

Brothers & sisters…., tidak bisa dipungkiri ternyata motor-motor model jadul masih atau makin banyak penggemarnya. Lha itu buktinya di jalan-jalan semakin banyak dijumpai motor model lama walau masih baru, tapi ada juga sih motor yang memang sudah berusia tua. Motor saya si Jlitheng (Estrella 250) termasuk yang meramaikan motor-motor model jadul. Sudah sejak tahun 2014 saya memiliki si Jlitheng dan sampai saat ini saya masih sangat suka dengan motor satu ini. Ya karena modelnya yang old syle itu yang bikin saya suka.

Estrella 250 yang saya beli sudah 6 tahun yang lalu ini sudah saatnya ganti ban. Ban bawaannya kendatipun masih ada kembangannya tapi sudah tidak aman lagi untuk dipakai, karet sudah keras karena usia. Karena itu saya menggantinya dengan ban baru, ukuran ban juga saya naikin supaya terlihat lebih ganteng.

Ban yang saya pilih adalah Shinko Tour Master dengan ukuran 100/90-18 untuk depan dan 120/80-17 untuk belakang. Dengan ban ini harapan saya pasti lebih joss untuk touring atau berkendara dekat maupun jauh. Kemudian ada sedikit modifikasi, kalau dulu memakai ban dalam, sekarang diakali oleh kang Dedi, bengkel modifikasi Estrella langganan saya, sehingga tidak lagi pakai ban dalam. Kenapa kok begitu mas bro..? Karena pengalaman sudah beberapa kali kena paku ketika pakai ban dalam bener-bener repot. Itu Estrella sekalipun modelnya terlihat simple dan culun, tapi itu body nya besi semua, jadi kalau mesti nuntun saat ban bocor bueraaat nya ampun-ampun deh. Dengan tanpa ban dalam diharapkan lebih mudah lah penanganannya, tapi ya semoga tidak sampe bocor kena paku ya..

Terus opo maneh sing anyar..? Yang baru lagi adalah Skid Plate yang terpasang di bagian bawah dan depan mesin. Fungsinya apa…? Fungsi utama adalah melindung bagian bawah mesin motor dari benturan maupun cipratan lumpur dari roda depan. Kalau kita touring kan sering melewati jalanan yang tidak rata dan berbatu, diharapkan dengan memasang skid plate ini resiko mesin terbentur benda keras bisa berkurang.

Di samping itu motor juga terlihat lebih keren ya, ada tamengnya. Wis pokok e jos wis, siap gasss… tapi kemana ya..? O iya.. hampir lupa.., itu standar tengahnya juga dirubah lho.. sekarang enak banget jadi ringan kalau mau pakai standar tengah. Standar tengah ini juga dari kang Dedi, aslinya Estrella dulu kan gak pakai standar tengah. Gak tahu yg sekarang W250 pakai apa gak yo..?

Ada komen atau saran bro & sis.. ? Monggo silahkan urun rembug alias komentar.

Posted in Classic bikes, Classic motorcycles, Kawasaki, Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Motor retro klasik, Motor Touring | Tagged , , , , , | 1 Comment

Hasyiiik jalanan kompleks rumah diaspal lagi

Brothers and sisters…., senang melihat jalanan di kompleks tempat saya tinggal dilapisi aspal lagi. Secara umum kondisi jalan sebenarnya masih oke laah, tetapi sudah mulai ada yang boncel-boncel dan terkelupas. Akhirnya para pengurus kompleks mengadakan survey ke semua warga, voting untuk menentukan apakah jalan mau dilapisi aspal keseluruhan atau ditambal-tambal saja. Tentunya dengan biaya yang berbeda, kalau dilapisi aspal semua pastinya biaya akan lebih mahal. Saya termasuk yang pilih agar jalanan dilapisi aspal semua. Setelah voting terkumpul ternyata suara terbanyak minta diaspal semua. Pengurus akhirnya membuat surat edaran untuk masing-masing warga membayar sesuai dengan ukuran jalan yang menjadi tanggung jawabnya.

Akhirnya hari kemarin dimulailah pengaspalan ulang jalan-jalan di dalam kompleks saya tinggal. O ya, pengelolaan kompleks sudah ditangani sendiri oleh warga. Kalau dulu masih menjadi tanggung jawab BSD, tapi sekarang warga memutuskan untuk mengelolanya sendiri (bersama seluruh penghuni). Ada perkumpulan yang dibentuk untuk menangani semua kebutuhan kompleks, seperti kebersihan, perawatan taman milik bersama, perawatan dan pembangunan sarana olah raga, sarana jalan, kolam renang, dll. Semua hal-hal yang berkaitan dengan kompleks akan dimusyawarahkan bersama. Tentunya ada pengurus yang bertanggung jawab agar semua bisa berjalan dengan baik.

Untuk pengaspalan ulang ini semua biaya juga dari warga, baik itu pemilik rumah atau lahan yang tinggal di kompleks Taman Giri Loka BSD maupun mereka yang tinggal di luar kompleks. Tetapi ada juga lho yang malas bayar.. mbuh malas atau pura-pura malas.. terutama yang tinggal luar di kompleks, mereka hanya memiliki rumah tapi nggak ditinggali atau pemilik tanah kosong. Biasanya di rumah atau tanah kosong itu ditandai oleh pengurus “pemilik tanah / rumah ini belum membayar iuran” begitu kira2 bunyinya. Maksudnya kalau pemiliknya datang menengok mereka bisa melihat… wah iyo durung bayar rek..!

Kembali ke pengaspalan jalan, pekerjaan ini direncanakan selesai dalam beberapa hari, tetapi gak tahu juga akan bisa selesai sesuai rencana apa tidak. Masalahnya sekarang lagi musim hujan, seperti hari ini, sepanjang pagi hujan, otomatis pengaspalan tidak bisa dijalankan. Deretan rumah kami beruntung, karena kemarin tidak hujan, hanya mendung2 saja, jadi satu rusa jalan bisa selesai dengan baik.

Semoga saja tidak hujan-hujan terus dan pekerjaan ini bisa selesai segera. Repot juga, kemarin gak bisa keluar, mobil & motor semua tidur di garasi. Tapi hari ini sudah bisa keluar lagi, jalanan depan rumah sudah bisa dilewati dan muluuuus tenan rek.

Posted in Hunian hijau, Kawasan hijau, Musim hujan, Perumahan, Perumahan ideal | Tagged , , , | 2 Comments

Iseng Test Versys 250 Gigi 4 Sampe 111 KPJ

Brothers & sisters…, weekend atau Sabtu yang lalu saya, seperti biasa, pergi manasin motor. Hari itu giliran si Vera (Versys 250) yang wajib dipanasin mesinnya. Lha pas muter-muter si sekitaran Bintaro, Alam Sutera, Gading Serpong dan BSD saya kok teringat belum pernah test ini motor setelah dilepas limiternya kayak apa kecepatannya. Dulu pernah sih hanya di dalam komplex dan hanya sampai gigi 2 saja. Lha sekarang mumpung di luar komplex dan jalanan relatif sepi, tak coba ngegass.. Langsung saya test di gigi 4. Lho kok langsung gigi 4, kan gigi 3 belum..? Bukan apa2, namanya juga iseng, dan saat itu sedang pakai gigi 4. Yo wis tinggal plintir gas aja to.. Ternyata di RPM 11000 alias sebelum garis-garis merah (red line), speedo meter menunjukkan angka 111 KPJ. Wuiih kenceng juga ini motor, turunin gas terus tak coba lagi plintir gas… sama di 11000 RPM speedo nya bilang 111 KPJ. Wis cuma sebentar saja dan saya gak mau ngelewati 11000 RPM.

Tak pikir-pikir kok kuenceng ya sekarang, opo karena limiternya diilangin? Dulu, sudah agak lama, sebelum limiter dilepas, pernah juga di kawasan jalan lurus Cipanas ke sonoan lagi, gigi 6 cuma sampai 115 KPJ. Tapi lupa saya sudah sampe red line apa belum saat itu. Yang pasti saat itu sedang bawa box komplit, namanya jugalagi touring, dan angin juga super kencang. Motorku sampe mau terbang rasanya, jadi langsung turunin kecepatan. Yang saya lakukan saat ini adalah tidak sedang bawa box sama sekali, jadi tahanan terhadap angin juga berkurang. Mungkin itu juga ngaruh ya, terutama untuk handling motor lebih mulus gak pakai goyang2 diterpa angin karena bawa gendongan kanan & kiri.

Lho kok gak diterusin di gigi 5 dan 6? Menurutku gak perlu, wong ini motor untuk touring kok, bukan untuk balapan. Bisa melaju 100 KPJ dengan nyaman itu sudah sangat cukup, toh kenyataan nya saya riding juga gak kenceng-kenceng amat. Di saat cruising, saya lebih menikmati kecepatan 70 – 90 KPJ, rasanya pas dan nyaman, ora alon tapi yo ora banter-banter nemen.

Wis, pokoke ojo banter-banter ya bro & sis, yang penting riding dengan aman & nyaman, sampe tujuan dengan selamat. Ora usah balapan di jalan, gak penting blass pokok e, iso-iso malah ciloko. Santai wae nikmati perjalanan. Siip to..

Posted in Adventure bikes, kawasaki adventure, Motor Touring, Motorcycle test, motorcycle touring, Review performance, versys 250 | Tagged , , , , | 5 Comments

Kangen Touring Motor

Brothers & Sisters…, sudah hampir setahun, tepatnya sejak Covid-19 melanda dunia termasuk Indonesia tercinta, dari kota hingga ke desa-desa, touring motorpun seakan terhenti. Bagaimanapun harus menjaga diri, menjauhi kerumunan dan sebisa mungkin tinggal di rumah. Touring terakhir adalah ke Tawangmangu, melewati Jogja – Pacitan – Ponorogo – Madiun – Magetan – Sarangan – Tawangmangu dan itu sudah hampir setahun yang lalu pada awal-awal Covid-19 menyerang. Setelah itu tidak pernah lagi pergi jauh-jauh, ya paling2 hanya ke Puncak, Bogor aja.

Sebenarnya kawan-kawan dari group motor baik itu Estrella, Versys maupun Vulcan tetap mengadakan riding, tetapi karena kondisi dan situasi yang belum memungkinkan saya memilih untuk menyendiri dulu. Semoga wabah penyakit Covid-19 ini segera berakhir sehingga kondisi bisa normal kembali.

Beberapa hari terakhir saya tiap malam nonton youTube channel lihat-lihat para rider lagi touring, mulai yg luar negeri maupun yang dalam negeri. Mulai dari motor CC kecil sampai motor dg CC besar. Naah… sudah lama gak touring terus lihat-lihat channel orang lagi touring, jadi deh kepengin segera ganti baju dan duduk di jok motor terus blaar bablas entah ke mana gitu..

Tetapi untuk saat ini tetap harus menahan diri dulu laah.. ikutin anjuran pemerintah, moga beberapa bulan ke depan sudah bisa lebih leluasa keluyuran dengan motor, touring, camping atau apalah pokoknya riding santaidan nikmat.

Posted in Motor Touring, motorcycle touring, Touring motor, travel photography, Travelling | Tagged , , | Leave a comment

Riding santai saat Covid-19 masih merajalela

Brothers & sisters…, saat ini Covid-19 semakin merajalela, merebak ke seluruh penjuru negeri mengifeksi banyak manusia tua dan muda. Pemerintah gencar mengkampanyekan untuk jaga jarak, tetapi yang namanya manusia tetap sulit untuk bisa benar-benar mengikuti anjuran pemerintah tersebut. Yang penting kita masing-masing harus tetap bisa menjaga diri semaksimal mungkin supaya tidak sampai tertular Covid-19 ini. Karena alasan ini juga saya sudah hapir setahun ini mengurangi kumpul-kumpul, termasuk riding bareng kawan-kawan. Sementara menjadi alone rider aja, tetap riding walau sendirian dan mengurangi frekwensinya. Sabtu kemarin giliran ngajak si Kanijo (Vulcan Ijo) untuk keliling menikmati matahari pagi. Kebetulan Sabtu kemarin cuaca sangat bagus untuk motoran sembari mencari sarapan.

Saat ini kalau hari Sabtu dan Minggu jalanan sangat ramai dengan pengendara sepeda. Orang-orang pada keluar untuk berolah raga sepeda, tidak heran jika harga sepeda saat ini sangat tinggi karena kebutuhan sepeda meningkat drastis dari biasanya. Di kawasan tertentu sampai dibikin jalur khusus untuk pesepeda yang bisa mengambil sebagian besar dari badan jalan. Tapi ini hanya berlaku saat weekend saja, hari-hari biasa jalanan kembali difungsikan secara normal. Karena banyaknya pesepeda ini maka para pengguna jalan lain, mobil atau motor harus lebih berhati-hati. Tidak jarang para pesepeda ini mengambil jalan seenaknya dan sangat membahayakan pengguna jalan lain dan diri mereka sendiri.

Riring Sabtu kemarin memang tidak jauh-jauh, hanya berkeliling sekitaran kota BSD, lumayan lah kalau hanya untuk manasin mesin motor dan mengobati rasa kangen untuk riding. BSD saat ini sudah menjadi kota yang sangat nyaman untuk sekedar riding menasin motor, jalanan hampir semuanya mulus dan lebar, cocok banget untuk keliling pakai Vulcan yang tidak menyukai jalanan rusak. Ridernya sih yang gak suka, karena kalau naik Vulcan di jalanan rusak sudah pasti sama sekali tidak nyaman. Simplenya Vulcan cocok untuk jalanan mulus.

Sebenarnya pagi ini selain menasin motor saya juga mencari sarapan, tempat yang pertama saya tuju ternyata tutup. Ya dah lanjut ke tempat lain, pengin makan soto ayam kampung. Ealaaah lah kok ya tutup juga. Lanjut deh nyari yang lain.. ada bubur ayam tapi kok sudah bosan karena Sabtu yang lalu sudah mbubur. Setelah berkeliling akhirnya berhenti di McD dan memesan sarapan favorit saya sejak dulu kala..haha..

Foto-foto yang lain:

Posted in cruiser bike, Kawasaki, Kawasaki 650, Kawasaki 650cc, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, motorcycle touring, street photography, Vulcan 650, Vulcan S | Tagged , , , , | Leave a comment