Beautiful birds – Macaw

Saya tidak pernah merasa bosan untuk memotret burung-burung cantik yang sedang terbang. Burung-burung Macaw dengan berbagai corak warna yang indah. Konon burung-burung ini berharga sangat mahal, ketika ngobrol dengan salah satu pemiliknya harga satu ekor burung Macaw bisa puluhan juta rupiah.

Hmmm…. burung yang sangat mahal dilepas terbang bebas, terus bagaimana kalau tidak kembali? Memang ada kalanya burung-burung itu hinggap di pohon di sekitar tempat mereka dilepas dan pemiliknya harus memanggil-manggil agar burungnya kembali. Tidak jarang sang pemilik harus datang mendekati pohon tersebut baru si burung mau beranjak terbang mendekat.

Umumnya burung-burung cantik ini hanya terbang berputar-putar di sekitar mereka dilepaskan dan kemudian kembali kepada si empunya. Tetapi terkadang ada juga burung yang nakal dan terbang jauh meninggalkan tempat mereka dilepaskan. Kalau sudah begitu biasanya si empunya harus mengikuti menggunakan motor ke arah mereka terbang dan mencari sampai ketemu. Bukan tidak mungkin burung-burung itu pergi dan tidak kembali.

Memotret burung yang sedang terbang memerlukan teknik tersendiri supaya mendapatkan foto yang bagus. Karena itu saya menggunakan kesempatan ini untuk berlatih supaya terbiasa dengan teknik dan setting kamera yang baik.

Monggo dipun pirsani asil fotonipun.

Posted in animal photography, bird photography, Birds, burung, Photography, wild life photography | Tagged , , , , | Leave a comment

Photos – Tawon kumbang (Wooden Beetle)

Yesterday morning was a very nice morning, a bit cool for Jakarta normal temperature, but it was lovely morning. My flower is blooming and as usual when this flower is blooming there are many bees, buterflies and other insects coming for nectar.

I was interested in taking some shots of a big black insect we call it “Tawon Kumbang” in Indonesian or Wooden Beetle (not sure if it is crrect). They come every day during the blooming season. Here are some other shots I took:

All of the above are taken using camera Canon EOS 77D with Canon lens 70 – 300mm f/4-5.6 IS II USM, ISO 1600 f/5.6 1/1600 sec – 1/4000 sec.

Posted in animal photography, Bunga, Flowers, fotografi, Insect, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Test konsumsi bahan bakar Versys 250 setelah upgrade menjadi Versys 300

Brothers & sisters…, setelah si Vera mendapatkan sentuhan upgrade mesin dari 250cc menjadi 300cc sudah pasti ada perubahan dalam konsumsi bahan bakar (BBM) nya. Apalagi limiter ICU nya juga sudah dibuka, membuat tangan ini pengin pelintir gas aja bawaannya. OK, hari Sabtu tanggal 24 April 2021 saya berkesempatan untuk test konsumsi bahan bakar si Vera. Caranya saya isi penuh tangki si Vera kemudian saya ajak dian jalan-jalan. Pulang jalan-jalan mampir lagi ke pompa bensin dan isi lagi sampai penuh. Ini untuk menghitung berapa liter BBM yang sudah terpakai untuk menempuh jarak tertentu.

Pada saat pengisian penuh pertama pada 7898 km

Pada pengisian BBM penuh pertama speedometer si Vera ada di angka 7898 km. Kemuadian si Vera saya ajak untuk jalan lumayan jauh dengan kondisi jalan macem-macem. Ada yang mulus dan lebar, ada jalan rusak, ada jalan sempit dan banyak polisi tidurnya, lewat jalan rame / macet. Pokoknya bermacam-macam kondisi jalan yang menggambarkan kondisi berkendara sehari-hari. Saya ajak si Vera menuju pantai Utara Tangerang, tepatnya ke Tanjung Kait.

Saat menuju ke Tanjung Kait dan pulang kembali ke BSD, si Vera saya ajak jalan dengan kecepatan bervariasi tergantung kondisi jalan, kadang hanya 10 kpj, kadang 80 kpj. Kadang mblasak jalanan rusak, kadang meluncur di jalanan mulus. Pulang dari Tanjung Kait saya mampir lagi ke pompa bensin Shell di BSD dan isi full lagi.

Isi penuh lagi saat spedometer menunjukkan angka 8004 km

Ketika saya mengisi penuh lagi tangki si Vera speedometer menunjukkan angka 8004 km. Berarti saya sudah menempuh jarak 106 km dari BSD ke Tanjung Kait pergi pulang. Lalu berapa liter BBM yang suda dipakai oleh si Vera untuk menempuh jarak 106 km itu?

Ternyata untuk menempuh jarak 106 km si Vera menghabiskan BBM sebanyak 4,65 liter. Jadi konsumsi BBM si Vera saat ini adalah 22,79 km / liter. Lumayan irit untuk motor yang sudah dioprek menjadi 300 cc. Kalau isi tangki si Vera adalah 17 liter, maka akan bisa dipakai untuk 387 km. Lumayan lah tidak terlalu sering mampir ke pompa bensin.

Untuk video perjalanan hari ini bisa nanti bisa dilihat di lexyleksono YouTube channel.

Posted in Kawasaki, kawasaki adventure, Motor Sport, Pantai, versys 250 | Tagged , , , | 5 Comments

Triumph Bonneville Speedmaster 1200 cc looks so beautiful

Brothers & sisters… bagi penggemar motor model klasik tentunya sudah tidak asing lagi dengan motor-motor Triumph Bonneville series dengan berbagai ukuran mesin dengan model yang sangat khas. Tetapi ada Triumph Bonneville yang medelnya sedikit berbeda, cruiser banget dan sangat cakep. Itulah Triumph Bonneville Speedmaster 1200 cc. Saya tertarik menulis tentang motor ini karena ada salah seorang sahabat dari kecil ku yang meminang motor ini.

Motor ganteng ini menggunakan mesin parallel twin dengan pendingin cairan (liquid cooled), menggunakan dua buah knalpot yang masing-masing menjulur dari mesin ke sisi kiri dan sisi kanan motor. Cocok banget motor model ini menggunakan 2 knalpot yang tampak memeluk mesin besar 1200 cc. Foot peg agak ke depan sehingga pengendara bisa duduk tegak sambil menaruh kaki nya agak ke depan. Riding position khas motor cruiser yang nyaman.

Jok depan dan belakang tampak terpisah, jok pengendara tampak tebal dan nyaman dengan posisi berkendara tegak. Jok belakang untuk yang dibonceng juga terlihat tebal memberi kenyamanan bagi yang duduk di jok belakang. Pastinya motor ini akan memberi kenyamanan saat cruising baik bagi pengendara maupun yang dibonceng. Lebih nyaman lagi seandainya dipasang sandaran kecil.

Lampu depan menyematkan bentuk klasik modern berbentuk bulat, lampu sein juga dengan bentuk khas menambah kegantengan motor kelas atas di barisan motor Triumph Bonneville.

Masin 1200 cc memiliki ciri khas motor-motor Bonneville tentunya dengan sentuhan tersendiri untuk setiap modelnya. Mesin besar ini menurut informasi mampu menghasilkan tenaga puncak 76,9 HP pada 6100 RPM dengan torsi yang yahud 78 LbFt pada 4000 RPM. Pastinya motor ini enak untuk menjelajah jalanan dengan tenaga dan torsi yang dimiliki. Si Bonnie Speedmaster ini dilengkapi dengan 6 percepatan, jelas mantap kalau mau putar gas dan pengin melaju kencang. Ban belakang menggunakan 150/80 R16 (saya kurang jelas untuk ban depan), cocok bin mantap untuk motor jenis ini. Menggunakan velg jari-jari menambah keindahan sang Speedmaster.

Untuk keselamatan berkendara motor dengan berat kosong sekitar 263 kg ini dilengkapi dengan dua rem cakram (disk break) di roda depan dengan ukuran 310mm, 2 piston dan satu rem cakram belakang dengan ukuran 255mm single piston. Cocok lah untuk mengontrol laju motor besar yang memiliki kapasitas tangki bensin 12 liter ini. Kok kecil ya kapasitas tangki bensinnya, dibanding dengan Vulcan 650 atau Versys 250 yang kapasitas mesin kauh lebih kecil tetapi kapasitas tangki bensin besar.

Bagaimana dengan harganya? Ini yang bikin gak enak, motor buatan Inggris ini jelas tidak murah apalagi pajak kendaraan bermotor yang termasuk barang mewah ini sangat tinggi. Saya tidak tahu pasti harganya yang pasti kalau ingin meminang motor ini mesti punya uang di atas 500jt Rupiah. Muahal…, yup, sesuai dengan yang didapatkan untuk wilayah Indonesia.

Posted in Classic bike, Classic motorcycles, cruiser bike, Motor cruiser | Tagged , , | 2 Comments

Squirrel photos

This morning as usual I walked my little dog around my neighborhood. This time I brought my DSLR camera to take pictures of birds which usually are looking for food around the park. Fortunately I saw two Squirrels running around on the trees.

A Squirrel quickly climbing a tree
A Squirrel on a pine tree

I rarely photograph a Squirrel, so I am very happy to ve able to photograph them this moring.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Test top speed Kawasaki Versys 250 setelah upgrade mesin menjadi 300cc

Brothers and sisters… saking keasyikan belajar yang lain saya sampai lupa belum menyajikan tulisan hasil test top speed Kawasaki Versys 250 setelah mesinnya di-upgrade menjadi 300cc. Tulisan tentang memperbesar kapasitas mesin si Vera (Versys 250 saya) dapat dibaca di sini. Bagi yang tertarik untuk meng-upgrade mesin motor Versys 250, Ninja 250, monggo silahkan diklik saja link nya.

Bagaimana performa setelah upgrade mesin si Vera? Ini tentu menjadi pertanyaan saya plus rasa penasaran waktu upgrade mesin si Vera. Sebelum upgrade mesin ini, saya juga sudah pernah melakukan sedikit operasi terhadap motor adventure kecil ini. Yang saya lakukan waktu itu adalah membuka limiter ECU yang membuat Versys 250 menjadi lemot di awal-awal start atau di putaran bawah. Tulisan tentang ini (termasuk bengkel yang mengerjakan) bisa dibaca di sini.

OK, sekarang saya akan sajikan hasil test top speed yang saya lakukan sendiri di kawasan BSD. Kok gak di circuit test nya? Ini hanya test kecil dan di BSD juga banyak jalanan mulus dan kosong. Jadi sambil menikmati morning ride, bisa sambil test top speed.

Untuk gigi pertama (gigi 1) saya lalukan mulai dari berhenti kemudian langsung gas pol. Suara raungan mesin Kawasaki Versys ini terdengar kenceng banget, sampai pada 15000 rpm, jarum sudah mentok, kecepatan yang diraih adalah 64 kpj. O ya, ini hanya menggunakan speedometer ya, dan speedometer Kawasaki Versys 250 sudah digital. Tetapi mungkin ada variance kalau diukur dengan alat lain.

Pindah ke gigi 2 langsung plintir gas sampai mentok 15000 rpm, hasilnya di spedometer menunjukkan angka 93 kpj. Setelah gigi 2 ini saya langsung ke gigi 4 karena posisi saat itu pas melaju dengan gigi 4 ada kesempatan untuk plintir gas.. wuuush… di 15000 rpm kecepatan di speedometer menunjukkan angka 133 kpj. Nah pada saat ini angin terasa kencang dari samping sampai motor terasa goyang. Jalan pelan-pelan lagi hingga ada kesempatan plintir gas di gigi 3, tarik gas hingga mentok di 15000 rpm dan kecepatan di speedometer menunjukkan 119 kpj.

Saya kemudian riding santai seperti biasanya, tidak melanjutkan ke gigi 5 dan 6. Kalau gigi 4 sudah sampai di 133 kpj, gigi 5 dan 6 tentunya lebih kenceng lagi. Bagi saya tidak perlu saya membuktikan di jalanan umum, apalagi ini motor kan bukan jenis untuk kebut-kebutan. Tentunya tidak bisa dibandingkan dengan motor-motor sport seperti Ninja 250, CBR 250 atau R25 yang tentunya lebih kencang lagi. Kawasaki Versys 250 sesuai modelnya lebih diperuntukkan menikmati jalan di mana saja, asal bukan yang extreme off-road Versys 250 masih hayuuk aja.

Lha terus untuk apa di-upgrade mesin nya? Tentunya supaya lebih powerful baik itu tenaga maupun torsinya meningkat. Ini memang terasa sekali, sekarang ini tarikan ringan dan tenaga ngisi terus. Akibatnya jadi makin senang ngajak jalan-jalan si Vera. Yang pasti sekarang sejak start awal gigi rendah tarikan sudah enak terasa smooth.

Hasil dyno test di bengkel SSK Motor Sport sesaat setelah selesai upgrade mesin. Ada yang sedikit aneh, power maupun torsi ngedrop di 7000 an RPM kemudian naik lagi mencapai puncak di 11000 an RPM. Yang saya suka saat ini torsi sudah tinggi sejak RPM rendah, ini sangat perlu untuk motor jenis ini saat melewati jalanan jelek.

Posted in Adventure bikes, Kawasaki, kawasaki adventure, Motor Touring, versys 250 | Tagged , , , , | 5 Comments

Foto Bulan Sabit (the Crescent Moon)

Sangat menyenangkan bisa memotret Bulan saat masih awal-awal, ketika ukurannya masih kecil seperti sebuah sabit. Ini mungkin yang pertama saya posting foto Bulan Sabit di blog, biasanya yang sering itu foto bulan purnama atau foto bulan ketika sudah terlihat besar / separuh.

Bulan ini bulan istimewa bagi sahabat-sahabat umat muslim karena bulan sabit pada saat ini juga menandakan memasuki bulan puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga membawa berkah.

Posted in fotografi, nature photography, Photography | Tagged , , , | Leave a comment

Enjoy riding my Versys during the holiday

Video riding saat hari libur di sekita BSD

Hari libur Jum’at Agung biasanya saya gunakan untuk pulang kampung dan merayakan Jum’at Agung serta Paskah di kampung halaman. Tetapi karena saat ini sedang musim covid-19 kita harus membatasi untuk berpergian jauh yang biasanya saya lakukan dengan naik pesawat. Karena pertimbangan kesehatan dan membantu pemerintah mengatasi penyebaran Covid-19, maka yang terbaik adalah diam di rumah.

Untuk mengisi libur kali ini saya menggunakannya untuk riding bersama Versys 250 saya. Tidak jauh-jauh sih, hanya sekitaran BSD. Dan dalam kesempatan ini saya mencoba untuk merekan perjalanan saya menggunakan kamera Gopro saya. Ini adalah postingan pertama saya untuk video yang sudah saya upload ke YouTube.

Monggo di”click”untuk menonton nya. Silahkan klik “Subscribe” ya dan mohon masukan pembaca blog untuk memperbaiki video-vedeo yang akan datang. Maklum saya baru belajar merekam vedeo dan share menggukanan YouTube.

Selamat menikmati dan terimakasih.

Posted in kawasaki adventure, Motor, motor adventure, Motor Touring, versys 250 | Tagged , , , , | 2 Comments

Memperbesar kapasitas mesin untuk meningkatkan performa Kawasaki Versys 250

Brothers & sisters…., mengutak-atik motor-motor miliknya merupakan salah satu hal yang wajar dilakukan oleh para penghobby motor. Entah itu sekedar menambahkan aksesoris yang fungsional terhadap motornya, merubah tampilan motor atau mengganti bagian dari motornya agar lebih OK. Saya termasuk yang suka menambahkan aksesoris di motor-motor saya, aksesoris yang saya tambahkan biasanya tidak hanya untuk meng-upgrade tampilan tetapi juga menambah fungsi agar motor lebih enak dipakai. Kali ini saya agak lebih ke dalam lagi, yaitu mengotak-atik mesin, tepatnya meng-upgrade mesin, yang belum pernah saya lakukan. Yang menjadi sasaran adalah si Vera (Versys 250).

Kenapa saya mengutak-atik mesin si Vera? Yup, dia sudah pernah menjalani ubahan settingan ECU nya (bisa dibaca di sini). Dengan merubah setting ECU nya si Vera sudah sangat enak dipakai, tidak tersendat lagi di awal-awal jalan, menjadi lebih smooth enak dipakainya. Larinya nya pun lebih kenceng dari sebelum ECU nya di-remap (monggo di baca di sini). Saya sebenarnya sudah sangat senang dengan performa si Vera setelah remap ECU nya, dipakainya sangat enak tenaga ngisi sejak putaran bawah hingga putaran tinggi. Tidak tersedak lagi di gigi 1 & 2 tetapi bisa lebih mulus terus dengan cepat. Tetapi ada tantangan baru dari bro O’ong pemilik bengkel Surya Sakti Kencana atau SSK motor sport. Beliau menawarkan untuk meng-upgrade kapasitas mesin si Vera dari 250cc menjadi 300cc dengan mengganti beberapa part mesin si Vera dengan part asli Kawasaki Versys 300. Tidak ada ubahan macem-macem, istilahnya tinggal plug & play.

Seperti kita ketahui bahwa Versys “kecil” ini ada 2 macam, yang beredar di Indonesia bermesin 250cc sedang yang beredar di Amerika (misalnya) bermesin 300cc. Kalau tidak salah di Indonesia awalnya juga sempat ada yang 300cc, tetapi kemudian berubah ke 250cc, termasuk si Vera yang saya beli.

Nah, terus apa manfaat ubahan mesin ini sehingga saya bersedia si Vera dibongkar mesinnya dan diganti beberapa parts nya? Yang pasti dengan kapasitas mesin lebih besar sedikit dan tentunya tenaga dan torsinya juga akan meningkat. Saat ini saya belum tahu tenaga dan torsi si Vera nantinya akan menjadi berapa, karena memang sedang dalam proses. Tetapi dari data motor-motor Versys 250cc yang telah dioperasi oleh bengkel Surya Sakti Motor, power on wheel tertinggi bisa sampai 39,5 HP pada putaran mesin 10829 rpm, dan torsi tertinggi di 26.54 Nm di kitiran mesin rendah 4984 rpm. Ini sangat bagus karena tenaga lumayan besar (on wheel lho ya) dan bisa dapat torsi gede di putaran mesin rendah. Artinya motor bakalan enak untuk mblasak di tanjakan atau jalanan kurang mulus tanpa harus bejeg gas diputaran tinggi seperti versi standard nya.

Bagaimana hasilnya dengan si Vera? Ya kita tunggu saja ya beberapa hari lagi setelah selesai baru nanti bisa saya test ride. Mohon ditunggu artikel berikutnya..

Posted in Kawasaki, kawasaki adventure, motor adventure, versys 250 | Tagged , , , | 13 Comments

Ngetes ban baru Shinko di Estrella

Brothers & sisters…., di tulisan saya sebelumnya (silahkan klik di sini), saya pamer tampilan si Jlitheng Estrella 250 yang sudah ganti ban dan pasang skid board. Lha sekarang saya mau cerita sedikit tentang bagaimana rasanya naik si Jlitheng dengan ban baru nya.

Sejak pasang ban baru saya sudah pakai si Jlitheng keliling-keliling BSD dan sekitarnya, rute favorit saya itu BSD – Gading Serpong – Alam Sutera – Bintaro terus balik BSD lagi. Lumayan itu muter saja sudah dapat beberapa puluh kilometer, tentunya sambil nyari sarapan dan foto-foto, biasanya narsis juga. Dari keliling-keliling ini, saat pertama kok saya merasa motor gak stabil di kecepatan rendah / baru jalan, agak lari ke kiri gitu. Tetapi saat motor sudah melaju gelaja limbung itu hilang dan motor terasa nyaman. Apa karena ban masih baru atau ada yang perlu disetel, saya kurang tahu. Nanti saja kalau pas service saya tanyakan. Secara keseluruhan sih tidak masalah, motor tetap nyaman melahap jalanan.

Oke, sekarang bicara soal ban baru si Jlitheng, yang pertama adalah ukuran ban. Seperti saya singgung di artikel saya sebelumnya ukuran ban depan ukurannya naik menjadi 100/90-18 lebih besar sedikit dari ukuran standarnya 90/90-18. Ban belakang naik menjadi 120/80-17 ini juga naik dari ukuran standarnya 110/80-17. Naiknya hanya sedikit ya, tetapi ini sudah mampu mengubah tampilan si Jlitheng tampak menjadi lebih gagah dengan kaki-kaki kokoh. Tetapi karena ban lebih besar, ada sedikit adjustment yang dilakukan terhadap spakbor depan agar tidak terlalu mepet ke ban. Kalau untuk belakang sih tidak masalah, masih banyak ruang untuk roda belakang.

Ban yang saya pilih juga memiliki karakter yang cocok tidak hanya untuk muter-muter dalam kota, tetapi juga sangat cocok untuk touring jarak jauh. Type ban nya adalah Shinko Tour Master, memiliki kembangan yang oke untuk jalan aspal dan gravel. Untuk offroad ringan masih bisa lah, tapi kalau offroad berat ya gak cocok. Saya pilih ini karena selama ini ya pakainya lebih banyak di jalanan aspal dan saya juga bukan tipe yang senang main offroad berat. Jadi saya pilih ban yang sesuai dengan peruntukannya.

Roda si Jlitheng ini sekarang juga sudah tidak memakai ban dalam, saya memang minta kepada kang Dedi Irawan (bengkel DJM Custom Garage) untuk diakali agar tidak usah pakai ban dalam. Memakai ban dalam sebenarnya juga tidak masalah, hanya saja kalau kena paku repotnya minta ampun. Estrella itu motor berat, kalau mesti dorong pas ban bocor benar-benar berat dan saya sudah mengalami beberapa kali. Ban tubeless lebih enak kalau kena paku biasanya tidak langsung kempes habis dan tambalnya juga tidak sulit.

Sebenarnya pengin ngajak si Jltheng jalan-jalan agak jauh, tapi kondisi masih belum nyaman untuk touring. Nanti saja kalau covid-19 sudah bisa dilenyapkan atau minimal sudah ada obatnya, kita bisa touring lebih leluasa.

Posted in Aksesoris motor, Classic motorcycles, Motor retro klasik, Motor Touring, motorcycle touring, Vintage bikes, Yamaha Vixion | Tagged , , , , , , | Leave a comment