Kawasaki W800 resmi dijual KMI, penggemar big retro akan bersukaria

Brothers & sisters…., sudah lama penggemar motor model retro klasik menantikan kedatangan motor model klasik dengan kapasitas mesin gede atau sebut saja big retro bike. Believe it or not, motor model jadul ternyata banyak penggemarnya. Terbukti penjualan Kawasaki Estrella 250 ternyata cukup laris manis. Tapi jangan dibandingin dengan penjualan motor2 sejuta umat ya..

W800_6Naah, di kalangan pengguna Estrella sendiri sudah lama bisik-bisik pengin motor klasik yang lebih gede. Lirikan mata tentunya tertuju kepada sang kakak dari Estrella 250, yaitu si W800. Model W800 mirip-mirip juga dengan Estrella 250, sangat klasik dan menawan hati para classic lovers. Kawasaki W800 akan menjawab kehausan sebagian penggemar motor klasik akan tunggangan yang jadul modelnya tetapi tenaga dan torsinya mumpuni.

W800_5Seperti halnya Estrella 250 sekalipun modelnya klasik jadul banget tetapi sejatinya dia adalah motor baru dengan mesin yang modern. Memiliki motor yang masih baru tentunya banyak positifnya, garansi pasti, perawatan mudah, tidak takut mogok, mau diajak ke mana aja hayuuk. Berbeda dengan motor yang memang lahir di jaman dulu alias sudah tua. Perawatan motor tua mahal, part nya susah, gampang mogok jadinya gak bebas untuk diajak jalan-jalan jauh.

W800_1Kembali ke W800, kalau motor ini resmi dijual oleh KMI maka pasti akan mendapat sambutan hangat para pecinta klasik. Kalau yang menjual KMI kan pasti terjamin after sales service dan spare part nya. Pemilik gak perlu ragu untuk meminang nya asalkan dana nya tersedia. Konon motor ini juga bukan motor yang murah, lihat saja Estrella 250 cc yang single silinder mahal. W800 bisa jadi harganya akan tidak jauh dari Z800 yang sudah di atas 200 jt.

Mari kita tunggu semoga tidak lama lagi W800 meluncur di tanah air.

Posted in Classic bike, Classic bikes, Kawasaki retro klasik | Tagged , , , | 10 Comments

Kawasaki Vulcan S, tenaga dan torsi terdongkrak dengan hanya ganti knalpot after market

Brothers & sisters…., si Kanijo (Vulcan Ijo) saya sudah sejak beli menggunakan knalpot standard bawaan pabrik. Semua kawan-kawannya sudah pada berganti knalpot after market, si Kanijo masih setia dengan knalpot standar. Beberapa waktu lalu saya ditelpon oleh seorang bapak dari Jogja, beliau rupanya baca-baca blog sederhana ini. Ngobrol-ngobrol beliau punya Vulcan dan sedang cari-cari aksesoris. Karena dilihat si Kanijo sudah pake aksesoris macam-macam beliau cari informasi ke saya. Singkat cerita obrolan menyinggung knalpot, beliau punya knalpot nganggur yang dibawa dari negeri kanguru alias Australia. Hanya sempat dipakai sebentar dicopot lagi karena beliau lebih suka knalpot satu lagi yg juga dibawa dari sana. Kalau ada yang mau monggo, daripada nganggur di gudang.

si Kanijo dengan knalpot barunya

si Kanijo dengan knalpot barunya

Akhirnya knalpot dikirim ke rumah, cocok bayarin gak cocok balikin hehe. Ya oke lah, jadilah si knalpot after market ini nempel di tubuh si Kanijo. Pasang di rumah aja, semuanya pas, tinggal pasang dan kencengin bautnya. Di body knalpot ada tulisan kecil-kecil (hampir tak terlihat) dalam bahasa Inggris, menerangkan bahwa knalpot ini tidak memenuhi standar ambang batas suara knalpot yang diperbolehkan di negara Australia. Maka penggunaannya menjadi tanggung jawab si pengguna, produsen tidak bertanggung jawab. Begitulah kira-kira arti tulisan itu.

si Kanijo sedang menjalani dyno test

si Kanijo sedang menjalani dyno test

Begitu dihidupkan suara nya ngeblar, kurang bulat bagi selera telinga saya.. yo wis dicoba dulu. Karena belum diseting dg baik, hari Sabtu lalu saya bawa si Kanijo ke Kawansakti, bengkel & juga dealer resmi Kawasaki di Bintaro. Pertama hanya ingin setel aja supaya aliran bensin & udara sesuai dg knalpot baru nya. Karena saya lihat ada mesin dyno di sana, saya jadi penasaran pengin tahu berapa tenaga maksimum dan torsi maksimum si Kanijo setelah terpasang knalpot after market. Mengetahui ini bagi saya penting, karena dengan mengetahui di mana tenaga maksimum dan torsi maksimum, saya bisa gunakan untuk pedoman saat nunggang si Kanijo.

Si Kanijo dinaikan ke mesin dyno, roda depan diikat rapat agar nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat test, sedangkan roda belakang menapak tepat di bagian yg berputar dari mesin dyno. Sang tester naik diatas jok dan mulai mengendarai. Mulai dengan gear rendah dan rpm rendah terus naik, sampai gear 6 dan gas diplintir sampai red line. Saya lihat spido menunjukkan angka 210 kpj (sayang gak sempat foto). Pengukuran pun dilakukan beberapa kali. Dari test ini didapat hasil yang ternyata lumayan juga, tenaga maksimum 68.1 hp @ 7265 rpm dan torsi maks ada di angka 69.92 Nm @ 5201 rpm.

Hasil dyno test si Kanijo setelah menggunakan knalpot after market

Hasil dyno test si Kanijo setelah menggunakan knalpot after market

Apakah ada kenaikan tenaga dan torsi setelah ganti knalpot after market ? Saya tidak punya data sendiri untuk hasil dyno test Vulcan S standard, kita gunakan saja spesifikasi dari pabriknya. Data spek pabrikan untuk Vulcan S adalah: tenaga maks 63 Hp @ 7500 rpm dan torsi maks nya 64 Nm @ 6500 rpm. Jadi memang ada kenaikan (terlepas dari perbedaan alat / metode yang dipakai untuk mengukur). Naah sekarang bandingkan rasanya..

Bagaimana rasa nya saat riding apa ada perbedaan. Yup…!! Mas Leopold sudah pernah membandingkan motor saya yang dg knalpot standard dengan motor bro Rudy yang sudah memakai knalpot after market. Motor bro Rudy terasa lebih responsif. Yang mas Leo rasakan sama dengan yang saya rasakan, si Kanijo terasa lebih ringan (dari sisi bobot memang berkurang sekitar 6 kg sih), lebih responsif dan terasa lebih lepas bebas. Sebelumnya seperti ada penahannya, sekarang penahan itu seperti terlepas jadi nya terasa ringan larinya. Apa ada efek ke pemakaian BBM ? Belum ngukur, tapi kemungkinan menjadi lebih boros.

 

Posted in Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, Test Motor Baru, Vulcan 650, Vulcan S, Vulcan S Accessories | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Yamaha Vmax 1200, sudah tua tetapi tetap sangar

Brothers & sisters…, perkenalan singkat saya dengan Yamaha Vmax 1200 produksi 1993 cukup membawa kesan tersendiri bagi saya. Tidak seperti motor-motor besar lain yang pernah saya temui, kesan saya ketika pertama melihat motor ini adalah sangar, garang, powerful & agresif.

image

Begitu menatap yang terlihat adalah mesin yang besar mendominasi body si Vmax. Terlihat begitu berotot dan perkasa. Apalagi dengan warna yang serba hitam dengan warna krom sebagai pemanisnya. Kesan gagah dan sangar semakin terasa.

image

Kenyataan nya Yamaha Vmax memang tidak hanya tampilannya yang garang. Menurut data yang ada motor ini sanggup lari dg top speed 155 mph, tenaga max 145 bhp dan torsi 118 lb ft atau 160 Nm. Lha apa gak bener2 joss bin beringas. Bobot motor ini 262kg lumayan berat, tetapi ketika duduk di joknya saya bisa menapak dengan baik.

image

Dengan posisi duduk yang nyaman, kaki menjangkau tanah dengan baik, rasa pede untuk menunggangi nya pun timbul. Saya diwanti-wanti, ini motor sangat responsive, plintir sedikit gas sudah melesat, kalau tidak hati-hati bisa celaka. Dan memang sudah ada yang kebanting motor ini gara-gara gak bisa mengendalikan.

image

Yo wis, saya tidak mau celaka tidak juga ingin lari kenceng, hanya ingin merasakan naik motor macho ini. Lihat tampang dan baca spek nya sudah bisa tahu motor ini bisa menjadi liar. Jadi dengan penuh kontrol saya pelintir gas nya, dan si Vmax melaju tenang. Bawa berputar-putar dengan santai, mendengar deru mesin dan knalpot nya rasanya beda aja.

Posted in Motor cruiser, Motor Sport, Motorcycle test, Test Motor Baru, Yamaha | Tagged , , | 7 Comments

Sadar akan pentingnya keselamatan di jalan, EOI mengadakan safety riding course bagi anggotanya

Brothers & sisters…, statistik di negeri ini menunjukan angka kecelakaan lalu lintas sangat tinggi, dan banyak dari kecelakaan itu yang melibatkan pengendara motor. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, setiap hari terjadi korban jiwa meninggal di jalan. Banyak faktor penyebab kecelakaan di jalan, bisa karena kondisi jalan, kondisi kendaraan, faktor cuaca, dll, tetapi yang sering terjadi adalah karena faktor pengendara nya. Banyak pengendara yang mengendarai kendaraan tanpa dibekali pengetahuan tentang keselamatan berkendara. Banyak yang tidak peduli dengan keselamatan dirinya maupun orang lain. Berkendara yang asal meluncur, asal bisa, tanpa memperhatikan aspek keselamatan itu sangat berbahaya.

Menyadari pentingnya keselamatan saat berkendara, Estrella Owners Indonesia (EOI) beberapa waktu yang lalu mengadakan safety riding course bagi anggotanya. Tidak tanggung-tanggung EOI menggandeng JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) untuk memberikan materi dan pelatihan bagi anggota EOI.

IMG-20160410-WA0010Teori defensive driving diberikan di kelas, di sini anggota EOI dibekali dengan materi pentingnya menerapkan safety riding dan juga teori-teori bagaimana menjadi pengendara yang baik, selalu menerapkan Crash-free habits.

Baris yang rapi ya anak-anak...., antri jangan saling serobot.

Baris yang rapi ya anak-anak…., antri jangan saling serobot.

IMG-20160411-WA0128

Terlihat keceriaan para peserta safety riding EOI

Setelah selesai pelajaran di ruang kelas, selanjutkan dilakukan pelatihan di lapangan tentang praktek-praktek berkendara yang baik. Bagaimana melakukan pengereman yang benar, bagaimana menikung yang baik, dll.

Pelatih memberikan instruksi

Pelatih memberikan instruksi

Yup begitu....dikit lagi kamu bisa..

Yup begitu….dikit lagi kamu bisa..

Gayanya udah dapat, tinggal penyempurnaan dikit aja..

Gayanya udah dapat, tinggal penyempurnaan dikit aja..

IMG-20160411-WA0065

Naaah gitu posisi nya…latihan lagi ya..

Lho kok ada RE ikutan..? Kang Toba dulu pemilik Estrella juga. Motor ganti tapi brotherhood tetap dipelihara.

Lho kok ada RE ikutan..? Kang Toba dulu pemilik Estrella juga. Motor ganti tapi brotherhood tetap dipelihara.

Salut untuk EOI, bagi member yang belum sempat ikut saat safety riding waktu lalu jangan berkecil hati. EOI memandang safety is first and number one, jadi pastinya nanti akan diadakan lagi untuk member yang belum sempat ikutan.

Acara safety riding yang penuh kegembiraan ini semakin lengkap ketika semua berkumpul di meja makan.

Tunggu aba-aba ya, jangan berebut.

Tunggu aba-aba ya, jangan berebut.

Kalau yang dua ini sedang berlatih bagaimana narsis yang baik.

Kalau yang dua ini sedang berlatih bagaimana narsis yang baik.

Semoga EOI terus semakin berkibar, sebagai wadah pecinta Estrella yang mengedepankan persahabatan, persaudaraan, kebersamaan dan tentunya kebaikan untuk semua anggotanya.

Catatan : semua foto di atas diambil dari WA grup EOI.

Posted in Classic bikes, Kawasaki retro klasik, Motor retro klasik | Tagged , , , , | 3 Comments

Vulcan Riders Indonesia (VRI) merapatkan barisan untuk next touring

Brothers & sisters…, sampai saat ini anggota Vulcan Riders Indonesia (VRI) masih belum banyak. Populasi Vulcan memang masih belum terlalu banyak dan tidak semua pemilik Vulcan bergabung dengan VRI. VRI terbentuk dari kerinduan para brother Vulcan riders untuk memiliki wadah supaya lebih mudah berkomunikasi, berbagi informasi dan juga menikmati riding bersama. Tema nya Fun & Friendship, memupuk persahabatan dan menikmati kegembiraan bersama.

Untuk tujuan Fun & Friendship VRI merencanakan touring ke Cirebon dan Kuningan tanggal 21-22 Mei mendatang. Sekalipun ini touring jarak pendek jauh-jauh hari mesti direncanakan dengan baik supaya bener-bener fun & friendship itu bisa terwujud. Naah..sebagai awal VRI kumpul-kumpul di Green Terrace TMII beberapa waktu yang lalu.

Tunggangan VRI

Tunggangan VRI, di ujung kok ada non-vulcan? Itulah friendship / persahabatan

Dari ngobrol-ngobrol sambil menikmati hidangan ringan, singkong goreng, roti bakar, kopi, teh, dll… kita putuskan untuk mewujudkan rencana touring ke Cirebon & Kuningan, Jawa Barat.

Ada ninja 650, ER6n, ZX juga ikutan ngumpul.

Ada ninja 650, ER6n, ZX juga ikutan ngumpul. Kalau yg paling kiri itu bukan ya..

VRI sampai saat ini belum ada pengurus yang tetap. Semua masih diatur bareng, walau demikian itu tdk mengurangi kekompakan para VRI. Beberapa bulan yang lalu VRI mengadakan short touring ke waduk Cirata, ceritanya ada di sini.  Bulan Mei sedikit lebih jauh ke Cirebon & Kuningan. Tahun ini VRI akan mengagendakan touring lebih jauh lagi tentunya.

IMG-20160403-WA0097aSemoga dengan kegiatan kumpul-kumpul dan touring seperti ini VRI semakin kokoh dan bisa menjadi wadah bagi pecinta motor Vulcan khususnya. O ya, VRI sekalipun saat ini anggotanya semua penunggang Vulcan S 650cc, kita sebenarnya welcome untuk semua riders Vulcan series.

Sedang perhatiin om Dimas dengan Vulcannya.

Sedang perhatiin om Dimas dengan Vulcannya.

Mari brothers kita tingkatkan persahabatan dan persaudaraan sesama riders untuk dapat having fun together.

 

 

 

Posted in Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulcan, Kawasaki Vulvan S, Motor cruiser | Tagged , , , | 3 Comments

Bermain-main dengan BMW R1200C – motornya James Bond

Brothers & sisters…., motor BMW R1200C memang dipakai untuk beraksi di film James Bond “Tomorrow Never Dies”. Bagi saya motor ini tidak hanya sekedar motor gede, tapi motor yang memiliki nilai seni juga. Motor model cruiser ini meliliki lekuk-lekuk body yang indah dan lain dari yang lain.

Saya dan istri foto di depan rumah bersama si Boxer R1200C

Saya dan istri foto di depan rumah bersama si Boxer R1200C

Sekedar informasi, motor ini memiliki mesin 1170cc, menurut data memiliki tenaga 61 hp, dan torsi 98 Nm pada 3000 rpm, berat 236 kg (dry). Torsinya gede di rpm rendah, pastes saja senggol sedikit gas nya langsung terasa jambakannya. Ketika tombol start dipencet, suara khas motor besar terdengar blethaak..brum..brum..brum… ketika mesin menyala ada hentakan / goyangan ke samping. Mungkin karena mesin boxer yang melintang ke samping itu atau apa sebabnya saya gak tahu.

Ini foto gaya-gayaan di jalan yg belum difungsikan, pelan-pelan supaya kelihatan riding positionnya.

Helm taruh dulu ini foto gaya-gayaan cuma beberapa meter di jalan yg belum difungsikan, pelan-pelan supaya bisa difoto dan kelihatan riding positionnya.

Riding position motor ini sangat santai, super nyaman dengan jok yang empuk dan suspensi yang top banget. Posisi tangan, badan dan kaki sangat santai. Ketika berbocengan dengan istri melewati jalan bergelombang, keempukan jok dan suspensi sangat terasa mengayun lembut. Untuk touring jarak jauh pasti enak gak bikin cepat pegel.

Jalan santai dengan motor ini terasa nyaman, saya tidak merasakan ada tenaga yang berlebih. Tetapi ketika gas ditarik sedikit responnya cukup galak, langsung tarikan kuat terasa banget. Ketika di gigi 3 saya tarik di kecepatan 100 kpj getaran di tangan mulai terasa, naik ke gigi 4 baru nyaman. Tidak ada petunjuk putaran mesin, jadi ya pakai perasaan saja kapan harus pindah gear nya.

Saya dan istri memanfaatkan jalan yg belum dilewati kendaraan untuk foto-foto.

Saya dan istri memanfaatkan jalan yg belum dilewati kendaraan untuk foto-foto.

Handling nya bagaimana? Bagi yang belum pernah mengendarai, perlu beberapa saat untuk menyesuaikan diri dengan si boxer. Begitu sudah terbiasa maka handling nya akan terasa mudah. Hanya saja untuk belok harus berhati-hati kalau belum terbiasa.

DSC06975aMinusnya motor ini, tidak ada indikator BBM, kalau kehabisan bbm kebayang repotnya kalau harus nuntun motor segede itu. Ground clearance rendah, kalau boncengan bisa gasruk poldur kalau gak hati-hati. Switch lampu sein terpisah, sein kanan di stang kanan, sein kiri di stang kiri. Mematikan lampu sein tombolnya terpisah juga, merepotkan dan perlu membiasakan diri.

Over all, senang bermain-main dengan motor keren ini. Sekalipun produksi jadul, tampilan dan performa motor ini layak diacungi jempol. Suatu karya seni yang luar biasa..!!

 

Posted in cruiser bike, Motor BMW, Motor cruiser, Motor Touring, Photography | Tagged , , , | 11 Comments

Peugeot Django 150 retro vintage style, bagaimana rasanya..?

Brothers & sisters…, ini adalah untuk pertama kalinya saya bertemu dengan scooter Peugeot Django 150cc. Bentuknya bener-bener retro vintage, hmm…. udah cakep, body nya bohay, kulitnya muluus banget. Duduk di jok nya empuk euy..!!

2016-04-05_17.33.01_resized

Mari kita lihat body sexy nya, dipandang dari depan, dari belakang, dari samping ini motor terlihat cakep. Tidak hanya modelnya yang cantik, tetapi memang bener-bener rapi, halus mulus.

2016-04-05_17.31.04_resized2016-04-05_17.27.26_resizedDi bawah jok pengendara terdapat ruang bagasi yang cukup luas, bisa untuk nyimpan barang2 bawaan, helm juga bisa masuk ke sana. Di bagian depan dekat kaki terdapat tempat ruang penyimpanan kecil. Sebelah kanan bisa untuk nyimpan HP dan juga tersedia untuk nge-charge baterai HP. Di sebelah kiri ada lubang mengisi BBM, asyik niih kalau ngisi BBM gak usah buka-buka jok.

2016-04-05_17.19.13_resized2016-04-05_17.21.53_resizedTest ride ah… seperti motor matik pada umumnya, menghidupkan mesin mesti tekan rem dulu baru pencet tombol start. Suara knalpotnya alus, mirip dengan suary Piagio Liberty 150 saya dulu. Plintir gas agak dalam langsung meluncur. Saya bawa keliling kompleks dan ke jalan raya untuk test akselerasi. Kesan saya, ini motor enak banget dikendarai, nyaman karena jok nya cukup empuk. Tarikan lumayan responsif, tidak ada kesan lemot. Pengereman, saya perlu membiasakan untuk tidak menekan tuas rem terlalu dalam, pakem banget rem nya. Untuk piranti rem depan & belakang menggunakan cakram. Apakah cukup nyaman untuk berkendara lama ? Saya tidak tahu, wong test nya cuma beberapa menit saja.

2016-04-05_17.26.06_resized

Dashboard di kepala nya cukup terlihat jelas, ada jam, ada odo meter, indikator BBM, ada informasi suhu juga semua digital, kecuali spedometer nya. Bentuknya keren, kesan klasik nya dapat banget.

Motor yang layak untuk dikoleksi, untuk pajangan cocok, untuk dipakai harian juga cocok.

 

Posted in MOtor Matik, Motor retro klasik, Scooter, Vintage bikes | Tagged , , , | 11 Comments