Side box keren untuk Kawasaki Vulcan S 650

Brothers & sisters…, sebelumnya perkenankan saya mengucapkan Happy New Year 01 January 2022, semoga kita semua semakin sehat dan sukses di tahun 2022 ini.

Bro & sis yang mengikuti blog ini tentunya sudah cukup familiar dengan tunggangan saya si Kanijo, Kawasaki Vulcan S 650cc. Mengawali tahun baru 2022 ini si Kanijo mendapatkan hadiah sepasang Side Box yang terbuat dari aluminium. Side Box ini saya minta khusus dibuatkan oleh om Dedi dari bengkel modifikasi DJM di kawasan Ciledug, Jakarta.

Karena side box ini bikinan bengkelnya om Dedi, dan sepertinya juga yang pertama buat Vulcan S 650, maka saya harus mengirim motor ke bengkel supaya pengukurannya pas disesuaikan dengan motor.

pengerjaannya lumayan lama karena memang harus membuat dari awal, sejak merancang design hingga selesai. Pada design pertama ada kesalahan, ukuran dan bentuknya kurang pas. Akhirnya dibuat lagi menjadi yang seperti sekarang. Semua dikerjakan sendiri mulai dari pemotongan plat alumunium, pengelasan hingga pemasangan. Untuk bracket nya, menggukanan bracket yang ada. Di Vulcan saya memang sudah terpasang bracket yang biasa saya pakai untuk tas kulit bikinan dari Jogja.

Saya masih akan menghias bagian samping box warna hitam dengan menempelkan sticker supaya tidak terlihat kosong. Kebetulan banyak sticker di rumah yang bisa menjadi hiasan. Yang penting side box sudah terpasang dengan rapi dan kuat, bisa untuk menyimpan barang bawaan dengan aman.

Bagi brothers & sisters yang ingin memodifikasi motornya atau membuat aksesoris untuk tunggangan kesayangan dapat menghubungi langsung om Dedi, DJM, di nomor telephone ini 081213520732. Dia banyak mengerjakan modifikasi motor-motor Estrella 250 / W250 juga W175, tentunya terbuka untuk jenis-jenis motor lain.

Posted in Aksesoris motor, Bengkel, Kawasaki 650, Kawasaki 650cc, Kawasaki Vulcan, Kawasaki Vulvan S, Modifikasi, Motor cruiser, Motor Touring, Vulcan 650, Vulcan S Accessories | Tagged , , , , | Leave a comment

Triumph Bonneville T120 Gold Line Edition

Brothers & sisters…, sebagai penggemar motor model klasik saya jatuh cinta sama sosok Triumph Bonneville T120 yang rasa-saranya modelnya awet tak lekang dimakan jaman. Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mampir ke daerah Kemang, Jakarta Selatan, di sana ada sebuat dealer motor Triumph. Ada beberapa model motor Triumph yang dipajang di sana, dari yang mahal sampai yang muaahaal banget. Yups, harga motor Triumph memang tidak bisa dibandingkan dengan kebanyakan motor-motor yang selalu kita jumpai di jalan-jalan sekitar kita. Yang ada di sana paling murah Rp. 345 juta belum termasuk pajak dll. Tapi ya begitulah dari sana nya, motor-motor ini didatangkan dari negeri nya om Charles sana.

Sempat mencoba riding Triumph Bonneville T 120 edisi 2021

Ngobrol-ngobrol sama mas Andie, punggawa showroom di Kemang, saya diberi tahu kalau untuk tahun 2022 akan didatangkan yang Gold Line edition selain yang biasa dengan warna yang berbeda. Harga nya kemungkinan akan beda (“naik”) sedikit untuk yg Gold Line ini. Spesifikasi yang lain semua sama, ya hanya beda gold line nya saja yang konon dibuat dengan tangan (hand made) oleh beberapa orang yang memang sudah jago membuatnya. Kayak ada penampakannya ? Belum ada di sini dan baru akan datang kira-kita bulan Februari mendatang. Tetapi foto-foto nya sudah banyak beredar, seperti yang saya copy paste di sini.

Gambar di atas adalah yang warna silver dengan warna tangki bagian atas hijau tua. Tampak indah ketika dikombinasi dengan warna chrome bagian bawah motor (velg, mesin, klanpot). Konon katanya untuk kemampuan mesin seperti power, torsi sama saja dengan yang keluaran 2021, tenaga maksimum 80 PS pada 6650 rpm dan torsi maksimum 105 Nm pada 3500 rpm. Lumayan gahar tenaga dan torsinya, walau demikian motor ini juga lumayan berat sekitar 230-an kg.

Berapa harga nya? Untuk yang Gold Line edition belum ada price list nya, tetapi untuk yang biasa Bonneville T120 dibandrol dengan RP. 430 juta off the road, ditambah pajak dll jatuhnya mendekati Rp. 500 jt. Mahal? yes it is. But you get what you want, a beautiful yet powerful piece of motorcycle.

MAri kita tunggu kedatangan nya di Februari 2022.

Posted in Classic bike, Classic bikes, Classic motorcycles, Motor, Motor retro klasik, Retro bikes | Tagged , , , | Leave a comment

Motor model retro klasik tak pernah mbosenin

Brothers & sisters…, saya sudah lama memiliki sebuah motor model klasik yang diproduksi oleh Kawasaki Jepang, yaitu Estrella 250. Motor ini akan tetap saya rawat entah sampai kapan. Yang pasti saya tidak pernah merasa bosen dengan yg Estrella itu.

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi sebuah showroom motor di Kemang, Jakarta Selatan. Tepatnya sebuah showroom motor Inggris yaitu Triumph (bukan pakaian dalam wanita ya..). Ada sebuah motor model klasik yang menarik di sini, yaitu Triumph Bonneville T120 dan T100.

Antara T100 dan T120 terlihat sangat mirip, sekilas terlihat sama. Kapasitas mesin yang membedakan mereka, T100 dengan kapasitas mesin 900cc sementara T120 adalah 1200cc. Dengan perbedaan ini tentunya beda juga daya dan tenaga yang dihasilkan keduanya.

Saya berkesempatan mencoba riding Triumph Bonneville T120 ini di jalan raya Kemang. Ternyata memang sangat mak nyuuus.. begitu mesin dihidupkan terdengar suara merdu dari dua knalpot klasik si T120. Suaranya adem tidak keras tapi juga bukan senyap. Ini knalpot bawaan motor yg sudah lolos standard Eropah sana.

Segera saya meluncur ke jalanan Kemang yang tidak terlalu ramai. Gigi satu langsung meluncur cepat, masuk gigi dua plintir gas dikit langsung nendang. Saya sangat menikmati torsi dan tenaga motor yang terasa nampol banget. Beberapa kilometer saya putar balik dan saya tidak sempat nyoba lebih dari gigi dua hehe..

Foto-foto di atas adalah T120 keluaran 2021, akan segeta datang yang keluaran 2022. Perbedaan significant ada pada rem depan yang menggunakan rem brembo dan velg menggunakan bahan aluminium. Ini akan membuat sedimit lebih ringan dibanding yang keluaran 2021. Konon katanya yang produksi 2022 akan sampai ke tanah air di bulan Februari 2022. Yang lebih oke lagi, akan ada versi Gold line, ini edisi khusus dimana garis gold dibuat dengan tangan. Kita tunggu saja kedatangan nya.

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Photo shooting after the rain- flowers

After absent for a while I was excited to take some shots of my flowers just after raining.

The above were all taken using 50mm fix lens with lens extention. This is also my first time using my lens extention after a while.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Belajar menanam sayur sistem hidroponik

Brothers & sisters.., beberapa waktu yang lalu saya membaca tentang menanam sayur seperti Sawi, Kailan, Pokcoy (Pakcoy), Sawi Pagoda, Kangkung, dll. Melihat cara mereka menanam kok relatif simpel / mudah dan lumayan menghasilkan. Setidaknya menghasilkan kepuasan apabila sayuran yang ditanam dapat bertumbuh dengan baik. Karena saya juga menyukai dunia tanam-menanam, maka saya mulai mencoba untuk menanam sendiri sayuran dengan sistem hidroponik ini.

Saya keudian memesan kotak hidroponik sekalian netpot dan kain planel nya. Saya juga memesan bibit tanaman berupa biji-bijian dan pupuk AB mixed melalui media online. Dalam 2 hari pesanan saya berdatangan. Ternyata didalam pesanan saya 2 set hidroponik, ketika datang sudah dilengkapi dengan biji Kangkung, Selada dan Pokcoy masing-masing 2 bungkus kecil, kemudian pupuk A dan B cair masing-masing 2 botol kecil, juga sudah termasuk Rockwool sebagai media tanam untuk penyemaian.

Siip lah, saya mencoba menyemai bibit-bibit tersebut menggunakan rockwool sebagai media tanam. Dalam 2 – 3 hari biji-biji tersebut sudah berkecambah dan mulai saya pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Benih yang paling cepat bertumbuh adalah benih Kangkung, cepat sekali besar, lebih cepat dari pada yang lain-lainnya. Tetapi kangkung yang saya tanam terlalu sedikit untuk tiap kotak media tanam. Saya hanya taruh satu atau 2 biji, belakangan saya tahu untuk Kangkung bisa dibuat lebih banyak.

Tanaman Sawi dan Pokcoy yang mesinya satu kotak media diisi satu, saya malah isi dua bahkan tiga. Maklum, bijinya kecil-kecil takut gak numbuh. Ya gak apa-apa, nanti diseleksi lagi, yang kurang bagus dibuang.

Kalau percobaan pertama ini gagal (mudah-mudahan berhasil), mesti coba lagi dan kalau berhasil bisa menanam lebih banyak dengan berbagai jenis sayuran. Untuk hidroponik ini tidak perlu tempat ynag luas, yang penting dapat sinar matahari yang cukup.

Posted in Healthy food, Hidroponik, Menanam sayur, Tanam sayur | Tagged , , , | Leave a comment

Beautiful birds – Macaw

Saya tidak pernah merasa bosan untuk memotret burung-burung cantik yang sedang terbang. Burung-burung Macaw dengan berbagai corak warna yang indah. Konon burung-burung ini berharga sangat mahal, ketika ngobrol dengan salah satu pemiliknya harga satu ekor burung Macaw bisa puluhan juta rupiah.

Hmmm…. burung yang sangat mahal dilepas terbang bebas, terus bagaimana kalau tidak kembali? Memang ada kalanya burung-burung itu hinggap di pohon di sekitar tempat mereka dilepas dan pemiliknya harus memanggil-manggil agar burungnya kembali. Tidak jarang sang pemilik harus datang mendekati pohon tersebut baru si burung mau beranjak terbang mendekat.

Umumnya burung-burung cantik ini hanya terbang berputar-putar di sekitar mereka dilepaskan dan kemudian kembali kepada si empunya. Tetapi terkadang ada juga burung yang nakal dan terbang jauh meninggalkan tempat mereka dilepaskan. Kalau sudah begitu biasanya si empunya harus mengikuti menggunakan motor ke arah mereka terbang dan mencari sampai ketemu. Bukan tidak mungkin burung-burung itu pergi dan tidak kembali.

Memotret burung yang sedang terbang memerlukan teknik tersendiri supaya mendapatkan foto yang bagus. Karena itu saya menggunakan kesempatan ini untuk berlatih supaya terbiasa dengan teknik dan setting kamera yang baik.

Monggo dipun pirsani asil fotonipun.

Posted in animal photography, bird photography, Birds, burung, Photography, wild life photography | Tagged , , , , | Leave a comment

Photos – Tawon kumbang (Wooden Beetle)

Yesterday morning was a very nice morning, a bit cool for Jakarta normal temperature, but it was lovely morning. My flower is blooming and as usual when this flower is blooming there are many bees, buterflies and other insects coming for nectar.

I was interested in taking some shots of a big black insect we call it “Tawon Kumbang” in Indonesian or Wooden Beetle (not sure if it is crrect). They come every day during the blooming season. Here are some other shots I took:

All of the above are taken using camera Canon EOS 77D with Canon lens 70 – 300mm f/4-5.6 IS II USM, ISO 1600 f/5.6 1/1600 sec – 1/4000 sec.

Posted in animal photography, Bunga, Flowers, fotografi, Insect, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Test konsumsi bahan bakar Versys 250 setelah upgrade menjadi Versys 300

Brothers & sisters…, setelah si Vera mendapatkan sentuhan upgrade mesin dari 250cc menjadi 300cc sudah pasti ada perubahan dalam konsumsi bahan bakar (BBM) nya. Apalagi limiter ICU nya juga sudah dibuka, membuat tangan ini pengin pelintir gas aja bawaannya. OK, hari Sabtu tanggal 24 April 2021 saya berkesempatan untuk test konsumsi bahan bakar si Vera. Caranya saya isi penuh tangki si Vera kemudian saya ajak dian jalan-jalan. Pulang jalan-jalan mampir lagi ke pompa bensin dan isi lagi sampai penuh. Ini untuk menghitung berapa liter BBM yang sudah terpakai untuk menempuh jarak tertentu.

Pada saat pengisian penuh pertama pada 7898 km

Pada pengisian BBM penuh pertama speedometer si Vera ada di angka 7898 km. Kemuadian si Vera saya ajak untuk jalan lumayan jauh dengan kondisi jalan macem-macem. Ada yang mulus dan lebar, ada jalan rusak, ada jalan sempit dan banyak polisi tidurnya, lewat jalan rame / macet. Pokoknya bermacam-macam kondisi jalan yang menggambarkan kondisi berkendara sehari-hari. Saya ajak si Vera menuju pantai Utara Tangerang, tepatnya ke Tanjung Kait.

Saat menuju ke Tanjung Kait dan pulang kembali ke BSD, si Vera saya ajak jalan dengan kecepatan bervariasi tergantung kondisi jalan, kadang hanya 10 kpj, kadang 80 kpj. Kadang mblasak jalanan rusak, kadang meluncur di jalanan mulus. Pulang dari Tanjung Kait saya mampir lagi ke pompa bensin Shell di BSD dan isi full lagi.

Isi penuh lagi saat spedometer menunjukkan angka 8004 km

Ketika saya mengisi penuh lagi tangki si Vera speedometer menunjukkan angka 8004 km. Berarti saya sudah menempuh jarak 106 km dari BSD ke Tanjung Kait pergi pulang. Lalu berapa liter BBM yang suda dipakai oleh si Vera untuk menempuh jarak 106 km itu?

Ternyata untuk menempuh jarak 106 km si Vera menghabiskan BBM sebanyak 4,65 liter. Jadi konsumsi BBM si Vera saat ini adalah 22,79 km / liter. Lumayan irit untuk motor yang sudah dioprek menjadi 300 cc. Kalau isi tangki si Vera adalah 17 liter, maka akan bisa dipakai untuk 387 km. Lumayan lah tidak terlalu sering mampir ke pompa bensin.

Untuk video perjalanan hari ini bisa nanti bisa dilihat di lexyleksono YouTube channel.

Posted in Kawasaki, kawasaki adventure, Motor Sport, Pantai, versys 250 | Tagged , , , | 5 Comments

Triumph Bonneville Speedmaster 1200 cc looks so beautiful

Brothers & sisters… bagi penggemar motor model klasik tentunya sudah tidak asing lagi dengan motor-motor Triumph Bonneville series dengan berbagai ukuran mesin dengan model yang sangat khas. Tetapi ada Triumph Bonneville yang medelnya sedikit berbeda, cruiser banget dan sangat cakep. Itulah Triumph Bonneville Speedmaster 1200 cc. Saya tertarik menulis tentang motor ini karena ada salah seorang sahabat dari kecil ku yang meminang motor ini.

Motor ganteng ini menggunakan mesin parallel twin dengan pendingin cairan (liquid cooled), menggunakan dua buah knalpot yang masing-masing menjulur dari mesin ke sisi kiri dan sisi kanan motor. Cocok banget motor model ini menggunakan 2 knalpot yang tampak memeluk mesin besar 1200 cc. Foot peg agak ke depan sehingga pengendara bisa duduk tegak sambil menaruh kaki nya agak ke depan. Riding position khas motor cruiser yang nyaman.

Jok depan dan belakang tampak terpisah, jok pengendara tampak tebal dan nyaman dengan posisi berkendara tegak. Jok belakang untuk yang dibonceng juga terlihat tebal memberi kenyamanan bagi yang duduk di jok belakang. Pastinya motor ini akan memberi kenyamanan saat cruising baik bagi pengendara maupun yang dibonceng. Lebih nyaman lagi seandainya dipasang sandaran kecil.

Lampu depan menyematkan bentuk klasik modern berbentuk bulat, lampu sein juga dengan bentuk khas menambah kegantengan motor kelas atas di barisan motor Triumph Bonneville.

Masin 1200 cc memiliki ciri khas motor-motor Bonneville tentunya dengan sentuhan tersendiri untuk setiap modelnya. Mesin besar ini menurut informasi mampu menghasilkan tenaga puncak 76,9 HP pada 6100 RPM dengan torsi yang yahud 78 LbFt pada 4000 RPM. Pastinya motor ini enak untuk menjelajah jalanan dengan tenaga dan torsi yang dimiliki. Si Bonnie Speedmaster ini dilengkapi dengan 6 percepatan, jelas mantap kalau mau putar gas dan pengin melaju kencang. Ban belakang menggunakan 150/80 R16 (saya kurang jelas untuk ban depan), cocok bin mantap untuk motor jenis ini. Menggunakan velg jari-jari menambah keindahan sang Speedmaster.

Untuk keselamatan berkendara motor dengan berat kosong sekitar 263 kg ini dilengkapi dengan dua rem cakram (disk break) di roda depan dengan ukuran 310mm, 2 piston dan satu rem cakram belakang dengan ukuran 255mm single piston. Cocok lah untuk mengontrol laju motor besar yang memiliki kapasitas tangki bensin 12 liter ini. Kok kecil ya kapasitas tangki bensinnya, dibanding dengan Vulcan 650 atau Versys 250 yang kapasitas mesin kauh lebih kecil tetapi kapasitas tangki bensin besar.

Bagaimana dengan harganya? Ini yang bikin gak enak, motor buatan Inggris ini jelas tidak murah apalagi pajak kendaraan bermotor yang termasuk barang mewah ini sangat tinggi. Saya tidak tahu pasti harganya yang pasti kalau ingin meminang motor ini mesti punya uang di atas 500jt Rupiah. Muahal…, yup, sesuai dengan yang didapatkan untuk wilayah Indonesia.

Posted in Classic bike, Classic motorcycles, cruiser bike, Motor cruiser | Tagged , , | 2 Comments

Squirrel photos

This morning as usual I walked my little dog around my neighborhood. This time I brought my DSLR camera to take pictures of birds which usually are looking for food around the park. Fortunately I saw two Squirrels running around on the trees.

A Squirrel quickly climbing a tree
A Squirrel on a pine tree

I rarely photograph a Squirrel, so I am very happy to ve able to photograph them this moring.

Posted in Uncategorized | Leave a comment