Continuous shots on flying birds

These pictures were taken this morning. These beautiful birds belong to some one, he is waiting nearby for the birds to return to him.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Single seat nyaman bin keren untuk Estrella

Brothers & sisters…., sudah lama Estrella saya tidak dioprek-oprek. Secara umum tampilan Estrella sudah sangat yahuud bin klasik. Tetapi yang namanya pengin lihat lebih klasik dan beda dari umumnya keluaran pabrikan, tetap saja pengin kutak-katik tampilannya.

Si Jlitheng dengan jok aslinya

Kali ini perubahan hanya pada jok nya yang saya buat menjadi single seat. Jok asli Estrella itu nyamannya bukan main, empuk mentul-mentul dipakainya enak. Jadi saya buat single seat hanya karena pengin tampil beda saja. Kalau soal kenyamanan, jok aslinya sudah sangat nyaman. Dulu saya juga pernah bikin single seat, tetapi hasilnya kurang nyaman, posisi riding kurang OK. Sekarang bikin lagi dan harapan saya hasilnya akan lebih baik dan lebih nyaman dari yang dulu.

Si Jlitheng dengan jok baru nya

Pekerjaan seperti biasa diserahkan ke ahlinya modifikasi Estrella, yaitu kang Dedi dengan bengkel nya DJM di kawasan Ciledug. Dari ngobrol-ngobrol saat saya bikin aksesoris untuk Triumph saya, kang Dedi sanggup buat single seat yang dijamin nyaman bin keren. OK lah, saya langsung minta untuk dibikinin untuk si Jlitheng, Estrella saya.

Single seat ini terasa sangat nyaman untuk saya, posisinya pas banget untuk riding santai

Santai saja, tidak terburu-buru, akhirnya single seat tersebut jadi dan siap pasang.Tetapi karena kesibukan, pemasangan baru dapat dilakukan kemarin hari Minggu 3 April 2022. Gampang dan cepat memasangnya, karena memang sudah dibuat pas dengan dudukan untuk Estrella. Jadi ya tinggal copot seat aslinya, lalu pasang single seat nya. Hasilnya seperti dalam foto-foto yang saya tampilkan disini.

Di bagian jok penumpang dibuat aksesoris supaya terlihat manis. Itu bikin sudah lama saat buat single seat pertama dulu

Pagi-pagi tadi saya mencoba untuk riding dan sekalian foto-foto si Jlitheng dengan jok barunya. Hasilnya asli saya senang, posisi pas banget sekalipun saya sudah menggikan stang si Jlitheng, tangan tetap bisa santai memegang stang. Jok nya empuk dan nyaman. Waah… ini untuk jarak jauh juga oke saja kalau nyaman begini. Posisi riding santai dan jok nyaman, jarak jauh pun akan oke-oke saja.

Siap dipakai untuk jarak dekat maupun jauh, kalau jok nyaman kemana aja hayuuk

Kang Dedi ini tidak hanya bikin modif untuk Estrella, tetapi banyak juga W175, dan juga Royal Enfield macam-macam model, bahkan yg interceptor yg joknya flat itu bisa dibikinin yang lebih empuk. Silahkan kontak kang Dedi di bengkel DJM nomor telepon 081213520732 bagi yang ingin merubah tampilan tunggangannya.

Yuk ah.. enjoy jok baru si Jlitheng Estrella 250…wuss…wuss..wuss..

Posted in Aksesoris motor, Bengkel, Classic bike, Classic motorcycles, Kawasaki, Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Motor harian, Motor retro klasik, street photography, Vintage bikes | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Vulcan Riders Indonesia touring ke Sumatera Barat

Brothers & sisters….., beberapa waktu yang lalu VRI (Vulcan Riders Indonesia) mengadakan touring santai ke Sumatera Barat. Ini merupakan touring pertama VRI ke pulau Sumatera di tahun 2022, semoga di waktu-waktu mendatang akan lebih banyak lagi touring ke pulau Sumatera mengingat banyak tempat indah di pulau Sumatera yang perlu dikunjungi.

Sebagian rombongan siap terbang ke Pekanbaru

Touring VRI kali ini khusus ke Sumatera Barat, dimulai dari kota Pekanbaru tepatnya dari dealer Kawasaki di kota Pekanbaru, yaitu Kawasaki Greentech. Para perserta dari Jakarta hampir semuanya berangkat menggunakan pesawat dari bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng menuju bandara Sultan Syarif Kasim II International airport di Pekanbaru. Dari bandara di Pekanbaru kami langsung menuju ke Kawasaki Greentech dimana motor-motor kami sudah menunggu di sana.

Para ibu-ibu berfoto sebelum riding menyusuri Sumatera Barat

Dari Kawasaki Greentech Pekanbaru, saat itu hari Jum’at kami langsung riding bareng ke arah kota Bukittinggi dengan melewati kota Bangkinang dan Payakumbuh. Karena hari itu adalah hari Jum’at maka kawan-kawan yang muslim harus Jum’atan dulu. Kami berhenti sejenak untuk melaksanakan sholat Jum’at dan selanjutnya terus riding hingga saat makan siang tiba. Kami makan siang di sebuah restoran di daerah Banngkinang, sambil santai dan istirahat.

Selesai makan siang dan istirahat perjalanan kami lanjutkan langsung menuju kota Payakumbuh. Sudah agak sore kami tiba di Payakumbuh, kami gunakan kesempatan untuk menikmati kelok 9 dan foto-foto dengan latarbelakang pemandangan yang keren.

Tidak terasa hari sudah mulai gelap, kamipun melanjutkan perjalanan ke kota Bukittinggi dimana kami menginap di Grand Rocky Hotel selama 2 hari di Bukittinggi. Bukittinggi merupakan kota yang bersejarah, banyak bangunan-bangunan peninggalan Belanda di kota ini. Di kota ini juga terdapat Jam Gadang yang merupakan satu-satunya di Indonesia yang konon merupakan kembaran Big Ben di kota London Inggris.

Perjalanan seharian lumayan menguras tenaga, maka kami istirahat malam itu dan paginya kita explore daerah sekitar Bukittinggi (di artikel berikutnya ya..)

Posted in Kawasaki 650, Kawasaki 650cc, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, motorcycle touring, Vulcan 650, Vulcan S | Tagged , , , , , | 2 Comments

Side box keren untuk Kawasaki Vulcan S 650

Brothers & sisters…, sebelumnya perkenankan saya mengucapkan Happy New Year 01 January 2022, semoga kita semua semakin sehat dan sukses di tahun 2022 ini.

Bro & sis yang mengikuti blog ini tentunya sudah cukup familiar dengan tunggangan saya si Kanijo, Kawasaki Vulcan S 650cc. Mengawali tahun baru 2022 ini si Kanijo mendapatkan hadiah sepasang Side Box yang terbuat dari aluminium. Side Box ini saya minta khusus dibuatkan oleh om Dedi dari bengkel modifikasi DJM di kawasan Ciledug, Jakarta.

Karena side box ini bikinan bengkelnya om Dedi, dan sepertinya juga yang pertama buat Vulcan S 650, maka saya harus mengirim motor ke bengkel supaya pengukurannya pas disesuaikan dengan motor.

pengerjaannya lumayan lama karena memang harus membuat dari awal, sejak merancang design hingga selesai. Pada design pertama ada kesalahan, ukuran dan bentuknya kurang pas. Akhirnya dibuat lagi menjadi yang seperti sekarang. Semua dikerjakan sendiri mulai dari pemotongan plat alumunium, pengelasan hingga pemasangan. Untuk bracket nya, menggukanan bracket yang ada. Di Vulcan saya memang sudah terpasang bracket yang biasa saya pakai untuk tas kulit bikinan dari Jogja.

Saya masih akan menghias bagian samping box warna hitam dengan menempelkan sticker supaya tidak terlihat kosong. Kebetulan banyak sticker di rumah yang bisa menjadi hiasan. Yang penting side box sudah terpasang dengan rapi dan kuat, bisa untuk menyimpan barang bawaan dengan aman.

Bagi brothers & sisters yang ingin memodifikasi motornya atau membuat aksesoris untuk tunggangan kesayangan dapat menghubungi langsung om Dedi, DJM, di nomor telephone ini 081213520732. Dia banyak mengerjakan modifikasi motor-motor Estrella 250 / W250 juga W175, tentunya terbuka untuk jenis-jenis motor lain.

Posted in Aksesoris motor, Bengkel, Kawasaki 650, Kawasaki 650cc, Kawasaki Vulcan, Kawasaki Vulvan S, Modifikasi, Motor cruiser, Motor Touring, Vulcan 650, Vulcan S Accessories | Tagged , , , , | 4 Comments

Triumph Bonneville T120 Gold Line Edition

Brothers & sisters…, sebagai penggemar motor model klasik saya jatuh cinta sama sosok Triumph Bonneville T120 yang rasa-saranya modelnya awet tak lekang dimakan jaman. Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mampir ke daerah Kemang, Jakarta Selatan, di sana ada sebuat dealer motor Triumph. Ada beberapa model motor Triumph yang dipajang di sana, dari yang mahal sampai yang muaahaal banget. Yups, harga motor Triumph memang tidak bisa dibandingkan dengan kebanyakan motor-motor yang selalu kita jumpai di jalan-jalan sekitar kita. Yang ada di sana paling murah Rp. 345 juta belum termasuk pajak dll. Tapi ya begitulah dari sana nya, motor-motor ini didatangkan dari negeri nya om Charles sana.

Sempat mencoba riding Triumph Bonneville T 120 edisi 2021

Ngobrol-ngobrol sama mas Andie, punggawa showroom di Kemang, saya diberi tahu kalau untuk tahun 2022 akan didatangkan yang Gold Line edition selain yang biasa dengan warna yang berbeda. Harga nya kemungkinan akan beda (“naik”) sedikit untuk yg Gold Line ini. Spesifikasi yang lain semua sama, ya hanya beda gold line nya saja yang konon dibuat dengan tangan (hand made) oleh beberapa orang yang memang sudah jago membuatnya. Kayak ada penampakannya ? Belum ada di sini dan baru akan datang kira-kita bulan Februari mendatang. Tetapi foto-foto nya sudah banyak beredar, seperti yang saya copy paste di sini.

Gambar di atas adalah yang warna silver dengan warna tangki bagian atas hijau tua. Tampak indah ketika dikombinasi dengan warna chrome bagian bawah motor (velg, mesin, klanpot). Konon katanya untuk kemampuan mesin seperti power, torsi sama saja dengan yang keluaran 2021, tenaga maksimum 80 PS pada 6650 rpm dan torsi maksimum 105 Nm pada 3500 rpm. Lumayan gahar tenaga dan torsinya, walau demikian motor ini juga lumayan berat sekitar 230-an kg.

Berapa harga nya? Untuk yang Gold Line edition belum ada price list nya, tetapi untuk yang biasa Bonneville T120 dibandrol dengan RP. 430 juta off the road, ditambah pajak dll jatuhnya mendekati Rp. 500 jt. Mahal? yes it is. But you get what you want, a beautiful yet powerful piece of motorcycle.

MAri kita tunggu kedatangan nya di Februari 2022.

Posted in Classic bike, Classic bikes, Classic motorcycles, Motor, Motor retro klasik, Retro bikes | Tagged , , , | Leave a comment

Motor model retro klasik tak pernah mbosenin

Brothers & sisters…, saya sudah lama memiliki sebuah motor model klasik yang diproduksi oleh Kawasaki Jepang, yaitu Estrella 250. Motor ini akan tetap saya rawat entah sampai kapan. Yang pasti saya tidak pernah merasa bosen dengan yg Estrella itu.

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi sebuah showroom motor di Kemang, Jakarta Selatan. Tepatnya sebuah showroom motor Inggris yaitu Triumph (bukan pakaian dalam wanita ya..). Ada sebuah motor model klasik yang menarik di sini, yaitu Triumph Bonneville T120 dan T100.

Antara T100 dan T120 terlihat sangat mirip, sekilas terlihat sama. Kapasitas mesin yang membedakan mereka, T100 dengan kapasitas mesin 900cc sementara T120 adalah 1200cc. Dengan perbedaan ini tentunya beda juga daya dan tenaga yang dihasilkan keduanya.

Saya berkesempatan mencoba riding Triumph Bonneville T120 ini di jalan raya Kemang. Ternyata memang sangat mak nyuuus.. begitu mesin dihidupkan terdengar suara merdu dari dua knalpot klasik si T120. Suaranya adem tidak keras tapi juga bukan senyap. Ini knalpot bawaan motor yg sudah lolos standard Eropah sana.

Segera saya meluncur ke jalanan Kemang yang tidak terlalu ramai. Gigi satu langsung meluncur cepat, masuk gigi dua plintir gas dikit langsung nendang. Saya sangat menikmati torsi dan tenaga motor yang terasa nampol banget. Beberapa kilometer saya putar balik dan saya tidak sempat nyoba lebih dari gigi dua hehe..

Foto-foto di atas adalah T120 keluaran 2021, akan segeta datang yang keluaran 2022. Perbedaan significant ada pada rem depan yang menggunakan rem brembo dan velg menggunakan bahan aluminium. Ini akan membuat sedimit lebih ringan dibanding yang keluaran 2021. Konon katanya yang produksi 2022 akan sampai ke tanah air di bulan Februari 2022. Yang lebih oke lagi, akan ada versi Gold line, ini edisi khusus dimana garis gold dibuat dengan tangan. Kita tunggu saja kedatangan nya.

Posted in Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Photo shooting after the rain- flowers

After absent for a while I was excited to take some shots of my flowers just after raining.

The above were all taken using 50mm fix lens with lens extention. This is also my first time using my lens extention after a while.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Belajar menanam sayur sistem hidroponik

Brothers & sisters.., beberapa waktu yang lalu saya membaca tentang menanam sayur seperti Sawi, Kailan, Pokcoy (Pakcoy), Sawi Pagoda, Kangkung, dll. Melihat cara mereka menanam kok relatif simpel / mudah dan lumayan menghasilkan. Setidaknya menghasilkan kepuasan apabila sayuran yang ditanam dapat bertumbuh dengan baik. Karena saya juga menyukai dunia tanam-menanam, maka saya mulai mencoba untuk menanam sendiri sayuran dengan sistem hidroponik ini.

Saya keudian memesan kotak hidroponik sekalian netpot dan kain planel nya. Saya juga memesan bibit tanaman berupa biji-bijian dan pupuk AB mixed melalui media online. Dalam 2 hari pesanan saya berdatangan. Ternyata didalam pesanan saya 2 set hidroponik, ketika datang sudah dilengkapi dengan biji Kangkung, Selada dan Pokcoy masing-masing 2 bungkus kecil, kemudian pupuk A dan B cair masing-masing 2 botol kecil, juga sudah termasuk Rockwool sebagai media tanam untuk penyemaian.

Siip lah, saya mencoba menyemai bibit-bibit tersebut menggunakan rockwool sebagai media tanam. Dalam 2 – 3 hari biji-biji tersebut sudah berkecambah dan mulai saya pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Benih yang paling cepat bertumbuh adalah benih Kangkung, cepat sekali besar, lebih cepat dari pada yang lain-lainnya. Tetapi kangkung yang saya tanam terlalu sedikit untuk tiap kotak media tanam. Saya hanya taruh satu atau 2 biji, belakangan saya tahu untuk Kangkung bisa dibuat lebih banyak.

Tanaman Sawi dan Pokcoy yang mesinya satu kotak media diisi satu, saya malah isi dua bahkan tiga. Maklum, bijinya kecil-kecil takut gak numbuh. Ya gak apa-apa, nanti diseleksi lagi, yang kurang bagus dibuang.

Kalau percobaan pertama ini gagal (mudah-mudahan berhasil), mesti coba lagi dan kalau berhasil bisa menanam lebih banyak dengan berbagai jenis sayuran. Untuk hidroponik ini tidak perlu tempat ynag luas, yang penting dapat sinar matahari yang cukup.

Posted in Healthy food, Hidroponik, Menanam sayur, Tanam sayur | Tagged , , , | Leave a comment

Beautiful birds – Macaw

Saya tidak pernah merasa bosan untuk memotret burung-burung cantik yang sedang terbang. Burung-burung Macaw dengan berbagai corak warna yang indah. Konon burung-burung ini berharga sangat mahal, ketika ngobrol dengan salah satu pemiliknya harga satu ekor burung Macaw bisa puluhan juta rupiah.

Hmmm…. burung yang sangat mahal dilepas terbang bebas, terus bagaimana kalau tidak kembali? Memang ada kalanya burung-burung itu hinggap di pohon di sekitar tempat mereka dilepas dan pemiliknya harus memanggil-manggil agar burungnya kembali. Tidak jarang sang pemilik harus datang mendekati pohon tersebut baru si burung mau beranjak terbang mendekat.

Umumnya burung-burung cantik ini hanya terbang berputar-putar di sekitar mereka dilepaskan dan kemudian kembali kepada si empunya. Tetapi terkadang ada juga burung yang nakal dan terbang jauh meninggalkan tempat mereka dilepaskan. Kalau sudah begitu biasanya si empunya harus mengikuti menggunakan motor ke arah mereka terbang dan mencari sampai ketemu. Bukan tidak mungkin burung-burung itu pergi dan tidak kembali.

Memotret burung yang sedang terbang memerlukan teknik tersendiri supaya mendapatkan foto yang bagus. Karena itu saya menggunakan kesempatan ini untuk berlatih supaya terbiasa dengan teknik dan setting kamera yang baik.

Monggo dipun pirsani asil fotonipun.

Posted in animal photography, bird photography, Birds, burung, Photography, wild life photography | Tagged , , , , | Leave a comment

Photos – Tawon kumbang (Wooden Beetle)

Yesterday morning was a very nice morning, a bit cool for Jakarta normal temperature, but it was lovely morning. My flower is blooming and as usual when this flower is blooming there are many bees, buterflies and other insects coming for nectar.

I was interested in taking some shots of a big black insect we call it “Tawon Kumbang” in Indonesian or Wooden Beetle (not sure if it is crrect). They come every day during the blooming season. Here are some other shots I took:

All of the above are taken using camera Canon EOS 77D with Canon lens 70 – 300mm f/4-5.6 IS II USM, ISO 1600 f/5.6 1/1600 sec – 1/4000 sec.

Posted in animal photography, Bunga, Flowers, fotografi, Insect, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , , , , , | 2 Comments