Beautiful scenery at Danau Kembar

Danau Kembar is located in Solok, West Sumatera. This is my second visit to this beautiful lake. A bit unfortunate because it was cloudy and heavy rain was coming. So I took some quick shots and here they are:

DSC03288aDSC03293aDSC03310aDSC03313a

 

 

Posted in beautiful scenery, fotografi, Lake, landscape, landscape photography, Pemandangan Alam, Photography | Tagged , , , , | 3 Comments

Estrella Owners Indonesia (EOI) visited brothers in Lombok (part 3)

Brothers & sisters…., continuing my story in my previous article here and this one…, kami menginap semalam di sebuah hotel di Singgigi. Pagi-pagi setelah sarapan kami langsung bergegas mempersiapkan motor masing-masing untuk berangkat melanjutkan perjalanan.

20181119_063832

Si Jlitheng di Senggigi, Lombok. Siap berangkat menuju pelabuhan Lembar

Kami harus segera menuju pelabuhan Lembar untuk menumpang Ferry menuju ke Padang Bai, Bali. Pelabuhan Lembar terletak sekitar 1 jam perjalanan santai dari Senggigi. Hari ini hari kerja sehingga jalanan dalam kota lumayan ramai dengan orang-orang berangkat kerja atau ke sekolah. Tetapi beberapa kilometer menjelang pelabuhan ada jalan besar lurus dan mulus. Selama touring beberapa hari ini baru kali ini ada kesempatan untuk sedikit menggeber si Jlitheng. Oper ke gigi tertinggi (5) dan gas poll, suara knalpot teriak keras, si Jlitheng melesat kencang (dramatisnya kira-kira seperti itu, aslinya gak kenceng-kenceng amat hehe..)

FB_IMG_1542768362816

FB_IMG_1543239174365

Kami tiba di pelabuhan Lembar lebih cepat, Ferry sudah tersedia tetapi kami masih harus menuggu sebentar sebelum bisa masuk. Kapal Ferry dijadwalkan berangkat jam 9 pagi jadi kita masih bisa santai-santai. Perjalanan kapal akan memakan waktu sekitar 5 jam, di dalam kapal hanya ada popmie, biskuit, kripik pisang dan minuman. Jadi sebelum naik kapal sebaiknya siapkan bekal.

DSC03118a

Pemandangan di pelabuhan Lembar, pulau Lombok

DSC03123a

IMG-20181122-WA0022

Berfoto di dek atas kapal ferry

Puji syukur perjalanan lancar dan sekitar jam 3 sore kami sudah tiba di Padang Bai, Bali. Dari pelabuhan Padang Bai kami langsung bergegas riding menuju Gilimanuk dengan menyusuri pantai utara pulau Bali. Jalanan di Bali utara semuanya bagus, rata-rata lancar kecuali ketika memasuki kota Singaraja lalulintas lumayan rame.

DSC03130a

Padang Bai dari kejauhan

Kami sepakat untuk makan sore, tepatnya makan siang yang tertunda, di daerah Lovina. Pusat kuliner Krisna yang menjadi pilihan kami. Tempatnya sangat luas cocok untuk bersantai setelah berkendara.

20181119_173338

Foto dulu di Krisna kuliner, Lovina Bali.

Kami beristirahat cukup lama di sini. Ketika hari sudah gelap kami kembali melanjutkan perjalanan. Dari sini menuju Gilimanuk jalanan kebanyakan lurus dan kondisinya bagus dan sepi kendaraan, jadi walaupun malam hari kami masih bisa melaju dengan nyaman. Walau demikian tetaplah kita harus selalu waspada, di jalan kita tetap mengutamakan keselamatan.

Setelah berkendara sekitar satu jam lebih kami tiba di pelabuhan Gilimanauk. Rasanya lega banget, ini penyebrangan terakhir untuk tiba kembali di pulau Jawa. Kita semua releks, sebentar lagi sampai di Banyuwangi dan bisa beristirahat dengan nyaman. Malam ini adalah malam terakhir touring kita, besok pagi kami berpisah menuju ke rumah masing2.

20181117_065629aDSC03128a

FB_IMG_1543239151969

Terimakasih pengurus EOI, kang Dedy Reksawardana, kang Imam, kang Nando, kang Iyom, kang Hengly dan akangs lainnya. It has been a very wonderful and memorable motorcycle touring. Bravo EOI..!!

 

 

 

 

Posted in Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, motorcycle touring, Touring motor, traveling | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Morning scenery at Ketapang Indah beach

Woke up early in the morning I grabbed my pocket camera and headed to the beach. I didn’t want to miss the sunrise. It was still dark, no one else around but me. Looked up at the sky, many stars above but too much noise for stars photography. So I just waited for some great scenery appeared on the east horison.

Here are some shots I took using my pocket camera:

DSC03198aDSC03200aDSC03205aDSC03226a

All of those photos are taken from Hotel Ketapang Indah beach, Banyuwangi.

 

 

Posted in Beach, beautiful scenery, East Java Travel Destination, fotografi, Indonesia travel destination, landscape, landscape photography, Photography, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | 3 Comments

Estrella Owners Indonesia (EOI) visited brothers in Lombok (part 2)

Brothers & sisters…., menyambung tulisan part 1 ya.. Ketika meninggalkan kota Mataram hari sudah mulai gelap, sang Surya sudah menyelinap di ufuk barat. Lampu-lampu jalan mulai menyala, demikian juga lampu-lampu mobil yang lalu lalang. Kang Silver yang mengendarai Vulcan 650 memimpin di depan sebagai penunjuk jalan, kadang-kadang melaju jauh ke depan hingga hanya terlihat kedip-kedip lampu hazard Vulcannya. Tetapi beliau selalu memonitor dari kaca spion, ketika rombongan Estrella terlalu jauh di belakang beliau melambat dan menunggu.

FB_IMG_1542763407093

Semakin jauh meninggalkan kota Mataram lampu jalan semakin berkurang sehingga jalanan semakin gelap. Menyusuri wilayah desa dan kemudian masuk kawasan hutan lampu jalan semakin menghilang. Di kawasan hutan pegunungan yang menanjak dan berliku jalanan benar-benar gelap, kami hanya mengandalkan lampu motor masing-masing. Jalan semakin sempit dan berliku-liku tajam, saya sempat keder ketika jalanan basah karena hujan sebelumnya. Pandangan mata saya sangat terganggu ketika malam gelap seperti itu. Saya yg berada di urutan 4, akhirnya harus mengurangi kecepatan dan tertinggal dari kawan di depan. Tambah gelagapan, saya menunggu rider di belakang saya dan saya persilahkan utk duluan supaya saya bisa mengikuti dari belakang. Saya lihat spion riders lain tidak terlihat, masih ketinggalan di belakang. Akhirnya kami berhenti menunggu yang di belakang. Ketika mereka sudah sampai baru kami jalan lagi. Tidak jauh dari situ kami tiba di Taman Pusuk Sembalun, berhenti di situ untuk istirahat sejenak.

FB_IMG_1543239151969

Udara dingin terasa menembus jaket, kondisi sekitar terlihat gelap dan hanya ada sinar bulan yang tertutup mendung. Tulisan Taman Pusuk Sembalun nyaris tidak terbaca. Tempat yang kami tuju sudah dekat di bawah sana. Setelah istirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan, kali ini menuruni jalan yang berliku yang sebagian berlobang-lobang jadi harus extra hati-hati. Ketika akhirnya keluar dari kawasan hutan mulai terlihat lampu-lampu penduduk. Jalanan juga sudah lebih lebar dan mulus. Jalanan sangat sepi, kami hanya berpapasan dengan beberapa kendaraan, mungkin penduduk setempat. Hanya beberapa menit kami sudah tiba di penginapan di Sembalun.

FB_IMG_1543239026073

Sembalun merupakan daerah yang tidak jauh dari gunung Rinjani, terletak di dataran yang cukup tinggi membuat suhu udara cukup dingin. Selesai menurunkan barang-barang dari motor kami langsung menuju kamar masing-masing. Setelah mandi dan ganti pakaian waktunya menuju restoran untuk makan, ngopi dan ngobrol.

20181118_061420

Malam itu tidur terasa nyaman, mungkin karena lelah, perut kenyang dan udara yang dingin membuat tidur menjadi pulas. Pagi-pagi saya terbangun ketika hari masih gelap. Saya mengambil kamera saku saya dan bergegas keluar untuk mencari objek yang bisa difoto. Remang-remang gunung Rinjani tampak menjulang, langit terlihat cerah dengan sedikit hiasan awan putih. Saya menunggu saat yang tepat untuk mengambil foto gunung Rinjani.

DSC03100DSC03111a

Hari ini acaranya adalah menyerahkan bantuan kepada kelompok masyarakat yang terkena bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Kami dari Estrella Owners Indonesia telah mengumpulkan sedikit dana untuk membantu pembangunan kembali rumah ibadah yang hancur karena gempa. Bantuan berupa 100 sak semen, beberapa truk pasir dan sejumlah bahan bangunan lainnya kami serahkan kepada pengurus pembangunan setempat. Senang rasanya bisa membantu sesama anak bangsa yang sedang terkena musibah.

20181118_094447FB_IMG_1543239174365

Selesai acara penyerahan bantuan, kami memohon diri untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Lombok barat melalui jalur utara. Pengurus telah mempersiapkan penginapan di daerah Senggigi untuk kami nginap semalam sebelum kembali ke Bali dan lanjut ke Banyuwangi.

20181118_103308FB_IMG_1543239123429

Meninggalkan Sembalun kami melewati jalan-jalan kecil menurun dan berliku, ada sebagian jalan yang sedang dalam perbaikan dan di sinilah kami harus rela bermandi debu tanah. Beruntung saat itu kondisi kering, seandainya basah pasti kami sudah harus berkubang lumpur. Ketika mencapai jalur pinggir pantai, jalan rata-rata lurus dan sangat baik. Kami bisa sedikit bermain-main dengan kecepatan Estrella. Saya sudah biasa menggeber si Vera (Versys 250) dan si Kanijo (Vulcan 650) sampai di atas 100 kpj. Enteng bagi si Vera apalagi si Kanijo, tetapi untuk si Jlitheng kecepatan di atas 100 kpj bukanlah zona nyamannya. Si Jlitheng masih nyaman sampai 85 kpj, di atas itu terasa maksanya. Tapi gak masalah toh dengan motor apapun ketika touring rata-rata kecepatan di bawah 80 kpj. Sesekali saja lari lebih kencang, itupun jika semua kondisi memungkinkan.

FB_IMG_1543238876568FB_IMG_1543238981752IMG-20181118-WA0006

Lewat tengah hari kami sudah tiba di Lombok barat, jalan utama di daerah ini sangat bagus, mungkin karena di daerah ini menjadi tujuan utama pariwisata sehingga jalan-jalannya dibuat lebih bagus. Sangat menikmati mengendarai motor di sini, jalanan mulus, meliuk ada turunan ada tanjakan. Untuk bikers kondisi jalanan di Senggigi ini sungguh super nikmat. Beberapa dari kami tiba di hotel duluan, ternyata teman-teman yang di belakang mampir dulu makan siang di pinggir pantai. Kita yang tiba di hotel duluan terpaksa mampir KFC dan warung padang yg dekat dengan hotel. (…bersambung ke next article..)

 

 

 

 

 

Posted in Classic bike, Classic motorcycles, club motor, Kawasaki retro klasik, Motor retro klasik, motorcycle touring, Touring motor | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Estrella Owners Indonesia (EOI) visited brothers in Lombok (part 1)

Brothers & sisters…., Estrella Owners Indonesia (EOI) tanggal 16 – 19 November lalu pergi ke Lombok untuk aksi social kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana gempa bumi di Lombok beberapa waktu yang lalu.

FB_IMG_1543239284829

Secara resmi riding dimulai dari Banyuwangi, walaupun ada beberapa anggota EOI yang riding dari Jakarta, Purwokerto, Surabaya dan Bali. Sebagian besar anggota EOI sudah tiba di Banyuwangi tgl. 15 dan menginap di hotel Ketapang Indah. Tanggal 16 November pagi rombongan pertama berangkat jam 8:00 dan rombongan ke dua berangkat jam 10:00.

20181116_080737

Persiapan berangkat dari Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi

FB_IMG_1542359250474

Ngantri di pelabuhan Ketapang sebelum masuk ke kapal Ferry

Penyebrangan dari Ketapang ke Gilimanuk (Bali) memakan waktu kurang-lebih 1 jam. Begitu tiba di Gilimanuk langsung melanjutkan perjalanan menuju Padang Bai di Bali Timur dengan menyusuri jalur selatan. Jalan lintas selatan pulau Bali rata-rata mulus dan ada beberapa bagian yang berkelok-kelok dengan turunan dan tanjakan. Kami menikmati perjalanan dengan santai, saya perhatikan speedometer sangat jarang melewati angka 80 kpj.

20181116_132430

Istirahat untuk makan siang setelah sekitar 1,5 jam dari Gilimanuk.

Kalau sudah di Bali kurang pas rasanya kalua tidak mengunjungi GWK (Garuda Wisnu Kencana), apalagi sekarang patungnya sudah komplit. Karena itu kami tidak langsung mengarah ke Padang Bai, tetapi detour ke Selatan mampir ke GWK terlebih dahulu.

DSC03043FB_IMG_1542377082929

FB_IMG_1542381747018

Cukup lama kami berhenti di GWK. ada beberapa kawan yang pergi ke patung GWK tetapi sebagian besar memilih duduk-duduk sambil ngopi di dekat parkiran. Sekitar jam 6 sore baru kami berangkat dari GWK ke Padang Bai. Sampai di penginapan di Padang Bai sudah malam, sekitar jam 7:30 malam. Kami menginap 1 malam di Villa Dewi dan pagi-pagi setelah sarapan langsung menuju pelabuhan Padang Bai untuk menyeberang ke pulau Lombok.

20181117_063917

persiapan berangkat ke Lombok

20181117_065623

DSC03054

Menunggu masuk ke Ferry dari Padang Bai ke Lembar, Lombok

Penyeberangan dari Padang Bai ke pelabuhan Lembar di pulau Lombok memakan waktu kurang lebih 5 jam, kalau ngantri sandarnya lama bisa 6 jam baru mendarat. Kami tiba di Lembar sudah sore dan disambut oleh kang Silver yang mengendarai Kawasaki Vulcan 650 bersama kawan-kawan dari klub Binter Mercy Mataram.

DSC03084

Berhenti untuk foto di ikon Lombok Barat, Tugu Giri Menang Town Square

Foto di atas menunjukkan bahwa kami sudah tiba di pulau Lombok. Bangunan menyerupai masjid di tengah-tengah bundaran persimpangan jalan itu merupakan salah satu ikon dari daerah ini. Nama tempat ini adalah Tugu Giri Menang Town Square. Dari sini kami melanjutkan riding masuk ke kota Mataram untuk makan siang yang sudah telat di Taliwang. Rumah makan Taliwang yang menyajikan masakan khas Lombok. Yang ini benar-benar asli rumah makan Taliwang, karena tempatnya memang di daerah Taliwang. Ini ke dua kalinya saya ke rumah makan ini, sebelumnya bersama istri beberapa tahun yang lalu waktu berlibur ke Lombok.

20181117_160146

Berfoto dengan kawan-kawan Binter Mercy Mataram.. Ada the lost Mohican ikut berfoto hehe..

Setelah puas makan dan istirahat di rumah makan Taliwang, kami melanjutkan perjalanan menuju Sembalun, Lombok Timur melalui lintas selatan. Hari sudah mulai gelap ketika kami meninggalkan Mataram, kami sempat berhenti untuk memenuhi tangki motor kami dengan BBM sebelum melanjutkan perjalanan. Tiba di Sembalun sudah sekitar jam delapan malam. Langsung menuju villa untuk beristirahat. Sembalun daerah di dekat gunung Rinjani, udaranya sejuk / dingin membuat istirahat terasa nyaman. (bersambung ke next article…)

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Motor retro klasik, Motor Touring, motorcycle touring, Top Box motor | Tagged , , , , , , , , , , , ,

Baby grasshopper & honey bee

Has been quite a while I didn’t take photo of those little beautiful creatures. This morning just next to my house I saw a baby grasshopper enjoying its morning and a honey bee that is busy collecting nectar.

DSC02745a

DSC02741a

DSC02761aDSC02763aDSC02764aDSC02767a

 

Posted in Flowers, fotografi, Insect, Macro photography, Nature, nature photography, Photography, Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Membayangkan punya Honda Super Cub 125cc

Brothers & sisters…, setiap orang pasti punya masa lalu yang kadang-kadang suka muncul kembali dalam ingatan alias bernostalgia. Ketika masa SMA tahun 80-an saya pernah beberapa waktu akrab dengan Honda Cub C70, nah ketika mengunjungi GIIAS 2018 saya sempat ketemu langsung Honda Super Cub 125cc yang tentunya jauh lebih modern. Tetapi lekuk-lekuk klasik Honda Cub baru ini mengingatkan kembali kenangan naik Honda C70 waktu remaja dulu.

15446

Honda Super Cub 125cc yang baru diluncurkan tahun ini jelas jauh berbeda dengan nenek moyangnya dulu dalam hal teknologi dan lain-lainnya. Nenek moyangnya dulu, apalagi C70 yang pernah saya naiki, terkenal lembut “alon-alon waton tekan nggon” sedangkan Super Cub C125 bisa diajak kenceng. Bermesin injeksi, SOHC 124,89 CC, mampu mengeluarkan tenaga 9,7 PS / 7500 rpm dan torsi 9,79 Nm / 5000 rpm, menggunakan 4 percepatan, sudah pasti jauh lebih greng dari pada nenek moyangnya dulu.

2019_Gallery_SuperCub_02

Disamping itu motor modern yang dibikin di Thailand ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur modern. Menggunakan teknologi Honda Smart Key system, alarm, instrument kombinasi digital dan analog, lampu-lampu full LED, dan lain-lain yang terlihat berkelas.

2019_Gallery_SuperCub_04

Harganya pun termasuk premium untuk ukuran motor 125cc, dijual dengan harga 55 jt rupiah mendekati harga motor sport 250 cc. Mungkin unsur motor hobby dan unsur nostalgia yang membuat motor ini dibanderol tinggi. Targetnya tentunya bukan orang kebanyakan tetapi kalangan tertentu.

Naah back ke judul. Saya membayangkan memiliki motor ini. Perasaan saya akan sama ketika saya nunggang motor model klasik Estrella, tetapi agak berbeda karena di masa lalu saya tidak punya kenangan dengan motor jadul kawasaki. Yang ada dulu pernah pakai motor bapak Suzuki A100. Dengan C125 akan lebih kena bernostalgianya. Namun motor C125 ini hanya menggunakan jok tunggal, jadi tidak bisa untuk boncengan. Tetapi ada akesoris, di bagian belakang bisa dipasang rak untuk taruh barang. Dengan motor ini ya kemana-mana akan ngejomblo. Tangkinya hanya muat 3,7 ltr BBM jadi kebayang akan sering mampir pom bensin untuk isi tangki. Saya bayangkan hanya akan pakai motor ini untuk jarak-jarak dekat, untuk jarak jauh pasti saya pilih motor yang ber-CC lebih besar.

Hanya sekedar membayangkan hehe..

 

 

 

 

Posted in Classic motorcycles, Honda baru, Retro bikes, Vintage bikes | Tagged , , , | 6 Comments