Foto-foto acara pertemuan kawan-kawan lama alumni SMP Daerah Wuluhan

Senang rasanya bisa bertemu teman-teman masa kecil, masa masih lugu, masa masih gak mikir neko-neko, masa pra-remaja yang ceria. Bagi saya pertemuan kembali atau reuni dengan teman-teman masa kecil itu selalu menyenangkan. Mengingatkan kembali akan teman-teman dan orang-orang yang sudah lama “terlupakan”, misalnya penjual es yang sering diutangi dulu, penjual jajanan di belakang sekolah, para guru, mengingatkan kembali pengalaman masa-masa kecil.

Harus saya akui teman-teman masa kecil itu banyak yang saya sudah lupa, hanya beberapa nama saja yang masih teringat. Sebagian besar lupa namanya apalagi wajahnya hehe.. Wajar laah, sudah puluhan tahun, wajah-wajah kita sudah berubah banyak. Ditambah lagi saya paling sulit menghafal nama, sudah memperkenalkan diri pun tidak lama sudah lupa lagi. Yang penting senang bisa bertemu kawan-kawan dalam keadaan masih sehat dalam suasana penuh canda tawa dengan semangat paseduluran sak lawase (persaudaraan selamanya).

Any way, foto-foto ini saya ambil waktu kumpul-kumpul makan siang bareng kawan-kawan di Cafe Dira di Pontang-Ambulu-Jember, beberapa waktu lalu. Sambil ngobrol kita menikmati jajanan yang dibawa oleh salah seorang kawan dan minum-minum juice buah termasuk menikmati minuman kunyit asem sido seger.

Posted in family, People, Restoran, Reuni | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Berbagi tips foto burung yang sedang terbang

Brothers & sisters…., kita pasti pernah melihat foto burung yang sedang terbang. Di sana  fotonya terlihat bagus jelas dan tajam sehingga kita senang melihatnya. Tetapi ketika kita mencoba untuk memotret burung yang sedang terbang ternyata hasilnya kurang bagus, sering tidak fokus, blur dan tidak jelas. Bisa dimaklumi, memotret benda bergerak cepat seperti burung yang sedang terbang memang tidak mudah, artinya tidak semudah memotret benda yang diam. Saya ingin berbagi beberapa tips yang saya tahu dan berhasil saya terapkan seperti foto-foto di tulisan ini.

Jenis kamera

Saya memakai kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) yang memiliki fitur-fitur yang bisa kita atur secara manual atau semi manual. Saya juga pernah menggunakan kamera saku yang memiliki kemampuan seperti kamera DSLR dalam artian kita dapat mengaturnya secara manual. Hanya saja kamera saku umumnya lensanya fix tidak bisa diganti-ganti. Yang saya maksud dengan mengatur secara manual di sini adalah kita bisa mengatur ISO, aperture maupun shutter speed secara manual. Pengaturan ini sekarang tidak terbatas pada kamera saja, bisa juga dilakukan pada HP jenis tertentu juga sudah memiliki fitur seperti ini. Saya pribadi memilih menggunakan kamera DSLR karena saya memiliki keleluasaan untuk mengatur bahkan mengganti lensa dengan yang saya mau.

Foto ini saya ambil menggunakan kamera Canon 77D

Lensa

Karena umumnya jarak fotografer dengan burung yang terbang relatif jauh, sebaiknya menggunakan lensa 100mm ke atas. Jika tidak ada, lensa 50mm masih bisa digunakan untuk jarak yang lebih dekat. Foto-foto di tulisan ini saya ambil dengan menggunakan lensa 50mm yang kemudian saya crop di post edit process. Dengan lensa yang lebih panjang dan bagus mungkin saya tidak perlu meng-crop nya untuk mendapatkan foto yang lebih besar.

Saya menggunakan lensa Canon 50mm f 1.4

Pengaturan ISO

ISO pada kamera mengatur sensitivitas kamera terhadap cahaya. Semakin besar ISO semakin terang foto yang dihasilkan. Untuk itu saya akan memperhatikan intensitas cahaya yang ada. Memotret burung yang sedang terbang tentunya umumnya berada di area yang terbuka. Ketika hari terang kita bisa menggunakan ISO rendah misalnya 200 atau 100, jika dirasa agak gelap, misalnya di pagi hari atau sore hari, ISO bisa dinaikkan ke 400. Test saja dulu untuk melihat hasilnya mana yang cocok. Perlu diingat semakin tinggi angka ISO semakin terang foto yang dihasilkan, tetapi juga ada kecenderungan timbul noise semacam bintik-bintik putih kecil-kecil. Besaran ISO kamera berbeda-beda, tetapi pada umumnya dimulai dari 100, 200, 400 dan seterusnya.

Karena cahaya cukup terang saya menggunakan ISO 200 pada saat mengambil foto ini

Aperture

Saya lebih sering menggunakan Aperture Priority untuk pengambilan foto.  Aperture mengatur besaran bukaan lensa kamera kita. Semakin besar bukaan lensa, yang ditandai dengan f angka kecil, misal nya 1.4, 1.8, semakin terang dan dangkal foto yang dihasilkan. Jika kita ingin membuat foto dengan latar belakan yang blur / kabur, kita gunakan f angka kecil. Untuk memotret burung yang sedang terbang saya menggunakan angka agak tinggi misalnya 5.6 sampai 8, ini karena saya ingin foto terlihat lebih detail dan juga cakupan fokusnya lebih luas dan dalam. Jika ada beberapa burung yang terbang berdekatan saya ingin semua tetap terlihat tajam. Juga jika ada awan-awan pun akan terlihat bagus sebagai latar belakang. Pada saat saya menggunakan aperture priority, kamera akan secara otomatis melakukan pengaturan kecepatan shutter nya. Sedangkan ISO nya saya atur seperti poin di atas. Pada saat cuaca cerah dengan pengaturan aperture dan ISO yang tepat, umumnya kamera akan mengatur kecepatan shutter cukup cepat untuk menangkap / membekukan gerakan burung terbang. Angka f terkecil pada lensa bervariasi, ada yang 1.4 atau lebih kecil ada juga yang mulai dari 3.5 tergantung lensanya.

Saya ingin mendapatkan foto yang tajam maka saya set aperture di f/8

Shutter speed

Untuk memotret benda bergerak seperti burung yang sedang terbang dianjurkan untuk menggunakan shutter priority. Pada saat kita menggunakan shutter priority, pengaturan aperture akan dilakukan oleh kamera secara otomatis. Untuk membekukan gerakan burung yang sedang terbang gunakan shutter speed yang tinggi misalnya 1/400 detik, 1/800 detik. Jika kecepatan shutter terlalu rendah maka foto yang dihasilkan akan cenderung blur dan berbayang. Perlu diingat bahwa semakin cepat shutter speed semakin sedikit cahaya yang masuk dan ini mengakibatkan foto cenderung gelap. Jika itu terjadi, coba naikkan angka ISO nya.

Karena saya menggunakan aperture priority maka shutter speed diatur oleh kamera. Hasilnya cukup bagus untuk membekukan gerakan sayap burung cantic ini

Auto Focus

Bagaimana dengan fokusnya? Saya mengatur kamera pada auto focus saat memotret benda bergerak, juga menggunakan continues focus atau AI Servo di kamera DSLR Canon. Dengan pengaturan demikian fokus saya akan terus mengikuti pegerakan subjek. Kita tinggal mengarahkan kamera mengikuti pergerakan burung sambil terus membidik. Satu hal lagi yang akan sangat membantu, pada umumnya kamera DSLR memiliki fitur rapid shot, gunakan itu untuk mendapatkan foto terbaik. Sekali bidik kita akan menghasilkan serentetan foto, kita bisa pilih yang terbaik.

Burung Macaw ini terbang dengan cepat, maka saya menggunakan auto focus / continues focus agar focus tetap pada burung yang bergerak cepat

Demikian sedikit tips dari saya, tentunya pengambilan foto sangat tergantung pada kondisi di lapangan. Tips di atas hanyalah sekedar gambaran dan tidak harus menjadi patokan tetap. Selamat mencoba.

 

 

 

 

Posted in Birds, burung, fotografi, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mengambil foto pemandangan ketika berada di dalam pesawat terbang

Brothers & sister…, bagi yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang pasti pernah memperhatikan pemandangan di luar. Ada awan putih dengan berbagai macam bentuk formasi bercampur dengan sinar matahari pagi atau sore yang sering kali menyajikan keindahan tersendiri. Sering juga terlihat pucuk gunung yang menyembul dari awan-awan di sekitarnya. Pernah gak berpikir untuk memotretnya?

Perjalanan dengan Bati Air dari Jakarta ke Surabaya

Ketika bepergian dengan pesawat terbang saya selalu berusaha untuk mendapatkan tempat duduk di dekat jendela. Karena saya senang memperhatikan pemandangan di luar sana, bahkan sering mengabadikannya dengan kamera HP saya. Kenapa tidak kamera DLSR? Ya kalau ada bagus sih. Kalau tidak ada, kamera di HP kita cukup bagus untuk mengambil foto-foto pemandangan di atas sana. Perlu diingat tentunya, jangan lupa untuk selalu menggunakan flight mode supaya tidak mengganggu sinyal penerbangan.

Saya tidak tahu pasti ini gunung apa di Jawa Timur, terlihat pucuk nya seperti sisa-sisa erupsi. Gunung Semeru..??

Diambil saat penerbangan dengan Wings Air dari Jember ke Surabaya

Foto-foto di tulisan ini saya ambil dari dalam pesawat minggu lalu saat penerbangan dari Jakarta ke Surabaya, kemudian dari Surabaya ke Jember dan sebaliknya.

Kawasan gunung Argopuro

Diambil saat penerbangan dengan Wings Air dari Surabaya ke Jember

Kendala yang kadang-kadang saya temui adalah kaca jendela pesawat tidak bersih, jadinya hasil foto juga tidak bersih. Terkena / melawan sinar matahari langsung, membuat kita sulit untuk mendapatkan foto yang bagus. Cuaca yang tidak memungkinkan, misalnya ketika sedang ada awan gelap atau sedang hujan. Tetapi tidak masalah, tetap siapkan kamera atau HP untuk memotret pemandangan di luar sana setiap ada kesempatan. Percaya deh, pemandangan di luar sana tidak akan pernah sama setiap kali kita terbang. Monggo selamat mencoba.

Posted in beautiful scenery, fotografi, landscape, landscape photography, nature photography, Pemandangan Alam, Photography, traveling | Tagged , , , , | 4 Comments

Memotret galaksi Bima Sakti atau Milkyway

Brothers & sisters…., saya sering melihat foto-foto galaksi Bima Sakti atau Milkyway (bahasa Inggris nya), hasil jepretan para ahli astrofotografi. Foto-foto itu pada umumnya terlihat sangat keren. Sering juga baca-baca bagaimana bisa mendapatkan foto-foto bintang seperti itu. Bagi saya yang baru menyukai fotografi tentu pengin bisa mendapatkan foto-foto bintang, kalaupun tidak sebagus hasil jepretan para astrofotografer handal, setidaknya bisa mendapatkan dulu foto sang Bima Sakti.

Untuk mendapatkan foto galaksi Bima Sakti yang bagus tentunya pertama kita harus tahu di mana posisi sang galaksi di langit malam yang maha luas itu. Yang kedua tidak boleh ada polusi cahaya, cahaya bulan, cahaya lampu, harus dihindari. Artinya harus pada saat malam yang gelap dan di tempat yang tidak terkontaminasi cahaya lampu. Yang ketiga punya peralatan fotografinya tentunya, kamera yang bisa diatur shutter release, ISO dan apperture nya secara manual. Plus tripod yang akan kita pakai untuk menaruh kamera kita.

Sudah lama saya merindukan moment yang pas, tiap kali pulang kampung berharap dapat kesempatan ini. Tetapi tiap kali selalu ada kendala, pas terang bulan lah, langit mendung lah, dll. Tetapi minggu lalu saya mendapatkan kesempatan itu. Dari sofware yang saya download di android saya, saya tahu sang galaksi Bima Sakti akan terlihat mulai sore hari. Kemungkinan cuaca juga sangat mendukung, dari siang langit terlihat bersih dari awan.

Dari sore saya sudah persiapkan peralatan, dan saya minta bantuan adik saya untuk menemani. Karena saya akan motret dari persawahan yang gelap, bagusnya ada teman yang membantu dengan lampu senter saat kita mengatur setting kamera. Bisa saja sendiri, tetapi mungkin akan agak kerepotan. Saat mulai gelap ternyata langit yang tadi siang bersih saat itu dipenuhi awan putih. Duuh… kok ya tega banget itu awan. Tetapi kami tetap pergi dengan berjalan kaki, karena memang tidak jauh rumah kami dari persawahan. Setelah menunggu sejenak sang alam mulai berbaik hati, awan-wan itu mulai menyingkir dari gugusan bintang yang saya incar. Mulai lah saya setting kamera dan jeprat-jepret.

Untuk memotret bintang setting kamera yang saya pakai adalah lensa yang paling lebar, saya punya 17mm, ISO 1600, apperture yg paling rendah lensa saya f/2.8, dan sutter speed 25 detik. Saya berharap punya lensa yang lebih lebar, tetapi 17mm OK laah. Monggo dicoba dengan settingan tersebut. Jika lensa nya terbatas, misalnya hanya ada lensa kit, ya dicoba dulu dengan apperture paling rendah f/3.5 misalnya, ISO bisa dicoba di 1600, atau 3200, atau 800 test saja dulu mana yang hasilnya lebih baik. Sutter speed sepertinya 25 detik pas untuk saya. Sudah coba dengan 30 detik hasil nya bintangnya sudah bergerak seperti garis kecil.

Posted in beautiful scenery, fotografi, landscape photography, nature photography, Pemandangan Alam, photo shooting, Photography | Tagged , , , | 6 Comments

Taman Nasional Baluran – Savana Bekol, the little Africa

Pemandangan savana dengan latar belakang gunung yang indah

Jalan masuk menuju ke savana sangat mulus sampai ke ujung.

Tempat favorit untuk para pengunjung berfoto-foto

Pantai Bama, tidak terlalu luas masih sangat alami, bagus untuk menikmati angin laut dan berfoto-foto

Jangan dicoba di rumah tanpa mengetahui kondisi fisik dan alamnya

Brothers & sisters…, saya sangat senang bisa mengunjungi salah satu tempat yang menjadi incaran sejak lama, yaitu Taman Nasional Balularan yang terletak di Bekol Situbondo. Lokasinya di perbatasan Banyuwangi – Situbondo, karena itu taman nasional ini menjadi salah satu ikon wisata Situbondo / Banyuwangi.Taman Nasional Baluran memiliki wilayah yang sangat luas, tetapi yang menjadi tempat wisata adalah di padang savana yang datar dan terbuka. Dari gerbang masuk kita menyusuri jalan nan mulus, jalan ini relatif sempit, untuk berpapasan 2 mobil pun sangat ngepas sampai-sampai roda sebelah kiri mobil harus turun ke luar area beraspal. Dulu nya jalanan ini kondisinya rusak banyak lubang, sekarang sudah sangat mulus mulai dari pintu masuk hingga ke pantai.Begitu kita melewati gerbang masuk kita langsung berada di kawasan hutan, di kanan kiri kita hanya ada pepohonan dan semak belukar. Sampai beberapa kilometer kondisinya seperti itu. Sampai pada akhirnya kita menemui padang savana yang sangat luas dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Sejauh mata memandang adalah dataran rata sampai pandangan mata kita terbentur pada gunung yang menjulang tinggi nun jauh di sana. Pemandangan yang menjadi kegemaran para pemburu foto landscape.Jalan di padang savana ini berakhir di sebuah pantai berpasir putih yang walaupun sempit tetapi cukup menarik. Di area pantai ini disediakan tempat-tempat untuk beristirahat dan bermain. Tempat makan-minum juga tersedia di beberapa warung di sini. Bagi yang suka berfoto tempat ini juga bisa menjadi tempat pengambilan foto yang ciamik dengan background laut dan tanaman mangrove yang menarik.Yang perlu diwaspadai di area pantai ini adalah kawanan monyet ekor panjang yang berkeliaran di sini. Mereka tidak segan-segan mencuri makanan yang kita bawa. Bahkan ada yang sampai mengintip ke dalam mobil kalau-kalau ada makanan yang bisa diambil di sana. Jadi waspada saja terhadap satwa yang satu ini. Mereka tidak menyerang, tetapi kalau kita bawa makanan dan lengah pasti dicurinya. Ini terjadi pada teman saya, ketika minum hydrococo dia letakkan di bangku, tiba-tiba dengan cepat si monyet melompat dan mengambil minuman itu. Dia tidak pergi jauh, dengan santai nya dia buka kemasan dan meminumnya tanpa rasa bersalah.

Seekor monyet ekor panjang menikmati minuman yang dicurinya

Keakraban 2 ekor monyet, mungkin mereka pasangan yang sedang jatuh cinta

Seekor monyet betina yang sedang hamil, perutnya terlihat membesar

Jika beruntung kita bisa bertemu dengan kawanan rusa liar. Mereka terlihat sudah terbiasa dengan pengunjung, tetapi tetap tidak bisa didekati. Berharap punya lensa tele untuk memotret mereka

Ini kelompok kawanan rusa yang lain, hanya bisa memotret mereka dari kejauhan

Di sini juga merupakan tempat favorit untuk berfoto. Tengkorang banteng dengan tanduknya.

Kembali ke padang savana, jika kita beruntung kita bisa bertemu dengan kawanan rusa, banteng dan satwa lainnya. Tetapi pada saat kami di sana matahari sedang terik-teriknya. Kami hanya menjumpai kawanan rusa yang sedang berteduh tidak jauh dari jalan yang kami lalui. Juga berjumpa dengan burung Merak dan ayam hutan yang kebetulan sedang menyeberang jalan. Tidak kelihatan seekorpun banteng, mungkin mereka sedang jauh di dalam hutan berteduh di rerimbunan dan tak terlihat oleh kami.Tempat ini memang layak menjadi tempat wisata alam yang harus ada di daftar tempat wisata untuk dikunjungi. Tempatnya mudah dijangkau dari arah Banyuwangi maupun dari arah Situbondo. Alam nya tidak ada duanya di Indonesia, pokoknya cakep deh (tentunya untuk yang suka pemandangan alam, kalau yang sukanya nge-mall ya gak cocok blas).Dengan alam yang menyajikan pemandangan savana yang luas, tidak berlebihan jika tempat ini dijuluki “Little Africa”.

Posted in beautiful scenery, Daerah wisata, East Java Travel Destination, Indonesia travel destination, landscape photography, nature photography, Pantai, Pemandangan Alam, Photography, tempat wisata, Tourist destination, traveling, Tujuan Wisata | Tagged , , , , , | 7 Comments

Plus minus Solo riding Jakarta – Semarang

Brothers & sisters…, tanggal 19 Juli yang lalu saya melakukan solo riding dari rumah di BSD Tangerang Selatan ke Semarang dengan menggunakan si Kanijo (Vulcan S 650). Ini adalah kali ke dua saya bersama si Kanijo ber-solo riding dari Jakarta ke Semarang. Yang pertama dulu waktu si Kanijo masih gress baru 2 minggu di rumah. Jika yang pertama dulu saya berangkat dari rumah jam 3:30 pagi sampai di hotel di Semarang sekitar 2:30 sore, kali ini lebih cepat berangkat di waktu yang sama dan tiba di hotel Semarang jam 1:30 siang.

Si Kanijo sudah siap untuk berangkat.

Kondisi jalan berkontribusi banyak sehingga saya bisa lebih cepat sampai. Yang terakhir ini kondisi jalan bagus dan lancar di sepanjang perjalanan. Tidak ketemu macet sama sekali sehingga saya bisa memacu si Kanijo tanpa hambatan. Saking lancar dan asyiknya kadang-kadang malah heran sendiri, lho udah sampe sini.. Rencana saya tadinya makan siang di Tegal, ternyata masih belum jam 10 sudah tiba di Tegal. Jadi ya lanjut terus sampai di Gringsing baru berhenti makan siang.

Istirahat, ngopi dan sarapan di daerah Losari.

Saya senang berkendara sendirian alias solo-riding, tetapi juga tidak menolak untuk riding bersama-sama grup rame-rame. Kalau dibandingin lebih suka mana, saya lebih suka riding sendirian atau kalau grup ya grup kecil aja 2 sampai 4 rider. Ada plus & minus nya riding sendirian.

Plus nya:

Pertama: bebas mau cepat atau lambat tidak perlu mikir kawan lain kesal karena terlalu lambat atau stress karena terlalu cepat. Lha wong sendirian yo sak karepku dewe iso banter yo banter, pengin alon-alon yo alon.

Kedua: bebas mau berhenti mampir ke mana saja dan kapan saja. Tiap pengin berhenti foto ya berhenti jeprat-jepret berselfie manis kalau perlu. Pengin lama-lama menikmati pemandangan sawah yang hijau dan merasakan semilirnya angin ya monggo ae. Ketemu bakul dawet pengin minum ya langsung minggir, pengin makan ya tinggal menggok ke warung.

Istirahat makan siang sambil mendinginkan mesin si Kanijo

Ketiga: bisa mengatur waktu dengan leluasa tanpa terhambat oleh kawan-kawan lain. Dari pengalaman riding bersama rombongan biasanya waktu istirahatnya lebih lama dari pada waktu ridingnya. Ada masa tunggu-tungguan, terkadang ada aja yang pengin berlambat-lambat dan berlama-lama. Lha kalau sendirian kan bebas dan kalau saya biasanya istirahat secukupnya tidak berlama-lama.

Tiba di parkiran hotel di Semarang

Dan masih banyak plus-plus yang lain..

Minusnya:

Pertama: gak ada kawan yang diajak ngobrol selama perjalanan. Ya paling-paling ngobrol sama siapa yang ditemui di jalan aja. Gak bisa cerita seru-seruan guyon ledek-ledekan tentang yang dialami di jalan. Jadi ada juga rasa kesepian nya.

Makan siang di daerah Gringsing, sendirian ajaa..

Kedua: kalau ada masalah ya terpaksa harus ditangani sendiri, syukur-syukur ada orang sekitar yang menolong. Tapi masyarakat kita umumnya suka menolong jadi tidak usah terlalu kuatir juga sih.

Ketiga: gak ada yang diminta jaga barang kalau lagi harus meninggalkan motor, misal pengin ke toilet. Gak ada yang diminta fotoin kalau lagi pengin bergaya di depan kamera hehe..

Kalau rame-rame begini ada yang fotoin kita tinggal nggaya

Dan masih ada minus-minus yang lain..

Ya, tergantung masing-masing pribadi sih lebih suka riding bareng-bareng atau sendirian. Ada yang tidak mau / berani kalau riding sendirian, ada yang lebih menikmati kalau sendirian. Ada yang tidak suka sendirian tetapi juga tidak suka kalau bersama rombongan besar. Solusinya ya nyari teman mungkin bisa berdua, bertiga atau berempat.

Hal yang perlu diperhatikan entah riding sendirian atau riding bersama rombongan adalah kesiapan fisik dan kesiapan kendaraan. Riding jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang prima. Pakaian riding sebaiknya yang memadai dan berprotektor. Demikian juga kondisi motor harus prima untuk perjalanan jauh. Cek semua perangkat pengereman, lampu-lampu, kondisi ban dan tekanannya. Saya selalu bawa motor untuk diservice dulu sebelum perjalanan jauh.

Jangan lupa juga surat kendaraan dan SIM. Di daerah Pemalang sempat ada razia semua motor, saya tunjukkan SIM dan STNK, pak polisi memeriksa sambil melihat si Kanijo. “Hati-hati di jalan pak” kata pak polisi sambil mengembalikan SIM dan STNK saya tidak lupa sambil tersenyum.

 

 

 

 

Posted in cruiser bike, Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, Motor Touring, motorcycle touring, traveling | Tagged , , , | 12 Comments

Dua tahun lebih bersama Versys 250, tetap sayang

Tidak terasa sudah 2 tahun lebih saya memiliki si Vera alias Versys 250 warna orange. Sejak memilikinya saya sudah sangat suka dengan motor ini, body bongsor tapi relative ringan, oleh orang amrik biasa disebut light adventure bike. Sebenarnya sih gak ringan-ringan amat, tetapi dibanding kakaknya yang 650 ya jauh lebih ringan.

Sekalipun berbadan bongsor si Vera ini handlingnya sangat ringan dan mudah, untuk meliak-liuk ditikungan sangat enak. Saya merasa pede jika mengajak si Vera jalan lewat tikungan-tikungan. Diajak ke jalan yang tidak rata, tanah atau gravel juga tidak mengecewakan, asal jangan offroad berat aja. Kalau offroad berat saya nya yang gak pede, maklum belum pernah latihan main offroad berat yang tentunya membutuhkan ketrampilan tersendiri.

Secara tampilan doi tidak mengecewakan, gagah dan ganteng. Untuk teman jalan-jalan santai oke banget laah. Tenaganya walau tidak berlebih tetapi cukup untuk sekedar memuaskan rasa penasaran melewati jalan-jalan yang memiliki tantangan offroad ringan, jalanan berbatu, berlobang, tak ada aspal, tanah atau gravel misalnya.

Untuk touring dari semua motor yang ada di garasi, saya lebih senang jika menggunakan ini. Untuk kecepatan memang tidak bisa dibandingkan dengan yang bermesin besar. Tetapi sebenarnya sudah cukup pas untuk saya yang lebih suka menikmati pemandangan dari pada uber-uberan di jalan.

Si Vera ini nampaknya masih akan menjadi tunggangan kesayangan setidaknya sampai ada yang dapat menggantikan dirinya dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

 

Posted in kawasaki adventure, Motor, motor adventure, Motor Sport, Motor Touring, Touring motor, versys 250 | Tagged , , , | 2 Comments