Burung Nuri Bayan / Parrots

Burung Nuri adalah salah satu dari jenis burung berparuh bengkok. Memiliki warna bulu yang cantik dengan berbagai kombinasi warna. Burung yang berasal dari Indonesia timur ini selain cantik juga bersuara nyaring, bahkan beberapa jenis dari mereka mampu menirukan suara manusia. Mereka juga termasuk burung yang memiliki kecerdasan sehingga sering dilatih untuk bermain sirkus. Di bawah ini ada beberapa foto yang saya ambil sudah cukup lama.

 

 

Posted in Birds, burung, Burung peliharaan, fotografi, Nature, nature photography | Tagged , , , , , | Leave a comment

Wisata ke Desa adat Ratenggaro di pulau Sumba

Brothers & sisters…., Pulau Sumba terkenal memiliki objek wisata yang indah-indah yang rata-rata masih sangat alami. Alami dalam artian belum banyak sentuhan tangan manusia yang membuat objek wisata tersebut tidak lagi seperti apa adanya. Salah satu objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi adalah desa adat Ratenggaro atau perkampungan adat Ratenggaro. Desa ini berisi rumah-rumah adat khas daerah setempat yang telah ada sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun.

Bagian depan perkampungan

Saya dan istri berfoto di halaman atau bagian depan perkampungan

Di bagian depan perkampungan terdapat halaman yang cukup luas dengan pagar dari batu koral yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk pagar keliling. Jika kita melihat ke belakang maka akan tampak bangungan-bangunan khas beratapkan jerami kering. Bangunan-bangunan ini adalah rumah penduduk setempat. Bangunan ini umumnya memiliki tiang kayu yang kokoh dengan lantai dari bambu tua yang kuat. Semua berlantai dua, lantai dasar atau kolong dipergunakan untuk tempat hewan ternak, dan di atasnya adalah tempat tinggal mereka. Bagian dalam dari bengunan yang menjulang dipakai untuk tempat menyimpan hasil pertanian seperti jagung kering misalnya.

Kehidupan penduduk Ratenggaro

Pada umumnya mereka hidup dari alam sekitarnya, mereka bertani, berternak dan mencari ikan di lautan. Mereka juga membuat kerajinan tangan seperti patung-patung kayu dan menenun kain untuk dipakai sendiri atau dijual. Kehidupan penduduk di sini bisa dikatakan sangat sederhana. Satu rumah besar di perkampungan Ratenggaro ini bisa dihuni oleh 4 keluarga yang pada umum nya masih bersaudara.

Menjual kerajinan tangan untuk suvenir

Menjual kain tenun

Melihat dan mencoba kain tenun produksi masyarakat lokal

Beternak babi, kuda dan kerbau

Pantai Ratenggaro

Di belakang perkampungan ini terdapat pantai yang menyuguhkan pemandangan yang cukup menawan. Kombinasi landscape yang keren dengan pantai berpasir putih bersih dan air yang jernih membuat kita betah untuk menikmatinya. Kalau ingin ke pantai ini kita harus menuruni tebing yang lumayan curam. Kami memilih untuk menikmati pantai dari halaman belakang perkampungan Ratenggaro.

Pengunjung harus memperhatikan apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, sebaiknya bertanya kepada guide atau penduduk setempat

Kami pun berfoto di sini untuk mengabadikan diri bersama pemandangan yang indah-indah ini.

Pemakaman penduduk Ratenggaro

Seperti masyarakat pulau Sumba pada umumnya, penduduk di Ratenggaro membangun makam di dekat rumah mereka. Makam pada umumnya berbetuk kotak dengan berbagai ukuran yang di atas nya ditutup dengan lempengan batu besar. Lempengan batu penutup makam ini terbuat dari pahatan batu utuh, bisa dibayangkan beratnya dan upaya untuk membuatnya. Terdapat pintu yang dapat dibuka dan ditutup untuk memasukkan orang yang sudah meninggal. Makam-makam ini manjadi bagian yang unik yang tidak dapat dipisahkan dari perkampungan adat masyarakat Ratenggaro.

Tampak di belakang batu-batu makam

Batu makam ini cukup besar dan tebal

Lempengan batu penutup terbuat dari batu utuh yang dipahat.

Desa Ratenggaro masih sangat alami memiliki pantai indah yang juga masih sangat alami, penduduk nya ramah dan terbuka kepada pengunjung. Suatu tempat yang layak dikunjungi jika kita sedang berwisata ke pulau Sumba.

Posted in Beach, beautiful scenery, Daerah wisata, Indonesia travel destination, landscape, objek wisata, Pantai, Pemandangan Alam, tempat wisata, traveling, Tujuan Wisata | Tagged , , , , , , , | 3 Comments

Vulcan Riders Indonesia (VRI) Touring ke Dieng

Brothers & sisters…, Dieng merupakan salah satu kawasan wisata yang sudah sangat terkenal di bumi pertiwi. Pemandangan alamnya memang mempesona, ditambah dengan adanya peninggalan sejarah berupa Candi Pandawa. Suhu udara yang dingin membuat tempat ini layak dijadikan tempat istirahat. Di kalangan bikers atau pecinta touring motor, Dieng merupakan kawasan yang wajib dikunjungi. Vulcan Riders Indonesia (VRI) juga sering mengunjungi tempat wisata alam dan budaya ini.

Pada bulan Juli yang lalu, bertepatan dengan hari jadinya yang ke-3 Vulcan Riders Indonesia mengadakan acara kecil-kecilan di Dieng. Para anggota VRI dari berbagai daerah di pulau Jawa berkumpul di sini. Mereka datang dari Jawa Timur, Jogja, Jawa tengah, Jawa barat, Jakarta dan sekitarnya. Sebelum bersama-sama riding ke Dieng, mereka semua berkumpul di Semarang selama satu malam. Pagi-pagi rombongan VRI yang terdiri dari 34 motor itu berangkat ke Dieng bersama-sama.

Jarak Semarang ke Dieng relatif dekat bagi para riders, kalau ditempuh langsung kok rasanya kurang seru. Oleh karena itu di perjalanan kami mampir-mampir dulu di beberapa tempat. Tempat pertama yang kami singgahi adalah Candi Gedong Songo di kawasan Bandungan, Jawa Tengah. Candi yang merupakan peninggalan sejarah ini cukup unik, candinya tidak kumpul di satu tempat tetapi terpencar dengan jarak yang lumayan jauh. Untuk dapat mencapai semua candi tentunya diperlukan usaha ekstra dengan berjalan kaki mendaki perbukitan. Suhu udara di sini sejuk sekali, membuat kita betah untuk berlama-lama sambil menikmati kopi panas dan jagung bakar. Aneka gorengan juga tersedia di sini, rapi berjejer dijajakan para penjualnya.

Puas berwisata dan beracara di candi Gedong Songo perjalanan dilanjutkan ke arah Dieng. Melewati jalan sempit yang berliku-liku dengan alam pedesaan di sekeliling rasanya menyenangkan sekali. Di perjalanan kami sekali lagi berhenti untuk makan siang di Waroeng Djoglo di daerah Wonosobo ke arah Dieng. Waroeng Djoglo ini sudah menjadi langganan rombongan touring motor. Tempatnya memang nyaman dengan parkirian yang luas. Makanan nya sendiri tidak terlalu istimewa, tetapi suasana nya yang menyenangkan. Cocok untuk melepas lelah setelah berkendara. Duduk di teras nya menikmati kopi atau jahe panas sambil merasakan dinginnya udara merupakan pengalaman yang menyenangkan.

Perjalanan dilanjutkan melalui jalan utama menuju Dieng, jalan di sini relatif lebar walau tidak terlalu lebar juga. Banyak jalan lurus dan mulus, sampai akhirnya kami tiba di kawasan pegungungan. Di sini jalanan berubah menjadi sempit dan berliku tajam dan terus menanjak. Kabut tebal sempat menghalangi pandangan mata, maka kecepatan harus diturunkan dan mesti ekstra waspada. Untunglah kawasan berkabut ini segera terlewati, berganti dengan pemandangan persawahan / ladang yang aduhai indahnya. Hati-hati jangan terlena, karena jalanan masih terus menanjak dan berliku-liku.

Setelah melewati itu semua akhirnya kami tiba di kawasan wisata Dieng yang relatif datar. Kami langsung menuju penginapan. Semua tiba dengan selamat tanpa ada halangan apapun.

Foto-foto acara di Dieng:

 

 

 

Posted in beautiful scenery, club motor, Daerah wisata, Indonesia travel destination, Kawasaki 650cc, Kawasaki Vulcan, Motor Touring, motorcycle touring, Pemandangan Alam, Restoran, tempat wisata, Tourist destination, traveling, Vulcan 650, Vulcan S | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Minuman Kunyit Asem Sido Seger – Sungguh Menyegarkan

Brothers & sisters…., ini bukan iklan tetapi bentuk testimoni saya dan kawan-kawan yang sudah merasakan minuman menyehatkan ini. Minuman ini diberi nama Kunyit Asem Sido Seger. Sesuai dengan nama yang tercantum dalam kemasan nya, minuman ini dibuat dari dua macam bahan alami yaitu kunyit dan asam.

Ketika saya membuka botolnya aroma segar khas kunyit dan asam sangat terasa dan ketika meminumnya rasanya beda dari ekspektasi saya. Saya pikir akan ada rasa pahit melekat di lidah, ternyata ini rasanya sungguh segar dan manis. Rasa kunyit dan asamnya ringan menyentuh lidah, masih terasa jamunya tetapi tidak terlalu tajam. Soal rasa ini boleh dibandingkan atau diadu dengan minuman serupa yang sudah banyak dijual di mini market. Saya pribadi langsung suka karena selain terasa menyegarkan, jamunya juga terasa.

Minuman yang dibuat oleh industri rumahan kelompok DESBUMI (Desa perduli buruh migran) dari desa Sabrang, kecamatan Ambulu, Jember ini, akan lebih terasa segarnya ketika diminum dalam keadaan dingin. Bisa dicampur es batu atau disimpan di lemari pendingin dahulu. Cocok untuk disuguhkan pada saat kumpul-kumpul atau pada saat pertemuan-perteuan kelompok. Dari pada menyuguhkan minuman lain kenapa tidak dicoba dengan minuman yang menyehatkan.

Di bawah ini contohnya, kumpul-kumpul reunian sambil menikmati segarnya minuman kunyit asam.

Pemasaran minuman Kunyit Asem Sido Seger saat ini masih sangat terbatas, belum beredar secara luas. Saya yakin dengan menjaga konsistensi mutu, rasa dan harga yang tepat, Kunyit Asem Sido Seger akan mampu bersaing dengan produk minuman sejenis.

Bagi yg ingin memesan minuman sehat ini bisa menghubungi kelompok DESBUMI via nomor ini 081235991839.

Posted in Drink, Jember, Kuliner, Minuman, Tanaman pertanian | Tagged , , , , , , , , | 1 Comment

Foto-foto acara pertemuan kawan-kawan lama alumni SMP Daerah Wuluhan

Senang rasanya bisa bertemu teman-teman masa kecil, masa masih lugu, masa masih gak mikir neko-neko, masa pra-remaja yang ceria. Bagi saya pertemuan kembali atau reuni dengan teman-teman masa kecil itu selalu menyenangkan. Mengingatkan kembali akan teman-teman dan orang-orang yang sudah lama “terlupakan”, misalnya penjual es yang sering diutangi dulu, penjual jajanan di belakang sekolah, para guru, mengingatkan kembali pengalaman masa-masa kecil.

Harus saya akui teman-teman masa kecil itu banyak yang saya sudah lupa, hanya beberapa nama saja yang masih teringat. Sebagian besar lupa namanya apalagi wajahnya hehe.. Wajar laah, sudah puluhan tahun, wajah-wajah kita sudah berubah banyak. Ditambah lagi saya paling sulit menghafal nama, sudah memperkenalkan diri pun tidak lama sudah lupa lagi. Yang penting senang bisa bertemu kawan-kawan dalam keadaan masih sehat dalam suasana penuh canda tawa dengan semangat paseduluran sak lawase (persaudaraan selamanya).

Any way, foto-foto ini saya ambil waktu kumpul-kumpul makan siang bareng kawan-kawan di Cafe Dira di Pontang-Ambulu-Jember, beberapa waktu lalu. Sambil ngobrol kita menikmati jajanan yang dibawa oleh salah seorang kawan dan minum-minum juice buah termasuk menikmati minuman kunyit asem sido seger.

Posted in family, People, Restoran, Reuni | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Berbagi tips foto burung yang sedang terbang

Brothers & sisters…., kita pasti pernah melihat foto burung yang sedang terbang. Di sana  fotonya terlihat bagus jelas dan tajam sehingga kita senang melihatnya. Tetapi ketika kita mencoba untuk memotret burung yang sedang terbang ternyata hasilnya kurang bagus, sering tidak fokus, blur dan tidak jelas. Bisa dimaklumi, memotret benda bergerak cepat seperti burung yang sedang terbang memang tidak mudah, artinya tidak semudah memotret benda yang diam. Saya ingin berbagi beberapa tips yang saya tahu dan berhasil saya terapkan seperti foto-foto di tulisan ini.

Jenis kamera

Saya memakai kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) yang memiliki fitur-fitur yang bisa kita atur secara manual atau semi manual. Saya juga pernah menggunakan kamera saku yang memiliki kemampuan seperti kamera DSLR dalam artian kita dapat mengaturnya secara manual. Hanya saja kamera saku umumnya lensanya fix tidak bisa diganti-ganti. Yang saya maksud dengan mengatur secara manual di sini adalah kita bisa mengatur ISO, aperture maupun shutter speed secara manual. Pengaturan ini sekarang tidak terbatas pada kamera saja, bisa juga dilakukan pada HP jenis tertentu juga sudah memiliki fitur seperti ini. Saya pribadi memilih menggunakan kamera DSLR karena saya memiliki keleluasaan untuk mengatur bahkan mengganti lensa dengan yang saya mau.

Foto ini saya ambil menggunakan kamera Canon 77D

Lensa

Karena umumnya jarak fotografer dengan burung yang terbang relatif jauh, sebaiknya menggunakan lensa 100mm ke atas. Jika tidak ada, lensa 50mm masih bisa digunakan untuk jarak yang lebih dekat. Foto-foto di tulisan ini saya ambil dengan menggunakan lensa 50mm yang kemudian saya crop di post edit process. Dengan lensa yang lebih panjang dan bagus mungkin saya tidak perlu meng-crop nya untuk mendapatkan foto yang lebih besar.

Saya menggunakan lensa Canon 50mm f 1.4

Pengaturan ISO

ISO pada kamera mengatur sensitivitas kamera terhadap cahaya. Semakin besar ISO semakin terang foto yang dihasilkan. Untuk itu saya akan memperhatikan intensitas cahaya yang ada. Memotret burung yang sedang terbang tentunya umumnya berada di area yang terbuka. Ketika hari terang kita bisa menggunakan ISO rendah misalnya 200 atau 100, jika dirasa agak gelap, misalnya di pagi hari atau sore hari, ISO bisa dinaikkan ke 400. Test saja dulu untuk melihat hasilnya mana yang cocok. Perlu diingat semakin tinggi angka ISO semakin terang foto yang dihasilkan, tetapi juga ada kecenderungan timbul noise semacam bintik-bintik putih kecil-kecil. Besaran ISO kamera berbeda-beda, tetapi pada umumnya dimulai dari 100, 200, 400 dan seterusnya.

Karena cahaya cukup terang saya menggunakan ISO 200 pada saat mengambil foto ini

Aperture

Saya lebih sering menggunakan Aperture Priority untuk pengambilan foto.  Aperture mengatur besaran bukaan lensa kamera kita. Semakin besar bukaan lensa, yang ditandai dengan f angka kecil, misal nya 1.4, 1.8, semakin terang dan dangkal foto yang dihasilkan. Jika kita ingin membuat foto dengan latar belakan yang blur / kabur, kita gunakan f angka kecil. Untuk memotret burung yang sedang terbang saya menggunakan angka agak tinggi misalnya 5.6 sampai 8, ini karena saya ingin foto terlihat lebih detail dan juga cakupan fokusnya lebih luas dan dalam. Jika ada beberapa burung yang terbang berdekatan saya ingin semua tetap terlihat tajam. Juga jika ada awan-awan pun akan terlihat bagus sebagai latar belakang. Pada saat saya menggunakan aperture priority, kamera akan secara otomatis melakukan pengaturan kecepatan shutter nya. Sedangkan ISO nya saya atur seperti poin di atas. Pada saat cuaca cerah dengan pengaturan aperture dan ISO yang tepat, umumnya kamera akan mengatur kecepatan shutter cukup cepat untuk menangkap / membekukan gerakan burung terbang. Angka f terkecil pada lensa bervariasi, ada yang 1.4 atau lebih kecil ada juga yang mulai dari 3.5 tergantung lensanya.

Saya ingin mendapatkan foto yang tajam maka saya set aperture di f/8

Shutter speed

Untuk memotret benda bergerak seperti burung yang sedang terbang dianjurkan untuk menggunakan shutter priority. Pada saat kita menggunakan shutter priority, pengaturan aperture akan dilakukan oleh kamera secara otomatis. Untuk membekukan gerakan burung yang sedang terbang gunakan shutter speed yang tinggi misalnya 1/400 detik, 1/800 detik. Jika kecepatan shutter terlalu rendah maka foto yang dihasilkan akan cenderung blur dan berbayang. Perlu diingat bahwa semakin cepat shutter speed semakin sedikit cahaya yang masuk dan ini mengakibatkan foto cenderung gelap. Jika itu terjadi, coba naikkan angka ISO nya.

Karena saya menggunakan aperture priority maka shutter speed diatur oleh kamera. Hasilnya cukup bagus untuk membekukan gerakan sayap burung cantic ini

Auto Focus

Bagaimana dengan fokusnya? Saya mengatur kamera pada auto focus saat memotret benda bergerak, juga menggunakan continues focus atau AI Servo di kamera DSLR Canon. Dengan pengaturan demikian fokus saya akan terus mengikuti pegerakan subjek. Kita tinggal mengarahkan kamera mengikuti pergerakan burung sambil terus membidik. Satu hal lagi yang akan sangat membantu, pada umumnya kamera DSLR memiliki fitur rapid shot, gunakan itu untuk mendapatkan foto terbaik. Sekali bidik kita akan menghasilkan serentetan foto, kita bisa pilih yang terbaik.

Burung Macaw ini terbang dengan cepat, maka saya menggunakan auto focus / continues focus agar focus tetap pada burung yang bergerak cepat

Demikian sedikit tips dari saya, tentunya pengambilan foto sangat tergantung pada kondisi di lapangan. Tips di atas hanyalah sekedar gambaran dan tidak harus menjadi patokan tetap. Selamat mencoba.

 

 

 

 

Posted in Birds, burung, fotografi, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mengambil foto pemandangan ketika berada di dalam pesawat terbang

Brothers & sister…, bagi yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang pasti pernah memperhatikan pemandangan di luar. Ada awan putih dengan berbagai macam bentuk formasi bercampur dengan sinar matahari pagi atau sore yang sering kali menyajikan keindahan tersendiri. Sering juga terlihat pucuk gunung yang menyembul dari awan-awan di sekitarnya. Pernah gak berpikir untuk memotretnya?

Perjalanan dengan Bati Air dari Jakarta ke Surabaya

Ketika bepergian dengan pesawat terbang saya selalu berusaha untuk mendapatkan tempat duduk di dekat jendela. Karena saya senang memperhatikan pemandangan di luar sana, bahkan sering mengabadikannya dengan kamera HP saya. Kenapa tidak kamera DLSR? Ya kalau ada bagus sih. Kalau tidak ada, kamera di HP kita cukup bagus untuk mengambil foto-foto pemandangan di atas sana. Perlu diingat tentunya, jangan lupa untuk selalu menggunakan flight mode supaya tidak mengganggu sinyal penerbangan.

Saya tidak tahu pasti ini gunung apa di Jawa Timur, terlihat pucuk nya seperti sisa-sisa erupsi. Gunung Semeru..??

Diambil saat penerbangan dengan Wings Air dari Jember ke Surabaya

Foto-foto di tulisan ini saya ambil dari dalam pesawat minggu lalu saat penerbangan dari Jakarta ke Surabaya, kemudian dari Surabaya ke Jember dan sebaliknya.

Kawasan gunung Argopuro

Diambil saat penerbangan dengan Wings Air dari Surabaya ke Jember

Kendala yang kadang-kadang saya temui adalah kaca jendela pesawat tidak bersih, jadinya hasil foto juga tidak bersih. Terkena / melawan sinar matahari langsung, membuat kita sulit untuk mendapatkan foto yang bagus. Cuaca yang tidak memungkinkan, misalnya ketika sedang ada awan gelap atau sedang hujan. Tetapi tidak masalah, tetap siapkan kamera atau HP untuk memotret pemandangan di luar sana setiap ada kesempatan. Percaya deh, pemandangan di luar sana tidak akan pernah sama setiap kali kita terbang. Monggo selamat mencoba.

Posted in beautiful scenery, fotografi, landscape, landscape photography, nature photography, Pemandangan Alam, Photography, traveling | Tagged , , , , | 4 Comments