2018 Royal Enfield Interceptor 650 dan Continental GT 650, Geliat RE yang mendebarkan

Brothers & sisters…, Royal Enfield India kembali menunjukkan keseriusannya menghadirkan motor-motor vintage era tahun 1960-an. Dengan sudah dipamerkannya 2 model jagoannya di EICMA bulan November lalu, yaitu Interceptor 650 dan Continental GT 650, maka bisa diharapkan ke dua motor itu akan segera berkiprah menjelajah setiap wilayah dan dapat menggetarkan dunia motor klasik.

Ke dua model motor Royal Enfield tersebut dibekali dengan mesin 650 CC twin yang konon mampu menyemburkan tenaga 47 hp pada 7000 rpm dan torsi nendang 52 Nm pada 4000 rpm. Interceptor 650 mengusung model RE kelahiran Inggris di tahun 60-an, yang juga dilengkapi twin engine 650cc. Interceptor 650 menggunakan jok datar dengan stang tinggi membuat posisi duduk tegak, cocok untuk cruising. Yang Continental GT mengusung model cafe racer yang kental dengan stang clip on flat dan single seat, cocok untuk anak muda niih. Untuk keamanan berkendara motor-motor ini dilengkapi rem cakram untuk roda depan maupun belakang.

RE Interceptor 650

Gebrakan Royal Enfield India ini tentunya akan memberikan kesempatan kepada penggemar motor-motor classic untuk memiliki dan menikmati motor model jadul tetapi memiliki teknologi dan kemampuan jaman now. Dengan model-model itu pecinta klasik tidak perlu pusing dengan memodifikasi macam-macam. Paling-paling hanya butuh tambahan sedikit aksesoris aja sudah cakep banget.

Model-model motor klasik Eropah yang sudah beredar di Indonesia umumnya memiliki mesin lebih besar dan bandrol harga yang lumayan mahal. Kedatangan RE bisa membuat pilihan semakin banyak, tentunya ini menguntungkan bagi konsumen. Semoga saja RE memasang harga yang lebih bersahabat.

RE Continental GT 650

Nah, di Indonesia belum ada niih motor vintage 650 CC yang baru. Melihat sambutan para penggemar retro terhadap motor-motor RE waktu lalu, mestinya RE tidak perlu ragu untuk memboyong 2 jagoan baru ini ke Indonesia. Tetapi jika memperhatikan produk-produk yang sudah dijual di Indonesia, sebaiknya RE meningkatkan built quality nya. Getaran mbok yo dikurangi, terus finishing sektor mesin itu mbok ya ditingkatkan bikin yang halus dan mulus gitu jadi enak dilihat. Yuuk kita nantikan kehadirannya.

Note: Photos taken from Royal Enfield website

Posted in Classic motorcycles, Motor retro klasik, Retro bikes | Tagged , , , , | 4 Comments

Penampakan motor Honda Super Cub ini mengingatkan aku pada jaman old

Brothers & sisters…., konon kabarnya Honda Jepan mengeluarkan produk lama Honda Super Cub 50 dan Super Cub 110. Kedua motor ini tetap mengikuti model nenek moyangnya jadi ya terlihat klasik banget.

Walau hanya melihat fotonya, motor ini membawa kenangan back di jaman old. Duluuu sekali di tahun 80-an, saya pernah beberapa waktu menggunakan motor Honda C70 warna merah-putih. Motor yang empuk, kalem dan sangat santai. Lha mesin kecil dan cuma 3 percepatan, lari 60 aja udah kenceng rasanya. Tapi untuk jalan pelan-pelan enak banget jaman itu. Kini motor Cub C70 banyak yang nyari untuk dijadikan koleksi atau dimodifikasi dengan mengganti mesin dengan mesin motor lain yang lebih muda dan bertenaga. Gak asyik sih menurut saya, yang orisinil yang lebih memuaskan jiwa.

Seandainya motor di atas dijual di Indonesia saya yakin akan banyak penggemarnya. Cub model jadul belum ada yang jualan lagi di Indonesia, oke juga kalau Honda mengisi pasar ini. Model klasik gak pernah hilang dimakan jaman. Contohnya Kawasaki Estrella yang kemudian berubah nama menjadi W250 cukup banyak penggemarnya. Kawasaki W175 yang baru meluncur juga cukup banyak yang memesan. Memang sih untuk motor model ini cenderung dibeli untuk memenuhi hobby dan untuk segmen hobby umumnya harganya lebih mahal. Karena itu penjualannya tidak akan sebanyak motor-motor yang memang untuk “kebutuhan” sehari-hari.

Posted in Classic motorcycles, Motor, Motor retro klasik, Retro bikes | Tagged , , , , , | Leave a comment

Memotret burung Sriti – bird photography

Brothers & sisters…, salah satu objek menarik untuk dijadikan target foto adalah burung. Tetapi untuk mendapatkan moment yang tepat untuk memotret burung itu susah-susah gampang. Kalau memang niat untuk hunting foto burung ya harus selalu siap dengan kamera yang mumpuni. Burung pada umumnya sulit untuk didekati, sehingga sulit untuk mendapatkan foto burung yang bagus tanpa kamera yang punya kemampuan tele yang baik.

Salah satu burung yang sering saya jadikan objek foto adalah burung Sriti. Burung ini mudah dijumpai, hampir di mana-mana ada. Tetapi agak sulit mendapatkan burung Sriti yang sedang hinggap diam. Burung ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan terbang kesana kemari untuk mencari mangsa. Mereka menyukai area terbuka seperti persawahan, dekat-dekat sungai atau danau dimana banyak serangga makanan mereka.

Untuk memotret burung ini saya menggunakan kamera dengan kemampuan lensa tele yang bagus. Burung Sriti berukuran kecil dan sulit didekati, jadi memotretnya harus dari jarak relatif jauh. Beruntung sekali kalau bisa memotret dengan jarak cukup dekat karena bisa mendapatkan foto yang lebih bagus. Kamera saku superzoom selalu jadi andalan saya, karena ringan, gampang dibawa dan siap setiap saat tanpa harus mengganti lensa.

Kalau menggunakan manual setting, kamera saya set di kecepatan tinggi minimum 1/250 karena burung ini biasanya selalu bergerak. ISO disesuaikan dengan pencahayaan, biasanya kerena di area terbuka jadi cahaya cukup terang jadi bisa menggunakan ISO 100 atau 200 untuk meminimalisir noise. Kalau gak mau ribet ya set kamera di auto mode.

 

Posted in Birds, burung, fotografi, Nature, nature photography, Photography | Tagged , , , | 2 Comments

Mild adventure, Cruiser, Classic, I love them all

Mana yang paling saya sukai, motor adventure, cruiser atau classic? Difficult to say, the fact is I love them all.

Vera, Kanijo & Jlitheng, three motorcycles, different types and machines

Saya menyukai mereka semua, mereka berbeda bentuk, beda kapasitas dan tipe mesin. Mereka saling melengkapi untuk memenuhi keinginan riding saya. Masing-masing memiliki karakter yg berbeda dan saya menikmati ketika mengendarai nya.

Posted in Kawasaki, Kawasaki 650cc, kawasaki adventure, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Uncategorized | Tagged , , , | 10 Comments

Kawasaki Vulcan S disulap menjadi besar dan gahar

Brothers & sisters…., motor cruiser mid size Kawasaki bermesin 650cc yaitu Vulcan S aslinya sudah terlihat padat dan gagah. Motor ini dijual di Indonesia dalam keadaan polos, maksud saya tanpa sidebags, wind shield, dll seperti umumnya motor cruiser yang sering terlihat di jalan-jalan. Kawasaki sendiri sebenarnya menjual secara terpisah aksesoris untuk Vulcan S, tetapi harga nya lumayan mahal.

Sekarang sudah banyak pembuat aksesoris untuk Vulcan S, mulai dari wind shield, crash bar, sidebags, tail bags, lampu2 dan lain-lain. Pada umum nya pemilik Vulcan S sudah menambah motornya dengan berbagai aksesoris tersebut. Ada yang minimalis ada juga yang go extreme dalam mendadani Vulcan S nya.

Contoh Vulcan S yang mengalami sentuhan agak lumayan banyak ya dua motor milik kawan-kawan anggota Vulcan Riders Indonesia (VRI) seperti foto-foto ini. Vulcan S yang aslinya (dari dealer) tampil polos kini berubah tampil besar dan gahar.

Semua ini dikerjakan di bengkel modifikasi lokal. Modifikasi yang dilakukan antara lain : wind shield dua motor ini menggunakan design yang berbeda. Sparkbor depan dan belakang dibuat memanjang, forks, knalpot khusus dibikin kanan kiri memanjang ke belakang. Sidebags menggunakan bahan metal dibentuk sesuai lekukan buritan Vulcan S. Crash bar besar dan lebar, foot pegs menggunakan yang flat dan lebar (yang satunya masih menggunakan yang ori).

Yang lain-lain tetap sama. Dengan modifikasi seperti itu motor terlihat lebih besar dan tentunya enak dipandang. Tidak cuma dipandang, ditunggangi juga nyaman. Mau ikutan modif juga kah…???

Posted in cruiser bike, Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Kawasaki Vulvan S, Modifikasi, Motor cruiser | Tagged , , , , | 8 Comments

Versys 250 dengan topeng dan paruh – Cakep

Brothers & sisters…, rasanya kurang mantap kalau tunggangan kesayangan tampil polos-polos aja. Karena itu banyak biker yang mendandani motor mereka dengan memodifikasi tampilan atau setidaknya memasang aksesoris. Saya tidak suka mendandani motor dengan ekstrim, yang saya lakukan seperti biasa hanya memasang aksesoris tambahan untuk mendongkrak tampilan. Kali ini yang mendapat sentuhan tambahan akesoris adalah si Vera (Versys X).

Beberapa waktu yang lalu saya membeli “topeng” pelindung lampu utama dan GPS holder kemudian memasangnya sendiri. Sebelum itu sebenarnya saya sudah membeli paruh nya terlebih dulu tetapi tidak memasangnya karena saya kurang menyukai tampilannya. Sebelum memakai topeng dipasang paruh kok rasanya ada yang kurang.

Setelah topeng terpasang saya mencoba memasang sendiri paruhnya dan gagal haha.. ternyata harus dilakukan sedikit ubahan agar bisa terpasang dengan baik. Paruh pun disimpan lagi, tunggu ada waktu ke bengkel dan biarkan ahlinya yang mengerjakan. Pagi ini ada kesempatan ke bengkel, sekalian service saya minta mekanik untuk memasangkan paruh nya.

Di tangan ahlinya akhirnya paruh pun terpasang dengan baik. Sekarang si Vera tampak lebih cakep dengan aksesoris tambahan.

 

Posted in Adventure bikes, kawasaki adventure, Modifikasi, motor adventure, Motor Touring, versys 250 | Tagged , , , | 5 Comments

Estrella 250 tampak gagah dengan sedikit sentuhan

Brothers & sisters….., malam itu sedang hujan rintik-rintik ketika sebuah motor parkir tepat di depan garasi rumah. Hampir tidak mengenali sosok gagah itu, tetapi saya segera sadar itu adalah sosok estrella sama dg si Jlitheng yg sedang selimutan di dalam.

Estrella 250 with big size tires

Yang bikin pangling adalah tampilan roda-roda nya. Tampak jauh lebih besar dari pada yang bawaannya. 

Menggunakan jari-jari ukuran besar dan sparkbor depan minimalis, estrella ini tampak kokoh dan gagah.

Estrella 250 with single seat and rear rack looks great.

Bagian jok menggunakan single seat sama dg si Jlitheng. Ada rak di bagian belakang dengan warna gelap. Si Jlitheng menggunakan warna krom.

Bagian lain masih original bawaan pabrik. Kita lihat dengan sedikit sentuhan estrella 250 tampak semakin joss. Bandingin dg si Jlitheng di bawah ini.

Motor gagah tersebut tinggal tidak jauh dari runah, masih tetangga satu kompleks. Salam klasikers..!!

Posted in Classic bike, Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Motor retro klasik, Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment