Plat Nomor & STNK akhirnya jadi, terimakasih Motorave BSD.

Brothers & sisters…, sudah lumrah kalau motor impor utuh itu pengurusan STNK dan plat nomor membutuhkan waktu lebih lama daripada motor yang dibuat secara lokal. Demikian juga si Kanijo, motor Vulcan S ini diantar oleh Motorave BSD sekitar dua bulan yang lalu. Tetapi baru hari Selasa yang lalu saya ditelpon bahwa SNTK dan plat nomor sudah tersedia. Waktu dua bulan untuk pengurusan moge impor CBU ya normal-normal saja. Terimakasih untuk Motorave BSD yang terus memonitor pengurusannya sehingga tidak molor waktunya.

Motorave BSD

Motorave BSD

Pas ngambil STNK di Motorave, terlihat deretan motor-motor Kawasaki, ada Z1000, Versys 650, Ninja 250, Ninja 300, Ninja 150, D-tracker 150 yg baru juga ada.. waah komplit juga koleksinya. Vulcan S gak terlihat, mungkin lagi kosong stok nya. Vulcan S rupanya lumayan laris manis, tapi masih sangat jarang ketemu di jalan. Sementara si Kanijo masih mondar-mandir dengan saudara sepupu nya.

Sebagian motor-motor Kawasaki yg dipajang di showroom Motorave BSD

Sebagian motor-motor Kawasaki yg dipajang di showroom Motorave BSD

STNL & plat nomor si Kanijo

STNL & plat nomor si Kanijo

Langsung deh nomor resmi saya pasang menggantikan plat nomor bantuan yang selama ini terpasang di si Kanijo. Sekarang sudah sah si Kanijo boleh berkeliling jalan-jalan ke manapun saya suka.

Hari pertaman dengan plat nomor baru ya riding kuliner dan foto-foto laah.. Sasaran kuliner adalah warung pecel Purwodadi BSD yang mak nyuus rasanya. Menemani saya adalah mas Bambang Sky penunggang ER6n dan mas Yohanes dengan Versys 650 yang baru dua minggu dipinang. Beliau-beliau ini kenal dari membaca blog ini dan akhirnya jadi kawan riding. Indahnya dunia blog, nambah banyak kawan dan saudara.

20150905_075311a

pecel dg sayur komplit, peyek, dadar jagung dan hati ampela goreng...uenak pol.

pecel dg sayur komplit, peyek, dadar jagung dan hati ampela goreng…uenak pol.

Berpisah dengan teman-teman riding, si Kanijo pergi untuk foto-foto selfi…hehe, motor emang bisa selfi ya.. Gak si Kanijo modelnya saya fotografer nya.

The green...!!

The green…!!

?

?

?

si Kanijo sehijau daun pisang

Posted in Dealer Kawasaki, Kawasaki 650, Kawasaki Vulcan, Kuliner BSD, Vulcan 650, Vulcan S | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kawasaki Vulcan S – Review setelah menempuh 1200 km

Brothers & sisters…, Vulcan S yg bermesin 650 cc ini merupakan penghuni baru di garasi rumah. Posisi nya menggantikan si Ninjo (ninja 650) yang telah berpindah tangan. Baru beberapa hari tiba di rumah, motor cruiser Kawasaki ini langsung saya ajak menempuh perjalanan Jakarta – Semarang – Jogja dan berputar-putar di wilayah DIY dan sekitarnya. Total mempuh jarak 1200 km lebih dikit. Saya ingin berbagi apa yang saya rasakan dengan motor yg saya beri nama Kanijo ini.

?

si Kanijo

Posisi Riding

Motor Vulcan S merupakan motor cruiser banget, dengan jok yang rendah, lebar dan empuk, setang lebar dan tinggi, pijakan kaki de depan. Posisi jok, setang dan pijakan kaki ini menentukan posisi riding si pengendara. Yang saya rasakan benar-benar sangat rileks. Saat kita cruising untuk waktu yang lama, nikmatnya sungguh terasa. Tangan dalam posisi santai, kaki selonjoran ke depan, punggung tegak dan tempat duduk empuk…what more can you ask, nikmat banget. Jadi untuk jalan jauh Vulcan S sangat nyaman.

20150816_085126a

Power & Torsi

Mesin Vulcan S adalah mesin yang juga disematkan di ER6n, Ninja 650 juga Versys 650, hanya saja karakternya dibuat berbeda-beda. Jadi ya mirip-mirip dg saudara-saudara nya itu, Vulcan S memiliki tenaga & torsi yang sangat-sangat cukup untuk mengarungi jalanan. Untuk meraih kecepatan 100 kpj Vulcan S gak perlu repot-repot, cukup gampang diraihnya. Bagi saya yang lebih menikmati riding yg smooth Vulcan S memang jodoh banget, tarikan nya smooth banget, ketika perjalanan jauh saya menggunakan gigi 4 atau 5 tergantung kebutuhan, cruising di kecepatan 80 – 100 kpj sangat anteng itu motor.

?

?

Suspensi

Suspensi mendukung kenyamanan berkendara, Vulcan S suspensinya mirip-mirip dengan ninja 650, type nya pun sama. Suspensi Vulcan S bisa diatur kelembutannya sesuai selera. Kalau untuk berboncengan sebaiknya diatur untuk lebih keras. Bagi saya yang berbobot 70 kg, suspensi Vulcan S enak di posisi lembut.

?

Handling

Vulcan S termasuk motor yang gampang dikendarai, ini type motor yang jinak jauh dari kesan beringas. Handlingnya ringan dan nurut banget. Hanya saja bagi saya pribadi harus membiasakan diri untuk tidak terlalu nekut motor ini saat nikung. Dengan ninja kita bisa nikung miring tanpa takut footstep gasruk ke aspal. Tidak demikian dengan Vulcan S, posisi footstep cukup rendah dan melebar. Ini membuat kita tidak bisa terlalu memiringkan motor saat nikung. Setidak nya dua kali footstep saya gasruk ke aspal gara-gara terlalu nekuk saat nikung. Hanya perlu membiasakan diri saja.

Pengereman

Vulcan S dilengkapi dengan system pengereman yang mumpuni sekalipun rem depan tidak menggunakan cakram ganda. Untuk yang beredar di Indonesia semua menggunakan ABS. Saya merasakan saat melaju dan harus mengerem keras, rem Vulcan S mantap banget…ssst…motor tetap anteng.

Konsumsi BBM

Menggukanan pertamax atau Shell power, menurut catatan yang tertera di spido meter nya, rata-rata konsumsi BBM nya adalah 23 km/ltr. Lumayan irit untuk motor 650cc, tapi saya belum mengukur nya sendiri. Semoga saja data di record nya si Kanijo itu akurat.

Kelemahannya

Ground clearance Vulcan S termasuk rendah, hanya 13 cm. Kondisi ini membuat Vulcan S tidak bebas untuk melalui jalan-jalan berlubang atau polisi tidur. Kalau tidak hati-hati bisa mentok bagian bawah si Vulcan.

?

?

Kesimpulan

Secara keseluruhan saya sangat puas dengan Vulcan S, enak diajak jalan jarak jauh gak bikin cepat lelah. Tapi untuk offroad, sebaiknya gak usah.

Posted in Kawasaki 650cc, Kawasaki Vulvan S, Review performance | Tagged , , , , | 14 Comments

Photography : Country roads

Brothers & sisters…, just want to share my photos while riding on the country sides the other day.

20150815_130418ab 20150816_081004ab

?

?

Posted in country roads, motorsycle touring, Photography, traveling | Tagged , , | 6 Comments

Motorcycle touring : 2nd day in Yogyakarta

Brothers & sisters…, pagi hari ke dua di Jogja udara sangat cerah dan segar, tersedia secangkir kopi hitam dan beberapa potong tahu bacem. Waah nikmat banget dinikmati di teras sambil santai.

Saya dan mas Bambang bersiap-siap untuk kembali menjelajah jalanan di wilayah Jogja. Semuanya siap kami pun meluncur meninggalkan rumah. Berjalan pelan di jalanan kota, di pinggoran kota kami kemudian berbelok melewati jalanan kecil yang banyak sawah di sekitar nya. Pemandangan hijau sawah para petani ini harus diabadikan. Kami berhenti untuk mengambil foto.

20150816_081015a 20150816_081040a

Kami kemudian melanjutkan perjalanan, jalan-jalan di luar kota Jogja ini memang nyaman. Rata-rata jalanan mulus dan sepi kendaraan, di sana-sini memamerkan pemandangan alam yang sungguh indah.

20150816_083233a

Jalan-jalan luar kota yang cakep ini kami lewati dengan santai saja, bener-bener menikmati riding, merasakan udara segar, hembusan angin sejuk, sengatan sinar sang surya pun jadi gak terasa panas.

Lanjut kami sampai di jembatan Srowol (begitu sebutannya kata orang situ), di dekat jembatan ini agak masuk ke dalam tepat di pinggir sungai terdapat rumah makan yg nyaman banget. Di sekitar rumah makan ini terdapat sawah-sawah, dinding rumah makan dibuat separo terbuka sehingga angin segar leluasa memasuki rumah makan.

Rumah makan ini menyediakan menu masakan ikan sungai, bermacam-macam ikannya. Ada ikan baung, ikan betutu (gloso), ikan wader, lele dan lain-lain.

20150816_092719a 20150816_092928a

?

?

?

Rasa masakannya sungguh enak sekali, cocok banget sama selera lidah saya yang menyukai masakan “ndeso”. Karena enaknya saya sampe kekenyangan. Kami berlama-lama di tempat ini, suasana nya nyaman banget membuat kita betah untuk berlama-lama.

Puas menikmati makanan & suasana nya, kami melanjutkan perjalanan menuju candi Mendut. Ternyata tempatnya gak jauh dari situ, hanya beberapa menit sudah sampai di candi Mendut.

20150816_105812a

Di candi Mendut kami hanya berhenti untuk berfoto, setelah itu lanjut menuju Purworejo setelah melewati Borobudur. Jalanan di Purorejo sangat-sangat menyenangkan, ada tanjakan ada turunan ada jalan lurus dan semuanya bagus. Nikmat banget melaju dengan kecepatan sedang di sini, motor dipanteng di kecepatan 90 – 100 kpj. Meliuk sana, meliuk sini, lurus waah enak banget. Kami hanya berputar melalui Purworejo, kemudian kembali mengarah ke Jogja. Dalam perjalanan kembali ke Jogja kami mampir dulu ke waduk Sermo. Waduk ini telah menjadi tujuan wisata juga, banyak wisatawan lokal yang datang ke sini.

20150816_135206a 20150816_135237a 20150816_135915-1a

Cukup menikmati pemandangan di waduk Sermo kami melanjutkan perjalanan ke Jogja melalui Sentolo. Ini bukan jalur utama, jalanannya relatif kecil tetapi bagus. Di sini kita gak bisa kencang, selain jalanan kecil, takut juga kalau ada orang yang tiba-tiba muncul nyebrang ke jalan.

Tepat jam 3 sore kami sudah tiba di rumah kembali. Sungguh suatu perjalanan yang berkesan bagi saya. Mimpi saya wilayah Banten & Jawa Barat bisa mencontoh DIY, semua jalanan mulus, di desa kecil pun jalan di aspal mulus, di sawah dan hutan sekalipun mapir tidak ketemu jalan berlubang. Setidaknya begitu yang saya temui dalam 2 hari menempuh jarak sekitar 600 km.

Posted in East Java Travel Destination, Jogjakarta, Motor Touring, motorcycle touring, traveling, Tujuan Wisata | Tagged , , , , , | 11 Comments

Motorcycle touring – first day in Yogyakarta

Brothers & sisters…., melanjutkan cerita touring sebelumnya ya.. Tgl. 15 Agustus pagi saya bangun jam 5 pagi dengan tujuan bisa meninggalkan hotel jam 6 pagi dan langsung menuju Yogyakarta. Setelah mandi dan berpakaian jam 6 saya sudah siap untuk berangkat, namun perut belum terisi apa-apa selain air putih. Tempat makan di hotel baru buka jam 6 tepat. Jadi saya sempatkan untuk sarapan dulu, toh ini sarapan gratis sayang kupon nya kalau gak dimanfaatkan. Selesai sarapan, jam 6:30 saya dan si Kanijo meninggalkan hotel langsung menuju Jogja. Karena sudah pengalaman nyasar, di persimpangan saya perhatikan betul-betul petunjuk arah ke Solo / Jogja.

Jalanan dalam kota Semarang jam segitu sudah ramai dan baru terasa lengang setelah berada agak di luar kota. Jalanan ke arah Selatan yang saya lalui terus menanjak, si Kanijo enak saja diajak melibas jalanan menanjak, sepertinya tidak terasa ada yg berat, enteng saja dia melibas jalanan. Kira-kira 20 menit perjalanan, saat berhenti di lampu merah saya melihat dari spion sebuah moge di belakang saya. Berboncengan, nampaknya suami istri. Saya pikir kami akan jalan bersama-sama karena dia sempat mendekat. Tetapi setelah beberapa lama jalan mereka semakin jauh tertinggal dan akhirnya tidak terlihat lagi.

Si Kanijo berlari tidak terlalu kencang tetapi memang lebih kencang dari kebanyakan motor dan mobil yg sedang melaju searah. Di depan ada terlihat sebuah motor scutik besar, lagi-lagi berboncengan laki-perempuan. Saya hanya beberapa saat berada di belakangnya, si pengendara moge matik ini memberi isyarat ke saya supaya mendahului. Ya sudah, saya dengan melambaikan tangan saya mendahului mereka, mereka sambut dengan acungan jempol. Apa aku terlalu kencang ya… ah gak juga di spidometer kecepatan hanya 85 – 90 kpj kok.

Tiba di persimpangan Bawen saya mengambil arah ke kanan menuju arah Magelang. Jalanan pertama lebar tetapi kemudian agak menyempit. Melewati jalan berliku saya sangat menikmati nya. Dari spion saya melihat ada motor R15 berboncengan juga, mereka terus menempel di buntut si Kanijo. Saya tetap jalankan si Kanijo di kecepatan sedang 70 – 90 gak pernah lebih. Ini berlangsung terus agak lama juga R15 ada di belakang, sampai masuk kota Magelang. Naah di kota Magelang saya bertemu dengan pengendara Royal Enfield tua, plat nomor Jakarta dan membawa tas seperti halnya saya. Saya memperlambat si Kanijo, si R15 mendahului membunyikan klason dan memberi acungan jempol, saya juga membalas dg acungan jempol. Saya mendekati Royal Enfield yang berjalan lambat di kecepatan 50-an kpj. Si pengendara yg sudah berumur melihat ke saya dan memberi salam dg senyum dan tawa “mau ke Jogja..?” Iya pak. Yuk bareng, katanya. Saya membuntuti dg sabar sampai keluar kota Magelang menuju Jogja. Karena saya sudah janji sampai di Jogja sekita jam 8:30, saya gak mungkin terus menemani Royal Enfield ini. Saya pun pamit untuk duluan..

Sekitar jam 9 saya masuk kota Jogja tepatnya di Malioboro, lupa alamat teman yg saya tuju. Nyari tempat berhenti kok susah di Malioboro, jalan terus sampe muter masuk lagi Malioboro. Akhirnya saya parkir di trotoar di mana banyak motor2 pada parkir dan minum dawet dulu sambil menghubungi teman saya. Puas minum dawet saya langsung menuju rumah teman saya itu yg ternyata di daerah Kuncen gak jauh laah.

Sampai di rumah istirahat dulu sambil bikin rencana riding hari ini. Kami putuskan untuk riding ke selatan menyusuri jalan-jalan di wilayah selatan Yogya. Berdua kami keluar rumah, kini si Kanijo punya teman sebuah motor HD guedhe bener hehe. Mas Bambang sang pengendara HD ini sdh pernah juga riding bareng saya sebelumnya. Waktu ini saya pake si Ninjo.

Kami jalan si HD di depan saya dan si Kanijo mengikuti dari belakang. Kami ke Parangtritis, tapi tidak ke pantainya. Kami mengambil arah ke kiri melewati jalan kecil menanjak. Terus menyusuri jalan ini, enak banget jalannya dan sepi kendaraan. Ada banyak tikungan, turunan dan tanjakan.

20150815_124535a

Saya rupanya masih harus membiasakan diri menikung dengan si Kanijo. Dua kali menikung sampe footstep nggasruk ke aspal, padahal perasaan gak miring-miring amat. Kami akhirnya sampai ke pantai Baron..wuiih rame banget ternyata pengunjungnya. Gak jadi masuk kami lanjut sedikit ke pantai Kukup (kalo gak salah), ternyata antrian mobil yang mau masuk udah panjang.

Ya udah kita cari makan aja ke tempat lain. Perjalanan lanjut agak jauh sedikit ke Semanu.Tadinya pengin makan ikan bakar di dekat pantai, tapi karena rame banget pindah tempat lain saja…

20150815_130537-1a

Naah di sini kami berhenti di warung makan Sego Merah yang uenak pol. Ini dia penampakan warungnya.

20150815_140558_001a

20150815_150227a

Kami memesan es kelapa muda utuh untu minum nya. Makanannya di hidangkan sayur komlit, ayam goreng dan sambel duuh nikmatnya…jian top tenan. Sayur tempe dg lombok diiris kecil-kecil duuh uenake rek..!!

20150815_140957a

Puas menikmati hidangan dan berlama-lama di sini, kami lanjutkan perjalanan kembali menyusuri jalan yang kami lewati tadi. Namun sekarang kami mengarah ke barat untuk menyusuri jalan menuju jalan Daendles. Sore itu memang gak begitu rame, di suatu ruas jalan yang sepi dan lurus HD tiba2 kenceng, terpaksa si Kanijo mengikuti lho kok 120 kpj lebih… waah ini pertama kali nya si Kanijo saya geber sampe begitu cepat. Untung hanya sesaat saja, kemudian kembali ke kecepatan 80-an kpj.

Di jalan Daendles kami hanya foto2 mengabadikan matahari senja yg sudah mau tenggelam.

20150815_172624a

20150815_172026a

Selesai berfoto-foto kami mengarah pulang kembali ke Jogja melalui Wates. Sampai di rumah sekitar jam 7 malam, kami istirahat dan ngobrol2 merencanakan perjalanan besoknya… lanjutan nya besok ya…

Posted in Jogjakarta, motorcycle touring, traveling | Tagged , , , , , | 11 Comments

Solo long distance riding with my Vulcan S – si Kanijo

Brothers & sisters…., ini sungguh suatu pengalaman yang menyenangkan bagi saya. Untuk pertama kali nya touring jarak jauh sendirian. Lebih menyenangkan lagi karena saya menggunakan motor baru yaitu si Kanijo yang waktu itu baru berjalan 84 km.

si Kanijo, teman seperjalanan

si Kanijo, teman seperjalanan

Kota tujuan touring ini adalah Yogyakarta. Ikut meramaikan IBW atau JBR kah…? Tidak bro/sis, saya ke Jogja untuk kemudian riding bersama seorang teman kantor menelusuri wilayah DIY. Persiapan matang saya lakukan malam sebelum berangkat, tanggal 14 Agustus subuh saya meluncur dari rumah, jadi semua perlengkapan riding sudah harus siap sebelumnya.

Jam 3 pagi saya dibangunkan oleh alarm HP saya. Langsung siap-siap, membersihkan diri, minum segelas kopi, berpakaian komplit, tidak lupa kamera, HP, charger, tongsis… semua sudah siap langsung manasin motor. Setelah pamit dengan istri tercinta, saya meluncur meninggalkan rumah sekitar jam 3:45 pagi. Langsung menuju arah Kalimalang-Bekasi-Tambun-Cibitung- dan seterusnya…ke arah pantura.

Perjalanan pagi itu lancar banget walaupun sudah banyak juga kendaraan di jalan. Saya berjalan santai saja hingga sampai di Karawang, di sana saya mulai bertemu beberapa pengendara moge yang lumayan kenceng geber motornya. Si Kanijo masih tak sayang-sayang, jalan santai saja, paling kenceng 90 kpj aja. Kalau lancar Serpong – Cikampek ternyata cepet juga ya… sekitar jam 6:30 saya sudah tiba di Cikampek, pas berbarengan dengan rombongan HD yg di kawal 2 motor polisi. Saya sempat berada di urutan ke 3 setelah motor patwal, tapi kok jalannya lambat banget (sekitar 70 kpj). Karena saya bukan anggota rombongan, akhirnya saya maju ke depan, memberi salam ke pak polisi dan langsung ngibrit duluan. Lambat laun raungan sirine dan dentuman puluhan knalpot HD semakin tak terdengar, saya sudah jauh meninggalkan mereka. Kecepatan si Kanijo di sekitar 80 – 95 kpj aja.

Sampai daerah Pamanukan saya pelan-pelan nyari tempat sarapan, restoran tepi laut yg biasanya saya mampir ternyata tutup, demikian juga beberapa restoran di dekat nya. Kalau ada yang buka, di sana sudah rame moge-moge terparkir. Malas saya berhenti, pasti pake ngantri segala kalau rame-rame begitu. Lanjut…sampai di Lohbener, liat pompa bensin saya langsung masuk dan parkir di depan warung2 di situ. Saya langsung pesan secangkir kopi, sebotol aqua, dan semangkuk indomie rebus pake telur hehe…

Perhentian pertama setelah sekitar 3 jam nonstop

Perhentian pertama setelah sekitar 3 jam nonstop

Saya berpesan pada diri sendiri, perhentian berikut tidak boleh lebih dari 2,5 jam riding. Setelah lewat 2 jam harus mulai nyari tempat istirahat. Selesai sarapan dan ke toilet, ganti si Kanijo saya kasih minum sampai penuh. Di sini masih jarang yang isi bensin, rupanya mbak2 dan mas penjaga bensin pengin foto narsis dengan si Kanijo. Malu-malu mereka minta ijin ke saya, Yuuuk…silahkan… saya dorong si Kanijo ke tempat yg lapang dan mereka senang banget foto2. Setelah beres saya langsung melanjutkan perjalanan sambil senyum-senyum melihat tingkah mereka tadi.

Setelah Lohbener saya belok ke kanan, jalanan lebar sepi dan mulus juga lurus..di sini si Kanijo saya panteng di atas 90 kpj. Ada sebuah motor lain di belakang saya, terus dia buntuti. Saya sempat pelan untuk melihat motor apa, oh teryata V-ixion. Ketika di kecepatan sekitar 90 kpj dia masih nempel, tapi di atas 100 kpj dia gak mau nempel malah tambah jauh. Saya bersama dia ini sampai di kota Cirebon. Pas melewati kota Cirebon sudah mengarah ke pantura / Brebes ada razia motor.., saya sudah pelan-pelan siap2 kalau diberhentiin, ternyata disuruh lanjut terus..motor2 lain (kecil) di stop. Ya udah lanjuut…

Sampe di Brebes, ditandai dengan banyak nya warung2 yang jualan telor asin dan bawang merah. Saya mendengar di belakang raungan sirine…, dah waktunya istirahat lagi, biarin mereka duluan lewat. Si Kanijo saya arahkan di warung pinggir jalan.., saya berhenti untuk minum dan istirahat sebentar.

Perhentian ke dua...sekedar minum dan duduk2.

Perhentian ke dua…sekedar minum dan duduk2.

Hanya sekitar 15 menit saya di sini kemudian lanjut lagi. Sempat kena macet di Brebes arah Tegal karena ada pengecoran jalan. Lanjut Tegal dan kemudian Pekalongan..Terus lanjut Pemalang. Jalanan enak semua dan gak macet, jam 11:30 saya sudah di rumah makan Pring Jajar di Pemalang. Ini salah satu tempat favorit saya utk makan siang kalau lagi liburan dengan mobil bersama keluarga.

Pring Jajar - Pemalang tempat istirahat makan siang

Pring Jajar – Pemalang tempat istirahat makan siang

Saya mau istirahat agak lama di sini, makan siang dan santai2 dulu laah..

Puas istirahat, saya melanjutkan perjalanan. Tiba di Batang gak masalah lancar jaya.. tetapi di alas roban ternyata ada pengecoran jalan..waaah macet panjang truk-truk dan mobil2 berjejer memanjang. Terpaksa motor melewati bahu jalan tak ber-aspal, lha daripada ngantri kepanasan… Lolos dari alas roban masuk arah Kendal bisa kenceng lagi. Tapi di wilayah Kendal juga ada proyek pengecoran jalan….ngantri lagi melipir bahu jalan lagi…

Jam 2 siang udah masuk Kendal…lumayan cepat juga, Semarang tinggal selangkah lagi. Tapi saya pilih berhenti sekali lagi di pompa bensin sekalian memberi minum si Kanijo, walaupun bensin masih banyak siih.

Berhenti di daerah Kendal

Berhenti di daerah Kendal

Setelah menghabiskan satu botol Pocari Sweat dan 1 kaleng nescafe dan berlama-lama nongkrong, saya lanjut lagi masuk kota Semarang. Langsung mengarah ke hotel langganan saya. Hotel Merbabu di jalan Pemuda, sebuah hotel transit yang murah Rp. 300 rb per malam, bersih dan nyaman. Masalahnya, saya selalu saja nyasar kalau menuju tempat ini. Salah masuk jalan di simpang, akhirnya muter2 lagi. Dua kali saya tanya orang, akhirnya sampai juga ke hotel Merbabu. Jam menunjukkan pukul 3 sore.

20150814_173651a

Si Kanijo parkir manis di salah satu sudut, tadinya sendirian parkir…menjelang sore ada beberapa moge yg menemani. Tunggu lanjutannya ya…

Posted in motorcycle touring, traveling, Vulcan S | Tagged , , , , , | 30 Comments

Vulcan S cakep dengan aksesoris sederhana

Brothers & sisters…., tampilan Vulcan S sebenarnya sudah keren, tapi supaya lebih keren lagi saya menambahkan beberapa aksesoris. Sebenar nya aksesoris ini bukan hanya untuk mendongkrak tampilan saja, tetapi memang sangat bermanfaat bagi saya.

si Kanijo dengan aksesoris nya

si Kanijo dengan aksesoris nya

Yang pertama adalah side bags atau tas samping kanan dan kiri. Saya menginginkan tas samping yang kuat tetapi modelnya sesuai dengan lekuk body belakang Vulcan S saya. Ukurannya juga harus pas, tidak terlalu besar & tidak terlalu kecil, sehingga akan terlihat manis & serasi. Untuk itu saya memesan tas khusus dengan design mirip dengan design tas yg diproduksi di luar negeri sana. Bahan saya minta dari kulit asli yang tebal dan kuat. Mas Andi dari Jogja menyanggupi membuatkan tas dengan model, ukuran dan bahan yang saya mau. Dalam satu minggu tas itu pun jadi.

Lihat tas nya karya mas Andi dari Ngayogyokarto Hadiningrat, cakep kan.

Lihat tas nya karya mas Andi dari Ngayogyokarto Hadiningrat, cakep kan.

Yang ke-dua, saya mau Vulcan S saya memakai windshield. Bagi saya windshield ini penting untuk mengurangi terpaan angin langsung ke badan saat berkendara. Juga pengin ada lampu tambahan di samping lampu utama supaya terlihat gagah. Belum ada dijual di tanah air tercinta, tanya mbah google ada dijual di Thailand dan Eropah aksesoris resmi dari Kawasaki. Tapi…harganya muahal top. Gak jadi pesan dari luar, nyoba cari anak negeri yang bisa membuat windshield bagi Vulcan S.

Yang ke-tiga, saya pengin ada engine guard atau crash bar yang bisa melindungi mesin & body kalau motor terguling. Sama dengan windshield, benda yang saya ingini ini juga belum tersedia di tanah air ini.

Yang ke-empat, saya mau pasang bracket untuk sidebags saya. Lha sudah ada tas nya tapi gak ada bracket nya, gimana dong masangnya. Di Thailand ada dijual, tapi ya sayang duwit nya, mahal banget soalnya.

Yang ke-lima, saya ingin pasang backrest supaya bisa untuk sandaran yang dibonceng. Kan nyaman kalau dibonceng bisa nyandar. Backrest yang saya mau harus dilengkapi dengan rak supaya bisa untuk naruh barang tambahan. Sama dengan di atas, kalau beli dari luar negeri mahal banget. Mosok sih barang-barang seperti ini anak negeri yg pinter-pinter ini gak bisa bikin…?

Sambil browsing nyari-nyari aksesoris yang saya mau, saya teringat pada mas Rial Hamzah / Syndicate Motor Indonesia yang sering bikin aksesoris untuk Pulsar dan Versys. Setahu saya hasil karya nya bagus-bagus jadi kenapa gak coba tanya dia saja. Pendek cerita, mas Rial menyanggupi membuatkan item dua sampai lima di atas. Maka Vulcan S pun langsung dikirim ke bengkel Syndicate Motor Indonesia di daerah Kalimalang sana.

Lama proses nya, karena pembuat nya harus merenung, meditasi dan mencari wangsit gimana model nya supaya nanti terlihat bagus. Saya juga gak masalah lama karena juga gak terburu-buru dan saya mau hasilnya bagus. Seminggu, dua minggu….akhirnya pekerjaan pun jadi.

Vulcan S yang saya beri nama Kanijo ini pun tampil ganteng bin gagah.

Foto model nya istri sendiri..

Foto model nya istri sendiri..

Tampak depan..

Tampak depan..

Posted in Aksesoris motor, cruiser bike, Kawasaki 650, Kawasaki Cruiser, Vulcan S, Vulcan S Accessories | Tagged , , , , , , , , | 30 Comments