Ninja 650 dengan ban Pirelli 180 OKE banget..!!

Brothers & sisters…., sekedar sharing pengalaman setelah mengganti ban si Ninjo dengan ban yang lebih gambot. Sebelumnya si Ninjo memakai ban bawaan sejak dari baru. Setelah sekian lama pemakaian rasa-rasa nya ban si Ninjo sudah tidak nyaman lagi. Terasa sekali saat dibuat nikung sama sekali gak semulus seperti biasanya. Nikung ke sisi satu seperti ada perlawanan, sebaliknya nikung ke sisi lain malah terlalu gampang. Saat di bengkel dicek mungkin segitiga nya yg gak beres, tapi ternyata¬†oke-oke saja. Maka saya putuskan utk ganti ban dulu, kalau sudah ganti ban masih juga gak enak, berarti ada yg lain yg gak beres.

Seperti sudah saya tulis sebelum nya di sini, sekarang si Ninjo memakai ban Pirelli 120/70/17 untuk depan dan 180/55/17 untuk belakang. Khusus untuk belakang saya mengganti velg bawaan dengan ukuran yg lebih lebar, ukuran 6 inci supaya lebih napak.

ban belakang si Ninjo Pirelli Diablo Rosso 180/55/17

ban belakang si Ninjo Pirelli Diablo Rosso 180/55/17

Dengan ban baru ini sangat terasa bedanya. Pulang dari One3 Motoshop, tempat saya mengganti ban, langsung terasa nyaman. Handling menjadi lebih stabil dan untuk nikung juga sudah nyaman seperti dulu-dulu. Weekend yg lalu saya mengajak si Ninjo jalan-jalan pagi. Seperti biasa, beberapa jalanan di BSD saat pagi-pagi masih sepi. Kesempatan saya untuk mencoba rasa ban di high speed di jalan lurus, di atas 100 kpj laah. Terasa masih sangat stabil, siip..!! kemudian beberapa kali nikung kanan dan kiri (kalau ini gak kenceng yaa..) terasa enak, mulus, gak ada gejala goyang atau ngelawan. Bagus laah.. siap touring lagi niih..!

si Ninjo dg ban baru

si Ninjo dg ban baru

Velg 6 inci, menambah gagah dan nyaman.

Velg 6 inci, menambah gagah dan nyaman.

Pelajaran bagi saya, ternyata ban berpengaruh banyak pada handling motor. Kalau ban sudah lama usianya, walau pun kembangan nya terlihat masih bagus, kita mesti hati-hati. Jika handling nya sudah terasa tidak nyaman lagi, lebih baik ganti yang baru. Ini demi keamanan dan kenyamanan.

 

Posted in Kawasaki ER6F, Modifikasi, Ninja 650, sport bike | Tagged , , , , | 3 Comments

Aksesoris motor penting untuk mendongkrak tampilan dan untuk safety

Brothers & sisters…, banyak biker menghias motor kesayangannya dengan berbagai aksesoris demi menunjang atau mendongkrak tampilan si motor. Bagi saya pribadi aksesoris motor merupakan hal yg penting, tdk hanya untuk mempertampan tampilan motor tetapi juga untuk safety si motor. Kalau ridernya memakai riding gear supaya kalau jatuh efeknya terhadap si rider bisa diminimalisir. Rider dg riding gear komplit tampilannya jg lebih keren kok dibanding yg tdk pakai riding gear. Demikian juga untuk si  dipasangi aksesoris yang berguna utk melindungi body si motor dari kerusakan jika jatuh.

image

Si Ninjo juga tidak lepas dari tambahan aksesoris. Sudah cukup lama saya mencari engine cover untuk si Ninjo. Tanya sana sini pasa kosong. Tapi syukurlah kemarin saya di kabari One3 motoshop kalau barang yg saya cari2 baru saja tiba. Tadi pagi langsung saya bawa si Ninjo ke One3 untuk dipasangi engine cover. Sesuai namanya barang ini utk melindungi bagian luar mesin yang rawan benturan saat jatuh.

image

Tidak hanya itu saja aksesoris yg nempel di si Ninjo hari ini, ada frame slider utk melindungi fairing. Satu lagi adalah hand guard yang terpasang di ujung setang utk melindungi tangan si rider.

image

image

image

O ya.., frame slider dan engine cover saya ambil merek yang sama, supaya keren gituu… R&G racing. Terus handguard pake merek Rizoma. Lumayan keren brosis…, tapi harganya lumayan juga ternyata..hehe.

Posted in Kawasaki ER6F, Motor Sport, Motor Touring, Ninja 650, sport bike, Yamaha | Tagged , , , | 1 Comment

Burung kenari pertama saya sudah mulai rajin bernyanyi

Brothers & sisters…, saya termasuk yg suka memelihara burung. Dulu pernah memelihara kutilanh, robin, jalak, nuri, merpati, tekukur dan perkutut. Namun sepuluh tahun terakhir saya hanya memelihara perkutut. Sebulan yang lalu keponakan saya membawa beberapa ekor burung dari Kalimantan, salah satunya seekor Murai Batu yang kemudian pindah ke rumah saya. Supaya ada temannya berkicau saya membeli seekor Kenari muda di toko burung. Si penjual memberi garansi, kalau sebulan lagi blm rajin bunyi boleh ditukar. Dia bilang kenari putih ini hasil ternakan sendiri dan dari indukan yang bagus.

image

Oke lah…, beberapa hari di rumah saya perhatikan si Kenari muda ini sudah mulai berbunyi walau suaranya masih kecil dan jarang-jarang. Sekarang sudah sebulan si Kenari di rumah. Dia berubah menjadi burung penyanyi yang rajin sekali berkicau. Tidak peduli pagi, siang atau sore dia rajin bernyanyi. Kicauannya juga bervariasi layaknya Kenari2 yg sdh gacor. Syukur lah.. sekarang bisa dengar kicauan Kenari di teras rumah. Cuiiit….cuiiit…!!

Posted in Birds | Tagged , , , | 1 Comment

Kawasaki Estrella 250, tampang klasik untuk manjat gunung ayuu aja..!

Brothers & sisters…, si Jlitheng estrella saya sampai saat ini memanh baru dua kali saya ajak menjelajah bikit dengan tanjakan-tanjakan nya. Pertama saat ke Cianjur yang melalui Cisarua dan Puncak Pass. Tikungan dan tanjakan di daerah Puncak merupakan daerah mengasyikan bagi bikers. Menikung dan menanjak memberi kesenangan tersendiri. Apalagi kalau pake motor sport, waah…bener2 mengasyikkan.

image

Bagaimana si Jlitheng saat diajak ke Puncak….? Ternyata si Jlitheng nyantai aja saat mengarungi tikungan dan tanjakan. Mesin 250cc dengan tenaga dan torsi yg mumpuni membuat si Jlitheng tdk merasa berat untuk menanjak. Memang tdk bisa disaakan dengan saudara nya yg klan ninja yg gesit dan penuh semangat. Si Jlitheng ini sifatnya kalem-kalem saja…

image

Yang kedua saya ajak naik ke lereng gunung Salak di wilayah Bogor selatan. Jalanan memang tdk menanjak ekstrim, tetapi lebih landai walau terus menanjak. Di sini tentunya si Jlitheng lebih santai lagi. Enak ditunggangi, tdk kawatir kekurangan tenaga.

image

image

Dari perjalanan2 ini dan dari pengalaman teman2 penunggang estrella saya semakin percaya diri utk mengajak si Jlitheng jalan-jalan. Kalau utk kenyamanan berkendara…waah joss banget, gak akan gampang lelah kalau nunggang estrella. Satu kelemahannya..gak bisa diajak kebut-kebutan hehe. Bagi yg suka speed, estrella bukanlah motor yg cocok. Tetapi bagi yang suka alon2 menikmati pemandangan saat jalan, motor ini cuocok banget.

Posted in Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Motor retro klasik, Motor Touring, Touring motor, Travelling | Tagged , , , , , | 18 Comments

Motoran refreshing ke lereng gunung Salak

Brothers & sisters…, sudah lama saya gak motoran ke wilayah Bogor selatan, terakhir dulu waktu masih pake ninja 250. Pagi ini saya ada perlu ke Bogor, ya udah sekalian refreshing saya nyempatin diri nunggang si Jlitheng naik ke curuk Nangka di sisi utara lereng gunung Salak.

image

Tempat ini mudah dicapai, kalau dari kota Bogor ambil arah ke Ciapus. Terus saja ikuti jalan ke Ciapus ini. Jalannya menanjak terus, lumayan bagus siih taoi ada beberapa titik yang rusak berlobang besar2. Jalanan ini juga rame dengan angkot, jadi ya mesti sabar dan berhati-hati. Bogor terkenal dg angkotnya, hampir di semua wilayah nya banyak angkot. Tapi lewat jalan ini gak terlalu parah kok, setelah melewati Cibogel, Cikaret ke atas sudah gak terlalu banyak angkot.

image

image

Di Ciapus udara sudah terasa dingin, dan semakin ke atas semakin dingin. Lumayan laah unguk ngadem. Pemandangan nya memang tdk sebagus di Puncak yg banuak kebun teh, di sini hanya ada kebun2 penduduk dan pemandangan  gunung saja.

Posted in Kawasaki, Kawasaki Estrella, Kawasaki retro klasik, Pemandangan Alam, Touring motor, Travelling | Tagged , , , | 7 Comments

Serangga kaya berhiaskan emas – golden insect

Brothers & sisters…, ini adalah foto serangga “kepik” paling kaya. Mereka menghiasi sayap dengan emas, kemanapun pergi perhiasan emas itu terus dibawa dan dipamerkan ke siapapun yg melihat. Namanya apa saya lupa, waktu kecil dulu suka mainin binatang ini, maklum anak ndeso.

image

image

Posted in Insect, Macro photography, Nature, Photography | Tagged , , , | 6 Comments

Kuliner : Ketoprak buatan bapak ini enak dan murah

Brothers & sisters…, kalau ke kantor naik motor saya hampir selalu melewati tukang ketoprak ini. Lokasi nya di dekat perempatan ITC Fatmawati yang mengarah ke blok M, tepat setelah Sevel. Saya sudah beberapa kali mampir untuk sarapan di sini. Awalnya dulu saya perhatikan setiap lewat kok rame, biasanya kalau jualan makanan rame pengunjung itu bearti makanannya enak atau murah, atau kombinasi enak dan murah. Daripada penasaran saya mampir dan nyobain. Ternyata memang enak rasanya, porsinya juga pas dan harganya hanya Rp. 5000 saja..

sepiring ketoprak uenak rek..!

sepiring ketoprak uenak rek..!

Mulai saat itu saya sudah beberapa kali mampir sarapan di sini. Saya perhatikan kebanyakan pembeli bukan untuk dimakan di situ, tetapi dibungkus. Mungkin dimakan setiba di tempat kerja. Kalau saya ya makan di situ saja, ribet kalau mesti bawa2 bukungsan hehe..

para pembeli sedang menunggu pesanan

para pembeli sedang menunggu pesanan

Bagi brosis yang kebetulan lewat bisa tuuh dicobain. Tapi ya harap maklum, gak ada meja, adanya cuma kursi plastik, taruh minuman pun di lantai. Bagi biker seperti saya siih no problemo selama masih bersih.

Lokasinya dekat perempatan ITC

Lokasinya dekat perempatan ITC

si Jlitheng dg latar belakang tukang ketoprak

si Jlitheng dg latar belakang tukang ketoprak

Pagi ini saya naik si Jlitheng, seminggu ini si Jlitheng nemani ke kantor terus. Lumayan laah belum sempat ngajak jalan jauh, yang deket2 aja total 60 km PP daripada selimutan terus di garasi..

Posted in Kuliner, Makanan Khas, Motor retro klasik | Tagged , , | 11 Comments